Alexander Finenko Mata Mata Dalam Kasus Terbongkarnya Operasi Intelijen KGB Soviet di Indonesia
Alexander Finenko Mata Mata Dalam Kasus Terbongkarnya Operasi Intelijen KGB Soviet di Indonesia

HobbyMiliter.com – Alexander Finenko Mata Mata Dalam Kasus Terbongkarnya Operasi Intelijen KGB Soviet di Indonesia. Pada tahun akhir tahun 1970-an dan seantero 1980-an lalu, Intelijen Indonesia berada pada saat saat terkuatnya. Di masa ini, pihak intelijen berhasil menorehkan beberapa prestasi, antara lain membongkar jaringan teroris yang menyerbu kantor polisi di Cicendo Bandung, membongkar kasus pembajakan Garuda Woyla di Bangkok, mendatangkan 30++ pesawat A4 Skyhawk dari Israel, mengirimkan bantuan senjata ke Mujahidin di Afghanistan dan yang jarang dibahas, membongkar jaringan spionase intelijen KGB Soviet yang masuk ke tubuh militer Indonesia.

BAKIN (Badan Koordinasi Intelijen Negara, BIN saat ini) berhasil membuat prestasi dengan penangkapan agen intelijen Soviet yang melakukan kegiatan spionase di Indonesia. Target tersebut adalah agen intelijen Soviet bernama Alexander Pavlovich Finenko (36 tahun) yang di Indonesia diberi samaran sebagai manajer perwakilan perusahaan penerbangan Aeroflot yang beroperasi di Indonesia. Dalam menjalankan aksi spionasenya, KGB selalu mengerahkan para pejabat diplomatik maupun agen dengan samaran sipil seperti misalnya petugas maskapai penerbangan Soviet Aeroflot yang bekerja di luar negeri. Pada era perang dingin itu, Indonesia yang dikenal sebagai tokoh ASEAN dan Gerakan Non Blok juga menjadi sasaran utama para agen KGB. Sebaliknya kegiatan orang-orang Soviet pun menjadi perhatian khusus dari BAKIN, yang kala itu dipimpin oleh Jenderal LB Moerdani, penerima bintang sakti karena keberaniannya dengan Pasukan Naga di Merauke ketika operasi Trikora.

Baca juga :   Bagaimana Proses Pengadaan Alutsista TNI dari Amerika dan Rusia?

BAKIN yang memang bertugas sebagai kontra-intelijen di Indonesia, selalu memonitor secara ketat pergerakan lalulintas orang orang asing. Saat itu terutama orang orang Soviet. Ketika mencurigai aktifitas Finenko, BAKIN pun mulai mengendus samaran agen intelijen Soviet, Finenko dengan melakukan penyadapan telepon saat melakukan kontak dengan aset lokalnya, Letkol TNI AL Susdaryanto. Sebagai perwira Angkatan Laut yang bertugas pada Dinas Pemetaan Angkatan Laut, data-data kelautan yang bisa di akses Susdaryanto menjadi target yang penting bagi KGB. Data data kelautan seperti peta alur pelayaran, situasi kadar garam, peta bawah laut tentu berguna bagi pergerakan kapal selam nuklir Soviet yang sering kucing kucingan dengan kapal pemburu AL Amerika.

Letkol Susdaryanto sendiri yang merupakan perwira yang cerdas dan pernah sekolah hydrografi di Amerika, namun berhasil di rekrut KGB karena beberapa hal yaitu, faktor uang dan masalah karier yang dirasa terhambat. Karena ditugaskan di Departemen Pemetaan membuat Letkol Susdaryanto merasa diparkir dan kariernya mentok sehingga ketidakpuasan itu menimbulkan rasa keinginan balas dendam. Kondisi ini ternyata tidak terdeteksi pimpinan namun justru diketahui Finenko dan kemudian memanfaatkan masalah Letkol Susdaryanto ini. Alexander Finenko pun dengan mudahnya merekrutnya sebagai aset lokal KGB tanpa waktu yang lama.

Baca juga :   Vozdushno-Desantnye Vojska, Pasukan Linud Russia

Kisah dimulai ketika satgas khusus BAKIN mendapatkan sepotong informasi dari penyadapan telepon Alexander Finenko di 21 Januari 1981. Percakapan singkat dengan bahasa sandi (semacam “apel washington” atau “juz” dan “‘liqo” di hasil sadapan KPK saat ini) ini akhirnya diketahui dilakukan antara Finenko dengan Susdaryanto yang identitasnya baru diketahui pada tanggal 27 Januari 1981. Tanggal 30 Januari 1981 akhirnya satsus BAKIN pun menyadap telepon rumah Letkol Susdaryanto.

lanjut halaman berikut
1
2
3
4
Jangan lupa isi form komentar di bawah
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA