Dalam uji coba ini, kecepatan ketika tabrakan adalah sekitar 21.140 Kilometer perjam. ASM-135 sendiri berdimensi panjang 5.5 meter, dengan diameter 50.8 centimeter dan berat 1.180 kilogram. “Warheadnya” alias Kinetic Interceptornya sendiri, yang bertugas menghantam satelit target, hanya seberat 13.6 Kilogram saja. Menurut salah satu perwira tinggi NORAD di era 90-an, “warhead” seberat 13.6 Kg tersebut, jika menghantam tepat, sudah bisa menghancurkan, bahkan, target sebesar almarhum stasiun luar angkasa Russia, Mir.

Kalau kita pernah membaca novelnya Tom Clancy Red Storm Rising, rudal ASAT ini lah salah satu bintang utamanya.

BACA JUGA :  Kisah F-4 Phantom vs MiG-21 di Perang Vietnam
Mayor Jendral (Purn) Pearson dan anaknya Capt. Pearson didepan Celestial Eagle
Mayor Jendral (Purn) Pearson dan anaknya Capt. Pearson didepan Celestial Eagle

Percaya atau tidak, 22 tahun kemudian, di tahun 2007, pesawat yang sama, F-15A Celestial Eagle buatan McDonnell Douglas di tahun 1977 itu masih bertugas. Pesawat tempur yang saat itu berusia 30 tahun itu telah menjadi bagian dari 125th Fighter Wing, Florida Air National Guard.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here