Monday, November 23, 2020
Home Militer Alutsista AH-1Z Viper, Heli Serang Andalan Marinir AS

AH-1Z Viper, Heli Serang Andalan Marinir AS

Mengenal AH-1Z Viper, Heli Serang Andalan Marinir AS – HobbyMiliter.com – AH-1Z memang bukan heli ciptaan baru pabrik Bell Helicopter Textron AS. Sejarahnya tidak lepas dari evolusi 35 tahun kehebatan AH-1 HueyCobra di medan Perang Vietnam (1965-1974). Namun, munculnya varian baru AH-1Z Viper ini menjadi titik perhatian serius para pejabat di kementerian pertahanan dan di angkatan bersenjata, karena kemampuannya yang dikatakan canggih dalam tiga hal: bertahan, deteksi, dan menyerang.

Bahkan, kabarnya lagi AH-1Z Viper kini telah mengungguli berbagai kemampuan yang telah diterapkan pada beberapa helikopter serang canggih seperti Boeing AH-64D Apache, Eurocopter Tiger, AgustaWestland A-1291 Scorpion, Mil Mi-28, Kamov/IAI Ka-50-2 Erdogan, maupun pesaing lain seperti Denel CSH Rooivalk dari Afrika Selatan.

AH-1Z Viper, Heli Serang Andalan Marinir AS
Kokpit Helikopter Serang AH-1Z

Pihak Bell mengatakan dari beberapa contoh perbandingan, kemampuan AH-1Z Viper memang lebih baik dari pesaing pesaingnya. Misalnya, perangkat FLIR (Forward Looking Infra Red) yang digunakan Viper adalah dari generasi ketiga, yakni piranti TSS (Target Sight System) yang menggantikan sistem NTS [Night Sight System) yang digunakan AH-1W.

Meski demikian, penggantian NTS ini tidak serta merta menghilangkan kemampuan penglihatan pada malam hari itu. Perangkat deteksi TSS dikatakan lebih canggih, bahkan ketika dibandingkan dengan gelombang radar milimetrik Longbow yang digunakan AH-64D Apache untuk mendeteksi atau mengarahkan gerakan rudal Hellfire menuju target.

Dengan TSS, heli tempur Viper mampu memberikan tingkat probabilitas lebih akurat soal keberadaan dan serangan musuh kepada pilot melalui empat buah LCD [Liquid Cristal Display) berukuran 6 x 8 inci (dua di kokpit depan dan dua di kokpit belakang). Avionik kokpitnya dibuat serupa. Dengan HOCAS [Hands On Collective and Stick Controls) yang fleksibel, memungkinkan posisi pilot dan kopilot atau gunner mengambil duduk bertukaran di mana saja, di kokpit depan atau belakang dari beli bertubuh ramping ini.

AH-1Z dilengkapi dengan rudal Sidewinder - HobbyMiliter.comHandle (grip) untuk melancarkan misi penembakkan terletak di samping depan kursi pilot. Bila diperhatikan agak unik juga. Sebab serupa dengan game stick Nintendo 64. Selanjutnya terdapat pula console box tambahan di depan kursi pilot. Tampilan ini ditenagai baterai DC. Fungsinya untuk meng-guide pilot menuju markas bila suatu hal menghantam heli hingga mematikan sumber listrik dua arahnya.

BACA JUGA :  Anggota TNI yang LGBT akan Diberhentikan Secara Tidak Hormat

Kedua awak Viper dilengkapi pula dengan helmet IHDSS (Integrated Helmet Mounted Display and Sighting System). Melalui helmet ini para awak bisa melihat penuh head-up maupun head out dalam segala macam iklim dan kondisi visibilitas.

TSS Viper dapat membagi margin-margin keselamatan dirinya dalam cakupan wilayah amannya terhadap serangan musuh. Misalnya, ia mampu mendeteksi sebuah rudal TOR-M1 (SA-15) atau sebuah rudal 2S6 Tunguska saat rudal-rudal itu masih berada di luar wilayah kemampuan pertahanan heli. Bandingkan dengan AH-64D Apache yang harus bergelut melawan rudal-rudal kendali tersebut ketika mereka telah masuk ke dalam engangement envelop radar pesawat.

ScreenShot297Bell menyempurnakan keunggulan melihat dan membaca target dari Viper dengan membuat heli itu mampu membawa persenjataan lebih banyak dibanding heli tempur sejenis. Dalam hal ini AH-1Z dilengkapi sebuah kanon 20 mm tiga laras 750rpm, 16 rudal Hellfire, dua roket pod 70 mm, dan sebagai pertahanan diri, dua rudal AIM-9 Sidewinder.

Yang menghebohkan, tentunya, karena Viper juga kabarnya dirancang untuk bisa membawa rudal canggih AGM-65G Maverick, yang biasanya diluncurkan melalui pesawat tempur, semacam F-16.

Viper berkemampuan mendeteksi musuh dari segala arah. Kemampuan pertahanan diri ini sebagai hasil dari penempatan semua sistem perangkat perang elektronik (electronic warfare system)-nya pada empat sisi badan (fuselage) berbeda di sekeliling tubuh heli. Sistem EW yang digunakannya sama dengan yang diterapkan pada pesawat serang darat AV-8B Harrier dan pesawat transpor militer jenis hibrid, V-22 Osprey.

Piranti-piranti pertahanan meliputi empat ALE-47CM flare/chaff dispenser, APR-39A radar warning receiver, AVR-2 laser warning receiver, AAR-47 IR missile warning receiver, dan pengacau penjejak infra merah terhadap mesin oleh radar musuh. Mungkin pertahanan elektronik yang terpasang di heli ini malahan jauh lebih baik dari yang dipasang pada pesawat tempur kebanyakan negara negara berkembang.

BACA JUGA :  MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa

ScreenShot296Di medan pertempuran Perang Teluk (1991), pendahulunya, AH-1W SuperCobra menjadi sebuah heli combat proven dengan berhasil menyumbangkan kemenangan bagi pasukan multi nasional pimpinan AS. AH-1W SuperCobra berhasil menghancurkan 97 tank, 104 kendaraan perang, 16 bunker, dan dua lokasi artileri anti pesawat. Namun bila bicara rencana pengembangan, sebelum pecah perang terbesar padang pasir itu, Korp Marinir AS memang telah mengambil ancang-ancang bagi generasi pengganti AH-1W sudah dianggap tua.

Pelajaran berharga lain dipetik Korp Marinir AS akan Heli AH-IW dari kiprahnya di medan perang Kosovo tahun 1999. Harus diakui, empat buah AH-IW yang diterbangkan di garis depan penyerangan dari basis Skopje di Macedonia pada bulan Juni-Juli 1999 itu mengalami kesulitan dalam mendeteksi target-target sasaran secara tepat. Masalahnya tidak lain, kancah perang yang ‘semrawut’ juga karena target-targetnya berada di areal urban. Inilah, antara lain, salah satu sebab pendorong generasi FLIR ditingkatkan.

Bila dibandingkan dengan pendahulunya AH-IW, maka si penerus AH-IZ Viper memiliki beberapa perbandingan dalam hal bobot. Antara lain MTOW yang lebih berat menjadi 18.500 pon dari 14.750 pon. Kapasitas daya guna [usefulload) AH-IZ sebesar 2.432 kg dari 1.676 kg pada AH-1W. Kapasitas fuel internal pun meningkat menjadi 1.272 kg dari 938 kg.

ScreenShot294Hal ini disebabkan antara lain oleh penggunaan empat bilah main rotor (baling-baling utama), peningkatan dari dua bilah pada AH-1 W, yang mampu mengepak lebih hebat. Baling-baling utama serta hub-nya juga toleran terhadap serangan peluru hingga kaliber 23 mm. Kemampuan radius tempur bertambah dari 38 mil laut menjadi 125 mil laut. Kulit tubuh serta sistem-sistem kontrol terbang didesain tahan terhadap serangan peluru kaliber 14,5 mm. Dua mesin turboshaft T-700-GE-401 memang masih dipertahankan. Namun option Viper juga bisa menggunakan T-700-GE-401C, 701, atau 701C yang lebih besar kemampuannya.

BACA JUGA :  Bagaimana Sistem Afterburner Bekerja

Pada bulan Desember tahun 2000, AH-IZ Viper pertama melakukan uji terbang pertama dari pusat penelitian dan pengembangan Bell Helicopter di Arlington Texas, AS. Kemudian hingga empat bulan berikutnya, Bell dan pilot uji dari Korp Marinir AS melakukan serangkaian pengujian termasuk menuntaskan 60 jam terbang pertama guna melihat performa terbang dasar, sistem operasi, serta uji flight envelop.

ScreenShot295Perkembangan heli tempur memang menarik untuk di simak. Fungsi heli moderen yang kiprahnya dimulai Bell AH-1 HueyCobra di Vietnam telah menggiring para perancang heli tempur di berbagai industri pesawat untuk berlomba mengeluarkan produk tercanggih. Heli memang punya beberapa keunggulan dibandingkan pesawat sayap tetap.

Dengan kecepatan terbang yang dapat diatur sedemikian rupa, hovering (terbang diam) beberapa kaki di atas tanah, terbang dan mendarat dari landasan sempit dan darurat, termasuk dari atas geladak kapal, membuatnya lebih mobile dan efisien dalam memberangus pasukan-pasukan darat musuh. Heli juga dapat digunakan menurunkan pasukan dan makanan, sebagai pengintai, pembuka jalan, pengawal konvoi pesawat hingga memadamkan api.

Kehebatan AH-IZ Viper mungkin harus kita lihat pembuktiannya di medan laga beberapa tahun ke depan setelah digunakan Korp Marinir AS. Namun jelas dengan pembaharuan heli tempurnya itu, Korp Marinir AS patut disegani. Apalagi karena dalam program remanufaktur di Bell Helicopter Textron dengan sandi H-l Program ini, Korp Marinir AS yang dibentuk pada 10 November 1775 ini juga menyertakan pembaharuan 100 unit UH-1N menjadi heli canggih UH-1Y. Wow.., kita tunggu saja.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua