Monday, November 23, 2020
Home Blog Militer Teknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil

Teknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil

Teknologi Anti Rudal Untuk Pesawat Sipil – HobbyMiliter.com – Peristiwa 911 bisa jadi salah satu bukti bagaimana ancaman teror kian tak terduga. Apapun bisa dilakukan teroris, termasuk menembakkan rudal ke pesawat komersil. Begitu juga dengan kejadian MAS MH-17. Jadi jangan heran kalau kini teknologi antirudal pun sudah mulai dilirik pesawat komersil.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa jutaan perangkat rudal jinjing tersebar luas di pasar persenjataan dunia. Senjata-senjata ini bahkan bisa dengan mudahnya berpindah tangan. Bayangkan jika sampai jatuh ke tangan yang salah. Apapun atau siapapun bisa terancam.

Patut diperhatikan adalah sistem rudal terhitung memiliki kekuatan cukup mematikan. Katakanlah sistem rudal Rusia. Satu rudal jinjingnya bahkan mampu menjatuhkan pesawat jet penumpang di ketinggian hingga 15.000 kaki (4.600 m). MH-17 sendiri ditembak di ketinggian 33000 feet, walaupun bukan oleh rudal jinjing. Keefektifan rudal jinjing Amerika di Afghanistan maupun rudal jinjing China di Suriah  juga membuka mata dunia terhadap ancaman baru ini.

Ancaman serangan Man Portable Air Defense System (MANPADS) alias rudal jinjing terhadap pesawat komersil bukan sekadar isapan jempol. Sudah cukup banyak juga kasus tercatat. Menurut US State Department bahkan sejak era 1970-an, lebih dari 40 pesawat komersil menjadi sasaran MANPADS. Dari seluruh insiden, tercatat 400 nyawa melayang.

Rudal Panggul FN-6 Buatan China di tangan pemberontak Suriah.
Rudal Panggul FN-6 Buatan China di tangan pemberontak Suriah.

Pihak yang memberi perhatian khusus soal ancaman MANPADS terhadap pesawat komersil di antaranya adalah Department of Homeland Security (DHS) AS. Pemicunya, ketika tahun 2002 pesawat komersil Israel yang penuh turis, ditembak dua rudal Strella. Nasib baik,
si teroris gagal mengunci sasaran. Pesawat yang akan lepas landas dari Mombassa, Kenya tersebut pun berhasil lolos.

BACA JUGA :  Belarus Tampilkan UAV Yastreb

Sejak insiden tersebut, DHS mencari cara untuk melindungi pesawat komersil. Berbagai kemudahan dalam mendapatkan dan menggunakan senjata rudal sepertinya tak terhindarkan. Sementara perlindungan terhadap bandara maupun pesawat komersil masih sangat rapuh. Jadi bukan tak mungkin serangan teroris serupa akan terjadi lagi.

Pesawat sipil memang terhitung rentan terhadap rudal pencari panas. Cukup mengunci sasaran pada mesin pesawat di sayap yang penuh bahan bakar. Dijamin 90% kemungkinan kena. Untuk menghindar dari serangan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknologi antirudal.

Teknologi antirudal digunakan untuk menangkis serangan rudal dengan cara mendeteksi panas yang dikeluarkan dari roket. Selanjutnya, sistem antirudal akan menembakkan sinar laser yang akan mengacaukan sistem panduan rudal. Penggunaan sinyal untuk mengumpamakan serangan rudal telah digunakan di udara.

Teknologi antirudal bukanlah sesuatu yang baru. Pesawat militer dan pesawat pemerintahan di negara maju biasa dilengkapi perangkat untuk mengantisipasi serangan rudal. Masalahnya, seberapa jauh teknologi ini bisa diterapkan di pesawat komersial. Salah-salah, bukannya terhindar dari masalah, justru bikin masalah.

Salah satu hai yang dikhawatirkan adalah bagaimana jika perangkat antisipasi yang terhitung eksplosif (misalnya chaff dan flare) tanpa sengaja meledak. Jika di wilayah negara lain jelas bakal bikin insiden diplomatik.

Di pesawat ini, sistem anti rudal JETEYE dari BAE SYSTEMS di uji coba dan sukses.
Di pesawat ini, sistem anti rudal JETEYE dari BAE SYSTEMS di uji coba dan sukses.

Terlepas dari berbagai kekhawatiran yang ada, toh kemungkinan untuk melengkapi pesawat komersil dengan sistem antirudal tetap dijajaki. Teknologi ini pada kenyataannya memang tengah dipertimbangkan oleh sejumlah airline di Eropa. Di antaranya British Airways.

BACA JUGA :  Fire Power Kyai Samber Langit

Sejak 2004, BAE Systems telah mengembangkan sistem JetEye. Sistem ini dirancang untuk melindungi pesawat komersil dari ancaman rudal infrared. Rancangan sistem JetEye berbasiskan pada sistem Advanced Threat Infrared Countermeasures (ATIRCM) yang awalnya dikembangkan untuk melindungi pesawat militer.

Fokus program terutama bekerjasama dengan para ahli dari industri airline. Hal ini untuk menjamin sistem yang dikembangkan pas dengan infrastruktur pesawat komersii. Untuk tahap ISI, program DHS menganggarkan dana sebesar 109 juta dollar AS dan melibatkan dua pihak yang paling terkait. Yaitu BAE dan American Airlines.

American Airlines menyediakan layanan teknis yang penting bagi pengembangan dan pemulusan konsep instalasi, operasi, dan dukungan sistem JetEye. Dalam mengembangkan instalasi JetEye, BAE Systems melakukan pendekatan yang meminimalisir bentrokan dengan sistem pengoperasian airline.

Bersama American Airlines Maintenance and Engineering Services, BAE systems mengujicobakan JetEye. American Airlines menyediakan pesawat B767 sebagai fasilitas penguji. Sebagai uji coba, tahun 2006 BAE memasang JetEye pada Boeing B767 yang tidak digunakan secara komersil.

Januari lalu, BAE System dari inggris memenangi kontrak senilai 29 juta dollar AS dari DHS untuk menguji-coba JetEye pada pesawat penumpang. Alat antirudal akan dipasang pada perut pesawat B767-200 yang terbang operasional. Tetapi bukan penerbangan reguler berpenumpang.

Bersamaan dengan itu. American Airlines mengumumkan pihaknya akan memasang teknologi antirudal pada tiga pesawatnya. Langkah ini merupakan tahap terkini untuk menguji teknologi tersebut. Tes yang dilakukan akan mengetes sejauh mana sistem antirudal bertahan dalam penerbangan sulit.

Selain menguji efektifitas sistem antirudal yang dikembangkan, American Airlines
juga mengumpulkan berbagai informasi penting. Antara lain untuk mengetahui seberapa jauh perangkat antirudal berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Faktor ini penting karena akan mempengaruhi biaya operasional airline.

BACA JUGA :  Jepang Siapkan 240 Milyar Dollar AS Untuk Anggaran Pertahanan

Dengan harga per unit JetEye yang mencapai 1 juta dollar AS, JetEye ibaratnya polis asuransi mahal. Kecil kemungkinannya bagi kebanyakan airline untuk memasang perangkat semahal JetEye. Belum lagi kemungkinan meningkatnya hambatan akibat tambahan bobot perangkat yang bisa berdampak pada efisiensi biaya. Airline mungkin baru akan berpikir setelah ancaman serangan rudal terbukti. Dan tentu saja itu sudah terlambat.

Perbandngan JETEYE vs Guardian.
Perbandngan JETEYE vs Guardian.

Langkah pengujian jelas semakin maju, namun sejumlah pihak masih kurang setuju untuk memasang perangkat anti rudal pada pesawat komersil. Di antaranya beranggapan, pertahanan rudal paling baik adalah dengan mencegah teroris mendapatkan rudal yang bisa menjatuhkan pesawat komersil. Selain itu dengan meningkatkan pengamanan di sekitar bandara.

Di sisi lain, sebagian dari mereka tetap setuju dengan uji coba anti rudal yang dilakukan. Alasannya, untuk lebih memahami teknologi yang bisa jadi dibutuhkan di masa depan. Kongres AS pun menyetujui pendanaan sebatas untuk penelitian. Karena biar bagaimanapun tetap ada kekhawatiran serangan teror rudal pada pesawat komersil.

Menurut pihak BAE, sistem JetEye aman, mudah dalam penggunaan dan perawatan. Yang paling penting, JetEye dirancang sesuai dengan regulasi FAA (Federal Aviation Administration) Amerika. Kelak sistem antirudal untuk pesawat komersil diyakini akan disetujui penggunaannya di seluruh dunia. Sebagaimana teknologi militer lain yang juga berkembang penggunaannya di dunia sipil seperti GPS, misalnya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua