Monday, June 27, 2022
HomeBlog MiliterTeknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil

Teknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil

Teknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil – HobbyMiliter.com – Peristiwa 911 bisa jadi salah satu bukti bagaimana ancaman teror kian tak terduga. Apapun bisa dilakukan teroris, termasuk menembakkan rudal ke pesawat komersil. Begitu juga dengan kejadian MAS MH-17. Jadi jangan heran kalau kini teknologi antirudal pun sudah mulai dilirik pesawat komersil.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa jutaan perangkat rudal jinjing tersebar luas di pasar persenjataan dunia. Senjata-senjata ini bahkan bisa dengan mudahnya berpindah tangan. Bayangkan jika sampai jatuh ke tangan yang salah. Apapun atau siapapun bisa terancam.

Patut diperhatikan adalah sistem rudal terhitung memiliki kekuatan cukup mematikan. Katakanlah sistem rudal Rusia. Satu rudal jinjingnya bahkan mampu menjatuhkan pesawat jet penumpang di ketinggian hingga 15.000 kaki (4.600 m). MH-17 sendiri ditembak di ketinggian 33000 feet, walaupun bukan oleh rudal jinjing. Keefektifan rudal jinjing Amerika di Afghanistan maupun rudal jinjing China di Suriah  juga membuka mata dunia terhadap ancaman baru ini.

BACA JUGA :  Pertahanan Udara LY-80 Andalan Pakistan dan Cina

Ancaman serangan Man Portable Air Defense System (MANPADS) alias rudal jinjing terhadap pesawat komersil bukan sekadar isapan jempol. Sudah cukup banyak juga kasus tercatat. Menurut US State Department bahkan sejak era 1970-an, lebih dari 40 pesawat komersil menjadi sasaran MANPADS. Dari seluruh insiden, tercatat 400 nyawa melayang.

Rudal Panggul FN-6 Buatan China di tangan pemberontak Suriah.
Rudal Panggul FN-6 Buatan China di tangan pemberontak Suriah.

Pihak yang memberi perhatian khusus soal ancaman MANPADS terhadap pesawat komersil di antaranya adalah Department of Homeland Security (DHS) AS. Pemicunya, ketika tahun 2002 pesawat komersil Israel yang penuh turis, ditembak dua rudal Strella. Nasib baik,
si teroris gagal mengunci sasaran. Pesawat yang akan lepas landas dari Mombassa, Kenya tersebut pun berhasil lolos.

Sejak insiden tersebut, DHS mencari cara untuk melindungi pesawat komersil. Berbagai kemudahan dalam mendapatkan dan menggunakan senjata rudal sepertinya tak terhindarkan. Sementara perlindungan terhadap bandara maupun pesawat komersil masih sangat rapuh. Jadi bukan tak mungkin serangan teroris serupa akan terjadi lagi.

BACA JUGA :  C-390M Millennium Dipilih Belanda Gantikan C-130 Hercules

Pesawat sipil memang terhitung rentan terhadap rudal pencari panas. Cukup mengunci sasaran pada mesin pesawat di sayap yang penuh bahan bakar. Dijamin 90% kemungkinan kena. Untuk menghindar dari serangan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknologi antirudal.

Teknologi antirudal digunakan untuk menangkis serangan rudal dengan cara mendeteksi panas yang dikeluarkan dari roket. Selanjutnya, sistem antirudal akan menembakkan sinar laser yang akan mengacaukan sistem panduan rudal. Penggunaan sinyal untuk mengumpamakan serangan rudal telah digunakan di udara.

Teknologi antirudal bukanlah sesuatu yang baru. Pesawat militer dan pesawat pemerintahan di negara maju biasa dilengkapi perangkat untuk mengantisipasi serangan rudal. Masalahnya, seberapa jauh teknologi ini bisa diterapkan di pesawat komersial. Salah-salah, bukannya terhindar dari masalah, justru bikin masalah.

BACA JUGA :  Israel Kirim Tank Dan Meriam Artileri Di Perbatasan Dengan Suriah

Salah satu hai yang dikhawatirkan adalah bagaimana jika perangkat antisipasi yang terhitung eksplosif (misalnya chaff dan flare) tanpa sengaja meledak. Jika di wilayah negara lain jelas bakal bikin insiden diplomatik.

Di pesawat ini, sistem anti rudal JETEYE dari BAE SYSTEMS di uji coba dan sukses.
Di pesawat ini, sistem anti rudal JETEYE dari BAE SYSTEMS di uji coba dan sukses.

Terlepas dari berbagai kekhawatiran yang ada, toh kemungkinan untuk melengkapi pesawat komersil dengan sistem antirudal tetap dijajaki. Teknologi ini pada kenyataannya memang tengah dipertimbangkan oleh sejumlah airline di Eropa. Di antaranya British Airways.

Sejak 2004, BAE Systems telah mengembangkan sistem JetEye. Sistem ini dirancang untuk melindungi pesawat komersil dari ancaman rudal infrared. Rancangan sistem JetEye berbasiskan pada sistem Advanced Threat Infrared Countermeasures (ATIRCM) yang awalnya dikembangkan untuk melindungi pesawat militer.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

51-uss-illinois-resmi-beroperasi-michelle-obama

US Navy Terima Kapal Selam USS Illinois, Disponsori Oleh Michelle Obama

0
Hobbymiliter.com - Angkatan Laut AS (US Navy) resmi menerima kapal selam tempur yang disponsori oleh Ibu Negara Michelle Obama, yakni USS Illinois. Kapal selam...

Recent Comments