Type 209, Kapal Selam Buatan Jerman yang Dipakai Puluhan AL di Dunia Termasuk Indonesia

0
68

153211d09f122e746cba057dbb5dc827

Type 209, Kapal Selam Buatan Jerman yang Dipakai Puluhan AL di Dunia Termasuk Indonesia – hobbymiliter.com –

Type 209, kapal selam buatan Jerman yang dipakai TNI Angkatan Laut, juga digunakan puluhan angkatan laut seluruh dunia dalam 50 tahun terakhir.

Indonesia menggunakan produk bertenaga diesel itu sejak Oktober 1981, dan diberi nama KRI Nanggala-402.

Alutsista berbobot 1.300 ton itu itu dilaporkan hilang kontak di perairan Bali Utara sejak Rabu (21/4/2021).

Terdapat 53 kru yang ada di KRI Nanggala-402, dengan kapal selam itu diyakini berada di kedalaman 700 meter.

“Kapal selam itu merupakan jenis klasik,” terang Laksamana Madya Angkatan laut Perancis, Antoine Beaussant.

Kepada AFP, Beaussant menerangkan Type 209 bisa menempuh kedalaman hingga 250 meter. “Jika turun sampai 700 meter, kemungkinan besar rusak,” paparnya.

BACA JUGA :  Uni Eropa Pakai Senjata Nuklir Rusia Untuk Mencegah Kiamat Asteroid

KRI Nanggala menjalani dua kali reparasi masing-masing pada 1989 di Jerman dan 2012 di Korea Selatan.

Dalam reparasi terakhir, dilakukan peremajaan dan penggantian di bagian propulsi, sistem sonar, dan persenjataan.

Situs berita militer Janes melaporkan, selain Nanggala, Indonesia juga membeli KRI Cakra, yang juga masuk dalam kelas Cakra.

TNI AL juga membeli tiga model Type 209 yang baru-baru ini dibangun di Korea Selatan maupun Indonesia.

Dikembangkan setelah era Perang Dunia II, tipe itu tidak pernah digunakan oleh militer Jerman.

Namun, senjata buatan Howaldtswerke-Deutsche Werft itu dijual ke puluhan negara seperti Turki dan Yunani.

Argentina, misalnya. Mereka menerjunkan Type 209 saat melawan pasukan Inggris dalam Perang Falklands 1982 silam.

Mesir rencananya akan mendapatkan Type 209/1400 dari alutsista yang kini dipunyai oleh raksasa Jerman Thyssenkrupp.

BACA JUGA :  KRI dr Soeharso Berkunjung ke Timor Leste

Dalam situs resminya, Thyssenkrupp menerangkan alutsista tersebut terinspirasi dari kapal selam pasca-perang milik Jerman.

Bedanya, tipe tersebut diperbesar sehingga bisa menyelam di laut dalam dan membawa lebih banyak perlengkapan.

Dikatakan bahwa tipe tersebut merupakan kapal selam non-nuklir terlaris di Negara Barat.

Kapal selam kelas ini memiliki beberapa varian, yaitu: Tipe 209/1100, Tipe 209/1200,Tipe 209/1300, Tipe 209/1400, dan Tipe 209/1500. Sejak tahun 1971-2008,kapal selam ini telah sukses diekspor di 13 negara dengan sebanyak 61 kapal telah dibangun.

Kapal Selam Type 209 dipersenjatai dengan 8 lubang torpedo 533mm dan 14 Torpedo. Type 209/1200 digunakan oleh Yunani dan Korea Selatan, dan Type 209/1400 digunakan oleh Turki dan dapat dipersenjatai dengan Harpoon. Kapal Yang digunakan oleh Korea Selatan bisa dipersenjatai dengan 28 Ranjau yang diletakkan pada Torpedo dan juga Rudal Harpoon; sementara Kapal India bisa membawa 24 Ranjau secara external.

BACA JUGA :  Indo Defence 2016 : Rusia Akan Tampilkan Model Su-35 Dan T-90

Kelas ini bisa dipersenjatai dengan berbagai variasi model torpedo tergantung pada negara. mayoritas Kapal membawa SUT – Surface and Underwater Target (Yunani, India, Indonesia, Afrika Selatan, Korea Selatan) atau SST – Special Surface Target (Argentina, Peru, Turki 209/1200s, Venezuela) Torpedo. Kapal ini juga bisa membawa Mark 24 Tigerfish (Brazil, Turki Preveze Class 209/1400) DM2A3 (Colombia), Blackshark (Chile), A184 Mod 3 (Ecuador), DM2A4 (Turki Gur Class (209/1400) dan Mark 37 (Argentina).

Kapal Brazil akan mendapatkan ICS baru dari Lockheed Martin agar bisa menggunakan Torpedo Mark 48. Combat System yang baru sukses diuji coba di Tapajo S-33, Desember 2011.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here