Monday, November 23, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN – HobbyMiliter.com. Tampilan fisik luar pesawat jaman perang Vietnam ini nyaris tidak berubah selama 40 tahun masa hidupnya. Namanya kecilnya (nickname) pun imut, Tweet, walau secara resmi, ketika menjadi pesawat penyerang, dia dijuluki Dragonfly alias capung. Namun jangan sangsikan aksinya di Vietnam atau di Amerika Latin. Ganas euy!

Awalnya, pada 12 Oktober 1954, Cessna berhasil menerbangkan pesawat baru yang diberi kode pabrik Model 318 alias kode USAF XT-37 di Wichita, Kansas. Bodi XT-37 sepenuhnya terbuat dari metal dengan desain sayap lurus kaku. Desainnya bisa dikata pendek namun terihat tegap dengan ruang pandang sangat luas. Jika dilihat dari depan, bodi pesawat terlihat cukup pipih dan karena itu ada yang bilang pesawat ini menerapkan konsep minimalis.

Anehnya walau bentuknya disebut seperti kecebong, pesawat ini malah diberi julukan Tweet, burung kecil dan umum dikenal lewat image tokoh kartun Tweety Bird dari serial Looney Tunes. Nama ini diambil karena tinggi T-37 terlihat seperti burung Tweet. Fungsi utamanya: pesawat latih.

Setelah produksi, T-37A (Cessna 318A) umumnya menggantikan Beech T-34A Mentor sebagai pesawat latih dasar di lingkungan AU AS. Seiring waktu, AU AS pun mengadopsi T-37B (Model 318B) pada 6 November 1959. Lebih dari 200 varian ini masih operasional hingga 2009-2012, tidak termasuk yang digunakan di unit-unit udara lainnya di berbagai negara. Mesin versi awal Continental J69-T-9 920 pon terakhir sudah diganti
dengan J69-T-5 berdaya 1.025 pon. Modifikasi ini dilakukan untuk membuat versi A tetap terbang.

Di lingkungan AB AS, sebenarnya pihak US Army pernah mencoba untuk mengembangkan versi bersenjata A-37 namun dihalang-halangi oleh pihak USAF yang kemudian memiliki namun dioperasionalkan dengan setengah hati. Buktinya kemudian AU menjual sejumlah T-37C kepada negara lain dibawah program Military Assistance Program.

Penjualan ini tentu saja diiringi dengan pengurangan performa. Dudukan senjata di bawah sayap disisakan satu saja dengan setiap wing tip mampu menyimpan 246 liter bahan bakar. Walau berat lepas landas maksimum (MTOW) naik 22% menjadi 8.000 pon, mesin J69 tidak disertakan di pesawat yang dilego ini.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Sewaktu beroperasi di atas hutan Vietnam Selatan.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Sewaktu beroperasi di atas hutan Vietnam Selatan.

Pesawat Perang Vietnam

Pada tahun 1962, dua T-37B pernah dievaluasi oleh Special Air Warfare Center USAF di Eglin AFB, Florida. Evaluasi dilakukan terhadap kemampuan gotong senjata pesawat yang memiliki MTOW 8.700 pon atari hampir 33% di atas MTOW asli.

Hasil evaluasi, sejumlah komponen kemudian dikirim ke Cessna dan pesawat dikonversi menjadi YAT-37D dengan tiga pylon per sayap. Bahan bakar di wing tip juga naik menjadi 360 liter dan tanki bahan bakar internal dilindungi pelapis khusus. Sementara di hidung sekarang terpasang senapan mesin General Electric GAU-2A/B Gatling-type Minigun dengan 1.500 peluru kaliber 7,62 mm.

BACA JUGA :  Jepang Kirim Pasukan Beladiri Untuk Bantu Proyek TNI AL

Selain itu, sayap dan leher gantungan senjata di sayap sedikit diperkuat untuk membuatnya aman beroperasi di medan tak bersahabat. Dua mesin General Electric J85-J2/5 yang lebih kuat, dipasangkan untuk menjadikan pesawat mencapai performa tertingginya dengan MTOW 11.700 pon.

Penerbangan perdana pesawat pertama YAT-37D dilakukan pada 22 Oktober 1963. Karena sejumlah friksi di tubuh USAF dan keraguan antara keperluan terhadap pesawat latih dan COIN (counterinsurgency), prototipe kedua akhirnya dikirim ke Museum AU AS di Wright-Patterson AFB. Nasib yang naas.

Diluar soal nasib A-37 di AU AS, sebulan sebelumnya Presiden Lyndon B Johnson memenangkan kampanye dalam pemilihan umum nasional. Dalam sebuah pidatonya selama pemilihan, Johnson menyitir otoritas yang diperolehnya dari Kongress pada 7 Agustus 1964 ketika Resolusi Teluk Tonkin memberi hak kepadanya untuk mengirim pasukan AS untuk membantu Vietnam Selatan dalam menghadapi infiltrasi Komunis dari utara.

Konsekuensinya, pada 23 Agustus 1966 AU AS sudah siap dengan T-37 bersenjata dengan tugas sebagai pesawat serang. Sedikit modifikasi dilakukan dengan menambahkan roket JATO (jet assisted take off) agar jarak take off menjadi lebih pendek. Bukan apa apa, USAF masih menyangsikan kapasitas landasan udara yang akan digunakannya di asia tenggara waktu itu. Prototipe kedua yang sudah menghuni museum, ditarik kembali untuk dipersiapkan mengikuti pengujian.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Persenjataan yang bisa dibawa.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Persenjataan yang bisa dibawa.

Sementara Cessna menerima kontrak dari USAF System Command guna memodifikasi 39 T-37B versi awal menjadi AT-37D. Hasil konversi pertama dikirim pada 2 Mei 1967 dan tiga bulan kemudian pesawat ini sudah beroperasi di Vietnam. Semuanya dibuat ngebut.

Dengan mesin berdaya 2.450 pon, 25 A-37A dari Skadron Komando Udara 60, Pusat Persenjataan Tempur Taktis dari Lanud England, Louisiana, ditempatkan di Bien Hoa dekat Saigon. Armada ini ditempatkan selama tiga bulan evaluasi dibawah kode proyek Combat Dragon.

Enam tugas dibebankan kepada A-37: dukungan bersenjata untuk heli pembawa pasukan, patroli udara tempur mendukung konvoi truk, pengintaian bersenjata, pengawasan udara depan dan interdiksi malam.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN.

Pelatihan instruktur pilot telah dimulai di lanud England pada 29 Maret 1967. Setelah seluruh pesawat dipindahkan ke Vietnam menggunakan C-141 Starlifter, pengujian dimulai pada 15 Agustus. Setiap harinya diterbangkan 12 sorti. Operasi serangan udara pertama baru dilaksanakan pada 7 September. Sejak itu pula, A-37 mulai mendukung operasi perlawanan terhadap infiltran Komunis.

Operasi Combat Dragon selesai digelar pada Desember dengan 4.463 sorti operasi dalam 107 hari. Selama itu berhasil dijatuhkan lebih 19.000 amunisi. Menurut laporan pilot, Dragonfly sangat mudah diterbangkan dan lincah serta tetap stabil ketika menembak.

BACA JUGA :  Napi Nusakambangan Jadi Dalang Pengemboman Thamrin?

Sementara teknisi mengatakan bahwa perawatan A-37 sangat mudah, diluar dugaan mereka. Pesawat juga bisa segera disiapkan kembali ke garis depan dalam 90 menit. Karena itu tidak heran jika A-37 terbang sampai 10.000 sorti di Skadron 604 sampai Mei 1968. Sebuah pencapaian luar biasa untuk sebuah type baru yang sebenarnya hanya modifikasi untuk pengujian.

Kekaguman yang mencuat terhadap Combat Dragon diluar dugaan. Hanya dalam waktu sebulan masa pengujian, A-37 pertama yang secara khusus baru dibuat sudah terbang. Cessna mulai mengerjakan Model 318E dibawah kontrak pada 23 Januari 1968. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Cessna untuk meningkatkan kemampuan A-37.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Gambar cutaway drawing A-37
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Gambar cutaway drawing A-37

Mulai dari mesin, memperkuat sayap hingga tahan sampai 6 g, menyeimbangkan aileron untuk mengurangi tekanan selama manuver tempur sampai sejumlah pembenahan di bagian kokpit. Hasilnya A-37B memiliki daya dorong tiga kali lipat dibanding T-37B.

A-37B baru mulai memperkuat USAF sejak Mei 1968. Kebanyakan lalu dipindahkan ke Vietnam dimana A-37B terbang untuk AU Vietnam Selatan (SVNAF). Selama pengabdiannya di Vietnam, A-37 hanya mengalami sedikit petaka.

Menurut data, hanya dua yang hilang dalam pertempuran ditambah 14 hancur di darat baik oleh mortir maupun roket. Ukuran pesawat yang kecil dan kecepatannya yang rendah menjadikannya sulit dibidik pesawat tempur lain namun sebaliknya menjadi pengirim amunisi paling andal.

Dibawah bendera SVNAF, A-37B dioperasikan oleh Skadron Tempur 524. Para kru asli Vietnam Selatan mendapat pelatihan di Lanud England sebelum resmi beroperasi pada Maret 1969. Namun dengan hengkangnya AS dari Vietnam sejak 1969, karir A-37 AU AS di Vietnam pun usai. Skadron terakhir USAF yang berpangkalan di Bien Hoa ditarik pulang pada 1974.

Foto cockpit A-37 Dragonfly.
Foto cockpit A-37 Dragonfly.

Dari 577 A-37 yang sempat diproduksi hingga 1977, sebanyak 254 (44%) dioperasikan oleh SVNAF. Dari jumlah ini, 95 unit dicaplok dan digunakan oleh angkatan udara Vietnam bersatu selama beberapa tahun dan beberapa diberikan kepada sekutu Komunis seperti Polandia dan Soviet. Sekitar 92 unit sempat dilarikan ke AS dan kemudian dijual kepada sejumlah negara.

Dalam masa damai setelah perang, lusinan A-37 dijual kepada sipil penggemar pesawat tempur pada awal 1990. Tentunya dengan sistem persenjataan yang sudah dilucuti sebelumnya. Dan sekarang beberapa A-37 DragonFly milik sipil diterbangkan di Australia, Selandia Baru, AS dan Prancis. Awalnya 477 A-37B mulanya dikirim untuk AU AS, SVNAF dan AU Thailand (18). Sisanya sebanyak 101 unit dijual ke berbagai negara. Sekitar 135 Dragonfly yang terbang di AS, pada 1980 dikonversi menjadi OA-37B.

BACA JUGA :  Kisah F-4 Phantom vs MiG-21 di Perang Vietnam

Selain di negara yang disebut di atas, lusinan A-37 (atau OA-37B) beroperasi di sejumlah negara Amerika Latin. AS sendiri pernah sengaja mengirim A-37 ke El Salvador untuk mendukung pemerintah setempat menghadapi pemberontak Farabundo Marti National Liberation Front.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Mampu mengantarkan Mk 82 ke sasaran.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Mampu mengantarkan Mk 82 ke sasaran.

Pengiriman sebanyak 36 A-37 pada tahun 1982 itu dilakukan di bawah payung Operation Elsa. Selain itu A-37 juga memainkan peran vital dalam sejumlah konflik di Ekuador, Peru dan Honduras.

Peran A-37 DragonFly pada Drug War di Amerika Selatan

Selain digunakan untuk keperluan konflik bersenjata, A-37 juga banyak berperan dalam operasi pengejaran gembong narkoba atau pencegatan pesawat-pesawat ringan pembawa narkoba (drug interdiction) dan penyelundupan senjata. Sejumlah kasus bisa disebut seperti aksi A-37 Dominika menembak jatuh pesawat sipil Piper Navajo Chieftain N37490 di 1986 dengan temuan 500 kilogram kokain.

Antara tahun 1998-2000, A-37 Angkatan Udara Kolombia menembak jatuh lebih dari delapan pesawat ringan dengan kanon 20 mm. A-37 Angkatan Udara Peru berhasil memaksa mendarat sebuah Cessna A185E pada 20 April 2001 setelah memberondongkan senapan mesin kaliber 7,62 mm. Dua penumpang di Cessna yang tewas ternyata berkewarganegaraan AS.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN.

Operasi-operasi ini bisa sukses karena mendapat dukungan penuh dari AS dibawah program Air Bridge Denial (ABD) sejak 1990. Dengan atas nama menghentikan jalur narkoba di Amerika Latin, operasi ini turut melibatkan pesawat-pesawat intai E-3 AWACS atau EP-3E Aries.

Selain A-37, OV-10 Bronco termasuk pesawat yang jadi andalan untuk misi perburuan seperti ini. Kolombia termasuk negara yang mentandem keduanya, hingga tak heran sudah 58 pesawat berhasil diintersep. A-37 Guatemala yang mampu menggotong rudal AIM-9 Sidewinder juga sukses besar.

Dengan sejumlah kesuksesan setelah penggelaran A-37, tak heran jika Kolombia dan Peru berani menginvestasikan dana 30 juta dollar untuk mengupgrade sebanyak 23 unit A-37B agar bisa bertahan lebih lama lagi operasionalnya.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Lincah di ketinggian rendah.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Lincah di ketinggian rendah.

Program peningkatan yang mendapat bantuan dari program penangkalan narkoba AS ini, mencakup pemasangan sistem navigasi inersial Collin dan Global Positioning System (GPS) Garmin, overhaul peralatan radio dan pemasangan kabel-kabel baru. Prototipe yang dikonversi di AS ini sudah tiba Februari 2003 dari AS dan sisanya digarap oleh industri lokal.

Di jajaran AU AS, A-37 memang sudah menuntaskan pengabdiannya. Secara bertahap, peran sebagai pesawat latih dasar jet digantikan oleh Raytheon T-6A Texan II turboprop sejak 2001.

A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Posisi gatling gun di hidung.
A-37 Dragonfly, Pesawat Perang Vietnam Spesialis COIN. Posisi gatling gun di hidung.

Spesifikasi A-37 DragonFly

  • Awak : 2
  • Panjang : 8,62 meter
  • Wingspan : 10,93 meter
  • Tinggi : 2,7 meter
  • Berat kosong : 2,817 ton
  • MTOW : 6,350 ton
  • Mesin : 2x  General Electric J85-GE-17A turbojet
  • Kecepatan Maksimum : 816 km/j
  • Jarak Jangkau : 1480 Kilometer
Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

6 COMMENTS

Comments are closed.

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua