Friday, December 9, 2022
HomeBlog MiliterSejarahSejarah Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Agraris Di Pulau Jawa

Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Agraris Di Pulau Jawa

Saat setelah Rakai Panunggalan wafat, beliau pun digantikan oleh Rakai Warak. Di masa kekuasannya lebih banyak mengutamakan agama Hindu Budha. Alhasil, banyak masyarakat yang lebih mengenal agama tersebut. Namun ketika sang raja meninggal dan kursi kerajaan diisi oleh Rakai Garung, ia lebih banyak menghidupkan kembali kebudayaan Hindu, dari Rakai Pikatan.

Masa Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno

Tak lama sesudah Rakai Gunung, lalu kepemimpinan Mataram Kuno pun dipegang oleh Rakai Kayuwangi. Masa-masa kekuasaannya, timbul berbagai masalah hingga mengakibatkan adanya perpecahan dan perang saudara. Runtuhnya kerajaan Mataram Kuno dikarenakan oleh beberapa sebab, seperti:

  • Gunung Merapi meletus, lahar bermunculan dan merusak candi-candi yang telah dibangun.
  • Adanya krisis politik di tahun 927 – 929 Masehi.
  • Berpindahnya lokasi kerajaan Mataram di Jawa Tengah ke Jawa Timur.
BACA JUGA :  2021, US Air Force Pakai Sistem Mata-Mata Luar Angkasa Generasi Terbaru

Prasasti Peninggalan Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Setelah runtuh, rupanya kerajaan Mataram Kuno meninggalkan prasasti sejarah yang sangat bernilai. Beberapa prasasti yang ditinggalkan antara lain:

  1. Prasasti Sojomerto Abad ke-7

Merupakan sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Sojomerto, Pekalongan. Peninggalan berbahasa Melayu Kuno ini mengisahkan bahwa Syailendra adalah pemeluk agama Budha.

  1. Prasasti Canggal 732 Masehi

Peninggalan sejarah ini berupa Candrasangkala yang ditemukan di Gunung Wukir, Desa Canggal. Dalam prasasti ini berisikan sebuah peringatan atas pembuatan Lingga di Desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya.

  1. Prasasti Kalasan 778 Masehi
BACA JUGA :  Sejarah Axis Power Pada Perang Dunia 2

Adalah sebuah prasasti dengan tulisan dari huruf Pranagari (India Utara) dan berbahasa Sansekerta. Menceritakan tentang raja Syailendra yang membujuk Rakai Panangkaran untuk membangun tempat suci bagi Dewi Tara. Dimana bangunan tersebut akan dijadikan sebagai Vihara bagi para pendeta Budha.

  1. Prasasti Kelurak 728 Masehi

Prasasti Kelurak berisi tentang pembangunan arca Manjusri sebagai wujud dari sang Budha, Dewa Wisnu dan Sanggha. Juga, di prasasti itu pun menegaskan jika raja Indra memiliki gelar Sri Sanggramadananjaya adalah sang pemimpin yang sedang berkuasa di kala itu. Peninggalan ini menggunakan bahasa Sansekerta dengan huruf Pranagari.

  1. Prasasti Ratu Boko 856 Masehi
BACA JUGA :  Senjata-senjata Canggih Rusia Yang Memulai Debutnya Di Suriah

Prasasti Ratu Boko mengisahkan tentang Balaputra Dewa yang kalah dalam perang melawan kakaknya Rakai Pikatan atau Pramodhawardani ketika perebutan kursi kepemimpinan.

  1. Prasasti Mantyasih 907 Masehi

Peninggalan satu ditemukan di wilayah Mantyasih Kedu, Jawa Tengah. Dalam prasasti ini menceritakan silsilah raja-raja Mataram Kuno. Adalah raja Sanjaya, Rakai Panangkaran, Rakai Warak, Rakai Panunggalan, Rakai Garung, Rakai Watuhmalang, Rakai Pikatan, Rakai Kayuwangi juga Rakai Watukara Dyah Balitung.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Pesawat Militer China Kembali Masuki Ruang Udara Taiwan

Pesawat Militer China Kembali Masuki Ruang Udara Taiwan

0
Hobbymiliter.com - Pesawat Militer China Kembali Masuki Ruang Udara Taiwan. Pada hari Minggu kemarin, tepatnya pada tanggal 19 Juni 2022, telah terjadi pelanggaran wilayah...

Recent Comments