CIWS Phalanx beraksi - www.hobbymiliter.com
CIWS Phalanx beraksi

Dalam sejarah, ancaman tersebut akhirnya menjadi nyata dalam Perang Arab-Israel 1967. Kapal destroyer Israel, INS Eilat, dapat ditenggelamkan oleh hantaman tiga rudal SS-N-2 Styx pada 21 Oktober 1967. Ironisnya, Styx Styx tersebut diluncurkan oleh kapal yang ukurannya jauh lebih kecil, yaitu kapal cepat berudal dari kelas Komar milik Mesir. Sama seperti keberadaan kapal induk yang mengubah perimbangan peperangan laut dalam PD II, ancaman rudal antikapal pun dengan segera membuat sibuk berbagai kekuatan AL di seluruh dunia untuk berbenah diri mencari penangkalnya, dan tentunya pabrikan dan kontraktor AL yang melihat kesempatan bisnis dari produksi penangkal ancaman tersebut.

BACA JUGA :  Klaim Laut Cina Selatan Ditolak Pengadilan, Tiongkok Siagakan Kapal Perusak Berudal

AS sebagai negara adidaya dalam kekuatan laut, awalnya tidak punya posisi pasti dalam pengembangan penangkal rudal antikapal. AL AS mencoba solusi rudal penangkal rudal dalam proyek BPDMS (Basic Point Defense Missile Systems) yang berintikan delapan rudal R1M-7E Sea Sparrow yang diluncurkan dari peluncur delapan tabung Mk. 25. Sayangnya, walaupun rudal RIM-7E memiliki jangkauan sampai 20 km, rudalnya mudah ditipu dengan berbagai perangkat ECM (Electronic Counter Measure) dan kurang fleksibel untuk digelar dalam kapal berukuran lebih kecil dari destroyer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here