J29 Tunnan bermanuver aerobatik.
J29 Tunnan bermanuver aerobatik.

Mengenal SAAB J-29 Tunnan, Pesawat Tempur Swedia – HobbyMiliter.com – Dilihat dari wujudnya, SAAB J-29 Tunnan punya kemiripan bentuk dengan jet tempur legendaris, North American F-86 Sabre. Tapi jangan dulu berprasangka kalau SAAB, industri di Swedia ini, meniru desain AS secara mentah-mentah. Pasalnya hampir jet-jet tempur seangkatan Tunnan memang kala itu tengah gemar mengadopsi teknologi lubang hisap udara (air intake) tunggal.

Istilahnya, lagi ngetrend desain seperti itu. Tak percaya? Lihat saja wujud varian jet tempur Republic F-84 Thunderjet atau “musuh abadi’ Sabre, MiG-15 Fagot. Aslinya kesemua jet tempur yang disebutkan tadi sebenarnya berpijak pada pesawat eksperimental rancangan Nazi Jerman semasa PD II, yaitu Messerschmitt P.1101.

BACA JUGA :  Pesawat Tanker KC-130B TNI AU Selesai Jalani Retrofit, Siap Bertugas Kembali

Tapi terlepas dari urusan bentuk, Tunnan sebenarnya mengukir prestasi yang bisa-bisa membuat iri pabrikan pesawat lain. Tunnan yang berarti laras (barrel) merupakan jet tempur Eropa Barat pertama bersayap tekuk (swept wing).

SAAB pertama kali menerbangkan prototipnya pada 1 September 1948. Tepat tiga setengah tahun kemudian jet ini resmi menjadi bagian dari kekuatan armada pembom tempur (fighter-bomber) AU Swedia (Flygvapnet). Skadron F13 yang berpangkalan di Norrkoping merupakan satuan yang pertama kali mengoperasionalkan pesawat ini.

Sidewinder tercantel di sayap SAAB J29 Tunnan.
Sidewinder tercantel di sayap SAAB J29 Tunnan.

Untuk menjalankan tugas pembom-tempur maka Tunnan dibekali kemampuan membawa persenjataan sampai 500 kilogram, cukup besar bagi jet fighter generasi awal. Selain itu sebagai senjata tetap (fixed armament) empat kanon kaliber 20 milimeter buatan Hispano tertanam pada ujung hidung bagian bawah.

BACA JUGA :  Messerschmitt Me-262, Senjata Pamungkas Jerman di WW2

Bila persenjataan diisi penuh maka jet berdimensi panjang 10 meter dan rentang sayap 11 meter ini akan mampu menempuh jarak hingga 1.000 kilometer. Jarak ini bisa meningkat menjadi 2.700 kilometer bila dua tanki bahan bakar cadangan dibawa pada cantelannya. Tapi tentu saja tanpa membawa bom ataupun roket.

Agar Tunnan sanggup melesat hingga kecepatan Mach 0,86 maka sang perancang yaitu Lars Brising memasang satu mesin De Havilland Ghost 50. Mesin turbojet asal Inggris ini kemudian dibuat sendiri berdasarkan lisensi oleh Swedia dengan nama RM2, Adalah pabrik Svenska Flygmotor yang diberi tanggung jawab untuk membuatnya secara masal. Setelah membuat mesin versi standar, Svenska kemudian juga membangun mesin tipe RM2B, yang memiliki tambahan fasilitas afterburner. Mesin ini kemudian dipakai pada SAAB J29 tipe D, E, dan F.

BACA JUGA :  Pesawat Tempur Pencegat Supercepat MiG-41 Akan Terbang Lebih Cepat Dari Rudal
Paling tidak, 5 unit SAAB J29 Tunnan Swedia ikut serta sebagai bagian kekuatan udara PBB di Kongo 1960.
Paling tidak, 5 unit SAAB J29 Tunnan Swedia ikut serta sebagai bagian kekuatan udara PBB di Kongo 1960.

Sampai akhir masa produksinya ditahun 1956, sebanyak 661 buah Tunnan pernah dibuat. Populasi ini terbagi menjadi enam varian dari SAAB J29A sampai F. Untuk varian yang terakhir dua cantelan senjatanya bisa dipakai untuk meluncurkan rudal udara-udara RB324 yang tak lain merupakan Sidewinder versi Swedia.

Dalam konflik di Kongo (1961-1963), Tunnan dipakai oleh pasukan pemelihara perdamaian PBB (UN). Sekitar 30 unit SAAB J29F eks AU Swedia kemudian dibeli oleh Austria pada tahun 1961-1962.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here