Sudah jelas sekali bahwa bagi RRC, penerbangan gelap Taiwan tersebut tidak dapat diterima, tapi RRC saat itu juga tidak punya sesuatu apapun yang bisa menangkal penerbangan gelap tersebut. Karena alas an inilah maka pemimpin RRC pun meminta bantuan ke Uni Soviet. Soviet pun merespon baik, mulai akhir 1958/awal 1959 beberapa baterai system rudal pertahanan udara SA-75 Dvina (SA-2) pun mulai dibeli China. Saat itu hubungan China dan Soviet belum memburuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here