ScreenShot274

Mengenal C-130 Hercules, Pesawat Angkut Segala Medan – HobbyMiliter.com – Sang Burung Besi Hercules Lockheed C-130 adalah pesawat angkut yang telah terbukti tangguh dan sangat adaptif dipergunakan di berbagai medan dengan berbagai macam fungsi.

Aksinya mulai dari daerah bersalju di antartika dan kutub utara (dengan memasang skid di landing gear-nya), daerah cuaca tropikal dan pegunungan, hingga ke bentangan gurun pasir dengan suhu membakar kulit.

C-130 bisa dilengkapi dengan skiid untuk take off dan landing di es.
C-130 bisa dilengkapi dengan skiid untuk take off dan landing di es.

Begitu pula dengan fungsinya. Mulai dari pengangkut pasukan, ambulan udara, tanker, SAR, coastguard, drone control, recce (pengintai), weather control, fire bomber, bahkan sebagai gunship.

YC-130, Hercules pertama.
YC-130, Hercules pertama.

Dan ini bukan omong kosong. Saat ini, usia keluarga Hercules sudah enam puluh satu tahun (per 23 Agustus 1954, saat first flightnya). Populasinya pun sudah tersebar dan masih di lebih dari 67 kesatuan militer negara-negara di dunia. Padahal jumlah ini belum terhitung dengan operator sipil di negara negara sedunia.

Bahkan saat ini terdengar berita, bahwa Perancis, yang memproduksi Airbus A-400 yang digadang2 dapat menggantikan Hercules, masih memesan C-130J untuk kebutuhan angkatan udaranya. Karena itu, tidaklah heran juga akhirnya banyak orang selalu bilang bahwa yang dapat menggantikan Hercules ya Hercules itu sendiri.

ScreenShot277Mungkin memang sudah harus begitu “garis tangannya” (atau mungkin dalah hal Hercules: “garis panelnya” hehehe…). C-130 Hercules akan menjadi legenda terbang sepanjang masa. Apalagi dalam kamus penerbangan, tidak akan pernah ada istilah pesawat mati karena umurnya tua. Semua bisa di-nolkan kembali, termasuk Hercules ini. Termasuk diantaranya adalah Hercules TNI-AU.

TNI-AU mempunyai fasilitas Depohar-10 di Bandung. Depohar yang terletak di Lanud Hussein Sastranegara ini dapat melaksanakan kegiatan overhaul C-130 Hercules mulai dari mesin, airframe, struktur, hingga avionik. Yang jelas, pesawat akan mati jika suku cadang dan siklus maintenance maupun repairingnya benar benar hilang ataupun dihentikan.

ScreenShot278Walaupun punya varian sipil, kandang Hercules memang di militer. Tugas utamanya, memberikan dukungan bagi angkutan pasukan maupun logistik. Performa pesawat tambun dan sangat lapang ini menjadi keunggulan sendiri. Apalagi pesawat ini memiliki ramp door yang digerakkan otomatis dengan sistem hidraulik.

TNI AU dahulu mempunyai 2 jenis pesawat angkut berat, C-130B Hercules yang dibeli dari Amerika di awal 60-an dan Antonov An-12 yang dibeli dari Soviet di pertengahan 60-an. Bila dibandingkan dengan Hercules, Antonov An-12 AURI waktu itu hanya memiliki dua copotable door (detachable, bisa dilepas) namun harus dibuka dan ditutup secara manual dengan tangan. Belum lagi jika di Hercules seluruh kabin dari depan ke belakang memiliki sistem pressurized air system (kabin bertekanan udara) sehingga dapat terbang dengan efisien serta mampu terbang tinggi diluar jangkauan AAA.

Sedangkan Antonov An-12 AURI sistem tekanan udaranya hanya terbatas pada kokpit saja, sehingga ketika dibawa terbang tinggi, pasukan yang dimuat di kabin kargo bisa mati lemas kekurangan oksigen. Satu satunya kelebihan An-12 dari Hercules hanyalah An-12 dilengkapi dengan senjata pertahanan diri di ekornya. Secara keseluruhan, konon performa An-12 memang dibawah C-130 Hercules, sewaktu berdinas di AURI.

ScreenShot279Peran C-130 Hercules di lingkungan TNI sangatlah besar. Hanya C-130 Hercules lah, yang saat Operasi Trikora mampu terbang menusuk jauh ke dalam pedalaman Irian yang dikuasai Belanda saat itu. 1 Flight C-130 Hercules berhasil menerjunkan 1 Kompi pasukan Naga ke Merauke, yang bahkan, karena terlalu jauh menusuk ke pedalaman, keseluruhan Flight Hercules tersebut terbang tanpa pengawalan.

Hal tersebut dikarenakan karena tidak ada pesawat pengawal yang mampu terbang sejauh Hercules, baik P-51 maupun B-25. Apalagi jet tempur buatan Soviet, yang hanya berperan sebagai interceptor perlindungan pangkalan karena radius tempurnya sangat pendek.

Pada saat Operasi Dwikora pun, peran Hercules sangat penting. Beberapa kali infiltrasi di Semenanjung Malaya dan Sabah/Sarawak dilakukan oleh Hercules. Paling tidak ada 2 unit C-130 Hercules AURI yang total lost dalam operasi ini. Satu Hercules jatuh sewaktu mengantar pasukan yang akan menginfiltrasi Semenanjung Malaya dan satu jatuh terkena friendly fire di Kalimantan.

ScreenShot280Selain itu, berbagai peran telah dijalani oleh C-130 Hercules TNI AU. Dari peran ambulan sewaktu tanggap darurat bencana alam, menerjunkan pasukan sewaktu operasi Seroja di Timor Timur, penerjunan bulldozer saat pembukaan lapangan terbang di pedalaman Irian Jaya, operasi pengangkutan Transmigran di era Orde Baru, pengiriman bantuan kemanusiaan ke landasan darurat di Afghanistan hingga penebaran garam bagi upaya rekayasa cuaca hujan buatan, hingga evakuasi WNI dari China karena kasus virus Corona dari Batam ke Natuna.

Memang, C-130 Hercules adalah pesawat yang luar biasa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here