Friday, July 10, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur MiG-31 Foxhound, Interceptor Supersonic Rusia

MiG-31 Foxhound, Interceptor Supersonic Rusia

MiG-31, Interceptor Supersonic Rusia – HobbyMiliter.com. MiG-31 Foxhound adalah mesin perang Rusia. Versi terbarunya adalah MiG-31BM, kode BM (Bolshaya Modernizatsiya atau Big Modernization) jadi penanda bagi mesin perang udara Rusia hasil upgrade dari model induknya. Tidak hanya Su-35 yang menyandang kode BM, tapi juga MiG-31BM.

MiG-31BM Foxhound muncul pertama kali tahun 1999 sebagai hasil block upgrade dari varian MiG-31B.

Salah satu foto MiG-31 Foxhound pertama yang diperoleh NATO
Salah satu foto MiG-31 Foxhound pertama yang diperoleh NATO

Sedangkan MiG-31 Foxhound generasi pertama (varian induk) terbang perdana tahun 1975 dan mulai diproduksi tahun 1979. Artinya varian BM yang menjalani modernisasi hesar-besaran baru dibuat prototipenya oleh MiG setelah 24 tahun pascapenerbangan perdana MiG-31 Foxhound.

MiG-31 Foxhound didesain sebagai long range Interceptor
MiG-31 Foxhound didesain sebagai long range Interceptor

Lazimnya sebuah produk pesawat tempur, pihak pabrikan memang akan mengeluarkan beberapa varian yang dibedakan pada kelengkapan fitur, modernisasi radar dan avionika, perubahan struktur, penggantian mesin dengan yang lebih kuat dan efisien, maupun pengembangan dalam beberapa item lainnya.

Demikian juga yang terjadi pada MiG-31BM. Pesawat ini dilengkapi radar Thikomirov NIIP Zaslon-M passive electronically scanned array (PESA) yang diklaim memiliki kekuatan deteksi dan engagement dua kali lipat dari radar sebelumnya. Jarak deteksi terhadap sasaran mencapai 170 mil laut (309km) dan mengunci 10 target secara simultan pada jarak 150 mil laut (273km).

MiG-31 bertugas melindungi perbatasan Soviet, dan kemudian Rusia
MiG-31 bertugas melindungi perbatasan Soviet, dan kemudian Rusia

Penggunaan glass cockpit menggantikan instrumen-instrumen manual, menjadi penanda lain bagi MiG-31BM. Panel AMLCD-nya sama dengan yang digunakan pada MiG-29SMT. Demikian juga dengan inertial atau navigasi satelit juga menggunakan perangkat yang sama digunakan oleh MiG-29SMT. Pesawat ini juga menggunakan teknologi HOTAS (Hands-on Throttle and Stick) yang memudahkan kerja pilot.

Peningkatan lainnya dalam hal kemampuan bawa senjata. Selain mampu membawa rudal R-33/AA-9 Amos, juga mampu membawa rudal terbaru R-37 (AA-13 Arrow) serta R-77 (AA-12 Adder) yang dikenal sebagai “AMRAAMSKI”, yaitu rudal penggasak sasaran udara jarak menengah rival AIM-120 AM-RAAM dari Amerika Serikat.

Su-24 Fencer melakukan buddy refuel ke MiG-31 Foxhound
Su-24 Fencer melakukan buddy refuel ke MiG-31 Foxhound

Melalui proses modernisasi, MiG-31 BM juga berubah wujud. Tidak hanya sebagai pesawat murni pencegat (interceptor), namun menjadi pesawat tempur multi-role atau mampu melaksanakan misi berbeda. Dalam hal ini MiG-31BM dilengkapi dengan rudal udara ke darat seperti rudal antiradiasi Kh-31A/P (AS-17 Krypton), Kh-25MP/MPU, Kh-29T, dan Kh-59. Demikian juga dengan bom pintar seperti KAB-500/1500 baik varian berpemandu televisi atau laser.

BACA JUGA :  Iran Jual Air Nuklir Ke Amerika Serikat Sebagai Bagian Dari Kesepahaman

MiG-31 Foxhound juga dilengkapi dengan kanon internal GSh-6-23 enam laras kaliber 23mm 800 peluru. Kanon ini ditempatkan di bagian depan bawah pesawat dekat roda.

MiG-31 Foxhound
MiG-31 Foxhound

Varian ekspor MiG-31BM diberi kode MiG-31FE, seperti yang pernah ditawarkan Rusia kepada China, Irak, Libya, dan Aljazair. Tahun 2007 Rusia juga menyiapkan MiG-31E, versi ekspor ke Suriah yang diambil dari stok MiG-31BM lalu disesuaikan dengan kebutuhan Suriah. Sayang, ekspor tersebut tidak jadi karena kendala keuangan di Suriah.

MiG-31 Foxhound si Penerus Foxbat

Menilik sejarahnya, kelahiran MiG-31 Foxhound diawali dengan kehadiran MiG-25 Foxbat, si pesawat pencegat Soviet yang membuat panik AS karena mampu mengejar SR-71 yang berkecepatan Mach 3. MiG-25 Foxbat memiliki performa terbang sangat luar biasa dalam hal kecepatan (speed), ketinggian (altitude), serta kemampuan menanjak (climb). Dengan kecepatan maksimum mencapai Mach 3.2 jelas MiG-25 merupakan mesin perang pencegat yang menjadi ancaman besar bagi AS. Walaupun, dalam faktanya Soviet membatasi interceptor tersebut agar terbang maksimum Mach 2.83 saja. Hal ini agar radius tempur tidak berkurang. Karena bila terbang dengan kecepatan tertinggi, bahan bakar akan cepat habis, terlebih karena penggunaan mesin turbojet berafterburner. Selain itu struktur pesawat bisa cepat ambrol dan mesin akan cepat rusak.

Dengan sepasang mesin besar, MiG-31 mampu melakukan operasi pencegatan SR-71 Blackbird

Dengan sepasang mesin besar, MiG-31 mampu melakukan operasi pencegatan SR-71 BlackbirdSejatinya, sehebat-hebatnya sebuah karya manusia tentu masih ada saja titik lemahnya. Hal ini pula yang terjadi pada MiG-25. Pencegat ini memiliki kekurangan dalam hal manuver pada kecepatan intersepsi, serta susah diterbangkan pada kecepatan rendah. Ibaratnya, pesawat ini mampu menyeruduk cepat, tapi susah untuk dibelokkan. MiG-25 terbang cepat tapi tidak bisa diterbangkan pada ketinggian rendah. Terlebih pihak barat sudah mengetahui rahasia MiG-25 Foxbat ketika Viktor Balenko membelot dengan membawa MiG-25 nya, yang kemudian pesawat tersebut dikembalikan ke Soviet dalam kondisi terurai dan Soviet harus menanggung biaya pengirimannya.

BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satu Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia

Beranjak dari situlah, di masa puncak Perang Dingin Soviet kemudian membuat MiG-31 yang tidak lain merupakan interceptor baru melalui kajian-kajian kelemahan MiG-25. Dari segi ukuran MiG-31 lebih panjang, hal ini agar ada ruang untuk penambahan radar. Sebagian radar pada MiG-31 ditempatkan di atas dan bawah badan pesawat, sehingga mampu melihat target di atas dan di bawah. Radar juga dapat terintegrasi dengan Ground-Controlled Interception (GCI) di darat.

Mesin MiG-31 mampu melesatkan MiG-31BM hingga 3,500 km/h
Mesin MiG-31 mampu melesatkan MiG-31BM hingga kecepatan 3,500 km/h

Bobot pesawat dikurangi dengan cara mengganti sebagian besar rangka baja nikel menjadi titanium. Berbeda dengan MiG-25, struktur MiG-31 lebih ringan namun lebih kokoh dan mampu digeber dalam kecepatan tinggi (Mach 1.23) pada ketinggian rendah. Demikian juga dengan kapasitas bahan bakar ditingkatkan serta lebih efisien dengan penggunaan mesin turbofan Aviadvigatel D30-6. Guna menambah radius tempur, sayap MiG-31 pun dirancang untuk bisa membawa droptank. Selain itu, beberapa varian dilengkapi air refueling probe agar pesawat bisa menyusu kepada tanker di udara.

MiG-31 Foxhound yang bisa beroperasi di Siberia
MiG-31 Foxhound yang bisa beroperasi di Siberia

Kerahasiaan desain dan kemampuan MiG-31 yang disimpan rapat-rapat pada era Perang Dingin oleh Soviet, sempat dibocorkan oleh Letnan Viktor Balenko, pilot MiG-25P yang membelot ke Jepang tahun 1976 dengan pesawatnya. Balenko membeberkan rahasia si “Super Foxbat” yang mampu mengintersep sebuah rudal. Namun berdasarkan testimoninya, ternyata apa yang di-gambarkan Balenko tidaklah mirip MiG-31. Ia misalnya mengatakan bahwa pesawat pencegat baru Soviet memiliki bentuk intake mirip MiG-
23 yang jelas amat beda jauh dengan bentuk intake MiG-31.

BACA JUGA :  [VIDEO] Senjata Railgun Rusia Diujicoba, Capai Kecepatan 3 km/detik

Rasa ingin tahu pihak Barat terhadap mesin perang pencegat baru Soviet memang sangat besar. AS terus memata-matai hingga akhirnya mendapatkan satu foto citra satelit ujicoba sebuah pesawat baru yang dijuluki “Ram-K” di Ramenskoye. Tangkapan gambar buram itu sebenarnya adalah T-10, prototipe dari Su-27, bukan MiG-31.

MiG-31 ditenagai 2 × Soloviev D-30F6 afterburning turbofan
MiG-31 ditenagai 2 × Soloviev D-30F6 afterburning turbofan

MiG-31 baru benar-benar berhasil terfoto oleh pilot Norwegia di Laut Barents tahun 1985, tiga tahun setelah pencegat itu digunakan Garda Pertahanan Udara Soviet (PVO). Berbeda dengan MiG-25, MiG-31 berkursi ganda. Orang yang duduk di kursi belakang bertugas sebagai operator senjata.

Hingga tahun 2000, sebanyak 400 MiG-31 berbagai varian berhasil dibuat oleh pabrik MiG. Lalu sejak tahun 2010, ada sekitar 60 unit MiG-31 standar yang sudah diupgrade Rusia menjadi MiG-31BM. MiG-31 tua pun mengalami reinkarnasi dari interceptor menjadi multi-role fighter standar 2020. Meski demikian, salah satu “kelemahan” MiG-31 sepertinya
tetap terwarisi dari MiG-25. Pesawat ini masih terbilang kaku untuk bermanuver, tidak seluwes Su-35BM yang bak penari balet di udara namun amat mematikan.

Dan karena itu pula MiG-31BM kurang bagus digunakan untuk close combat. Pihak pabrikan mengatakan, sejak awal MiG-31BM memang tidak dirancang untuk kemampuan itu. Selebihnya, kecepatan terbang sebagai pencegat jadi andalan utama pesawat ini.

MiG-31 Foxhound
MiG-31 Foxhound

Saat ini diperkirakan sekitar 370 unit MiG-31 masih ada dalam inventori Rusia, sedangkan 30 unit lainnya ada di Kazakhtan. Masa depan MiG-31 pun tergantung pada Rusia sendiri. Bila ekonomi negeri itu semakin membaik, tidak menutup kemungkinan semua sisa-sisa MiG-31 akan diubah menjadi MiG-31BM.

Lepas landas dari landasan es pun tidak masalah bagi MiG-31
Lepas landas dari landasan es pun tidak masalah bagi MiG-31

Keandalan pesawat ini masih menjadi tumpuan. Terbukti ketika bulan lalu AU Rusia menempatkan armada MiG-31BM di Kota Omsk sebagai penjaga ruang udara wilayah Novosibiris, Siberia yang terkenal dinginnya.

Mau melihat sosok MiG-31BM? Sepertinya harus datang ke negeri asalnya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring? - HobbyMiliter.com. Thrust vectoring atau disebut juga Thrust Vector Control (TVC) adalah suatu kemampuan dari pesawat terbang, roket...

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua