Tuesday, June 28, 2022
HomeBlog MiliterBerita MiliterKapal selam KRI Nanggala dengan 53 awak, hilang di Bali utara, insiden...

Kapal selam KRI Nanggala dengan 53 awak, hilang di Bali utara, insiden pertama di Indonesia

_118151409_antarafoto-krinanggala060212-1

Kapal selam KRI Nanggala dengan 53 awak, hilang di Bali utara, insiden pertama di Indonesia – hobbymiliter.com. 

Operasi pencarian terus dilakukan untuk kapal selam TNI Angkatan Laut KRI Nanggala 402 yang hilang di perairan di Bali utara, pada Rabu (21/04).

Dalam jumpa pers pada Kamis (22/04), Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Achmad Riad, mengatakan sebanyak lima kapal perang dan satu helikopter TNI AL sedang melaksanakan operasi pencarian.

Kelima kapal tersebut meliputi KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI Gusti Ngurah Rai 332, KRI Diponegoro 365, KRI dr. Soeharso 990, KRI Pulau Rimau 724 dan Helly Panther.

KRI Rigel 933 yang merupakan kapal survei hydro oseanografi juga sedang menuju lokasi. Kapal ini memiliki kemampuan deteksi bawah air. Kapal ini juga yang digunakan untuk beberapa operasi SAR yang lalu, seperti saat kejadian jatuhnya pesawat Lion Air di Tanjung Karawang dan Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu.

BACA JUGA :  Belarus Tampilkan UAV Yastreb

KRI Rigel, menurut Mayjen TNI Achmad Riad, diperkirakan tiba di lokasi pada Jumat (23/04) pukul 11.00 WITA.

TNI juga telah menerima bantuan dari Singapura dan Malaysia.

Singapura akan mengutus kapal penyelamat kapal selam yang mengalami kendala di bawah air. Kapal Swift Rescue ini diperkirakan tiba di lokasi pada Sabtu (24/04). Adapun Malaysia akan mengirimkan Kapal Rescue Mega Bakti yang diperkirakan tiba Senin (26/04).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan membantu pencarian dengan mengerahkan gabungan BPPT, Basarnas dan P3GL (Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan) dengan menggunakan kapal Basarnas.

Jejak bahan bakar 

Temuan serupa dilaporkan KRI REM 331 pada area seluas 150 m persegi.

Keterangan dari TNI AL menyebutkan analisa sementara menunjukkan, “kemungkinan saat menyelam statis terjadi black out (atau mati listrik) sehingga kapal tidak terkendali dan tidak melakukan prosedur kedaruratan sehingga kapal jatuh pada kedalaman 600-700 meter.

Di seputar area tenggelam menunjukkan “kemungkinan terjadinya tumpahan minyak di sekitar area tenggelam, kemungkinan terjadi kerusakan tangki BBM (retak) karena tekanan air laut atau pemberian sinyal posisi dari KRI NGL-402.”

Akan tetapi, berdasarkan keterangan Kapuspen TNI, Mayjen Achmad Riad, temuan tersebut “belum dapat disimpulkan sebagai bahan bakar kapal selam”.

Ditambahkannya, KRI REM 331 mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2.5 knots.

“Kontak tersebut kemudian hilang, sehingga masih tidak cukup data untuk mengidentifikasi kontak dimaksud sebagai kapal selam,” papar Mayjen Achmad Riad.

BACA JUGA :  India Luncurkan Satelit GSAT7A Untuk Digunakan Oleh AU India

_118146041_e7a83c65-8a79-4026-b27c-12dd902abfa0

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkapkan kepada BBC News Indonesia bahwa pencarian tidak akan berhenti dan akan dilakukan 24 jam. Dia juga mengungkapkan ini baru kali pertama kapal selam TNI AL hilang.

Julius mengatakan pencarian dilakukan di perairan Bali Utara dengan kedalaman sekitar 700 meter.

TNI AL juga telah mengirimkan distres ISMERLO ( International Submarine Escape and Rescue Liaison officer). Keterangan lain menyebutkan terdapat tumpahan minyak di lokasi kontak terakhir.

Ketika ditanya mengapa bisa hilang, Julius mengatakan, “Kapal ini sudah 40 tahun lebih, dengan risiko tekanan yang cukup besar, materialnya cukup bisa lelah.”

KRI Nanggala 402 dibuat di HDW (Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman pada 1977 dan mulai digunakan pada 1981, dengan kecepatan jelajah 21,5 knot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

MiG-31, pesawat yang akan digantikan MiG-41

Pesawat Tempur Pencegat Supercepat MiG-41 Akan Terbang Lebih Cepat Dari Rudal

0
Hobbymiliter.com - Pesawat Tempur Pencegat Supercepat MiG-41 Akan Terbang Lebih Cepat Dari Rudal. Pesawat pencegat supercepat MiG-41, memang masih berupa konsep diatas kertas yang sedang...
Beechcraft Baron, Pesawat Sejenis yang Dioperasikan TNI-AL

Pesawat Latih Baru TNI AL

Recent Comments