ScreenShot304

HobbyMiliter.com – Adanya hubungan yang semakin memanas antara negara Russia dan Turki nampaknya memberikan imbas yang cukup besar bagi kedua negara. Bahkan tak hanya memiliki efek untuk urusan pertahanan dan keamanan saja, efek dari ketegangan tersebut juga berimbas untuk sektor ekonomi. Pihak Russia sendiri nampaknya juga telah memberlakukan sebuah peraturan baru dibidang ekonomi terkait adanya ketegangan yang terjadi. Dimana Presiden Russia Vladimir Putin telah menandatangani dekrit pemberlakuan paket sanksi ekonomi kepada negara Turki sebagai bentuk respon atas peristiwa penembakan pesawat tempur miliknya oleh Turki.

Seperti apa yang telah dilansir oleh kantor berita di Russia yaitu Russia Today pada tanggal 28 November 2015 lalu yang menyatakan bahwa pihak Russia telah melakukan tindakan-tindakan terkait respon dari ketegangan antara negaranya bersama Turki salah satunya adalah pelarangan terhadap beberapa organisasi-organisasi milik Turki yang ada di Russia dan juga pelarangan impor untuk barang-barang tertentu. Akibat keputusan inilah maka kemudian, impor produk-produk tertentu yang berasal dari negara Turki untuk sementara ini dilarang atau dibatasi. Tak berhenti sampai disitu saja, pihak Russia juga memberikan larangan terhadap para pengusaha yang ada di Russia untuk mempekerjakan warga negara Turki untuk bekerja mulai tanggal 1 Januari 2016. Untungnya aturan ini hanya berlaku untuk para pekerja baru. Sehingga bagi warga Turki yang telah resmi dipekerjakan sebagai karyawan di Russia sebelum 31 Desember 2015 tidak akan dikenakan sangsi. Sehingga hal tersebut nampaknya cukup melegakan warga Turki yang saat ini tengah bekerja di Russia.

BACA JUGA :  UAV Sparrow Siap Jalani Uji Kelayakan Produksi

Seperti yang telah diketahui, ketegangan antara dua negara yaitu Turki dan Russia ini terjadi akibat adanya sebuah insiden yang membuat jatuhnya pesawat milik Russia yang ditembak oleh pihak militer Turki ketika pesawat tempur milik Russia tersebut sedang menyasar sasaran sasaran di wilayah Provinsi Latakia, Suriah . Alasan Turki berani menembak jatuh pesawat Turki lantaran, pihak Turki menganggap bahwa pesawat tempur milik Russia telah melanggar wilayah perbatasannya. Namun nampaknya hal tersebut ditampik oleh pihak Russia, bahwa Pesawat Tempur miliknya tidak melanggar perbatasan dan sebagai gantinya menuding bahwa pihak Turki-lah yang menusuk mereka dari belakang dan bahkan menyebut Turki sebagai antek Teroris. Akibat adanya insiden yang terjadi Selasa lalu itulah maka kemudian berbagai reaksi nampaknya mulai ditunjukkan oleh kedua belah pihak.  Russia yang mulai melakukan reaksi dalam bidang ekonomi, sementara untuk Turki sendiri nampaknya juga telah mengerahkan 18 jet tempur yang mulai dikirimkan untuk melakukan patroli di daerah dekat dengan perbatasan serta 20 tank yang telah dikirim melalui kereta api.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here