HobbyMiliter.com – Artileri ini juga disebut The Solntsepyok, dalam bahasa inggris diartikan adalah The Blazing Sun, adalah sebuah peluncur rocket massal dan juga adalah sebuah senjata thermobaric yang dirancang untuk target manusia yang berada pada sebuah markas pertahanan, peperangan terbuka, atau kendaraan tempur ringan lapis baja

Senjata Thermobaric dapat menimbulkan ledakan dengan temperatur udara yang sangat tinggi, intens, dan dengan gelombang ledakan berdurasi lebih lama.
Ledakan seperti ini didapatkan dari pemanfaatan maksimal kadar oksigen yang dibakar dari udara yang berada pada area target

Proyektil-proyektil thermobaric sangat efektif dipakai pada daerah pegunungan, dimana gelombang ledakan yang dihasilkan, beresonansi dan bertambah besar didalam sebuah area ledakan. Dengan muatan daya ledak yang cukup banyak dan juga mesin yang solid, Jarak efektif yang dapat dicapai adalah antara 3-4 kilometer

Baca juga :   HMS Argyll Sukses Laksanakan Uji Tembak Rudal Sea Ceptor

Ledakan yang dihasilkan TOS-1A, terdiri dari ledakan aerosol yang langsung menyebar begitu mengenai target dan ledakannya juga mampu bertahan lama, temperatur pun naik sampai 1000 derajat celcius pada pusat ledakan, dan juga persediaan oksigen pada area ledakan dibakar habis sehingga dapat memecahkan paru-paru para korbannya

TOS-1A Solntsepyok adalah sebuah versi upgrade dari TOS-1 Buratino, sebuah artileri berat peluncur roket buatan rusia, yang ditest pertama kali pada pertempuran di Afghanistan tahun 1988-1989.

Baca juga :   Video : Rusia Tampilkan MLRS Baru Uragan-1M Dalam Latihan

“Sistem Peluncur rocket buatan rusia sangat populer di negara-negara timur tengah. Pengoperasian di irak membuktikan TOS-1A sangat cocok untuk menggempur personil tentara yang bertahan pada markas pertahanan mereka yang solid”, Penuturan Igor Sevastyanov, Ketua delegasi Rosoboronexport, pada event Rusia Arms Expo 2015

ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here