Wednesday, July 28, 2021
HomeBlog MiliterDiluncurkan di Natuna, KRI Alugoro-405 Jadi Kekuatan Pemukul Strategis di Laut

Diluncurkan di Natuna, KRI Alugoro-405 Jadi Kekuatan Pemukul Strategis di Laut

panglima-tni-marsekal-tni-hadi-tjahjanto-kedua-kanan-bersama_210406204551-702

Diluncurkan di Natuna, KRI Alugoro-405 Jadi Kekuatan Pemukul Strategis di Laut – hobbymiliter.com –

Kemampuan industri stategis dalam negeri untuk memproduksi Alat Utama Sistem Persenjataan (alutsista) bagi TNI, kini semakin andal dan modern. PT PAL Indonesia (Persero) bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan berhasil merampungkan pembuatan kapal selam pertama buatan industri pertahanan dalam negeri.

Kapal Selam yang diberi nama Alugoro-405 itu diluncurkan Panglima TNI Hadi Tjahjanto di Fasilitas Pelabuhan TNI AL Selat Lampa, Ranai, Natuna. “Apa yang ada dihadapan kita sekarang adalah bukti kehebatan dan kecintaan anak bangsa kepada negaranya serta kecintaannya kepada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebuah karya terbaik yang dihasilkan dari kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan,” ujar Panglima Hadi.

BACA JUGA :  KRI Frans Kaisiepo 368 Dan KRI John Lie 358 Tiba Di Subic Bay Filipina

Menurut Panglima TNI, kapal selam menjadi kekuatan pemukul strategis yang sangat diperhitungkan dalam peperangan modern. Sejak kemunculannya di awal abad XX dan perkembangannya yang pesat sampai saat ini, kapal selam telah menjadi game changer dalam mandala perang laut

“Kemampuannya untuk mengintai dan menyerang sasaran tanpa terdeteksi menjadi kombinasi mematikan yang harus diperhitungkan dalam kalkulasi tempur lawan,” ujarnya.

Pengadaan Kapal Selam Alugoro-405 merupakan salah satu program pembangunan kekuatan pertahanan khususnya untuk Matra Laut. Sebelum Alugoro-405, Kementerian Pertahanan telah memiliki kapal selam KRI Cakra-401, KRI Nanggala-402, KRI Nagapasa-403, dan KRI Ardadedali-404. Kendati menurut perkiraan untuk mencapai kekuatan pokok minimum atau dikenal dengan istilah minimum essential forces diperlukan setidaknya 12 kapal selam untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Dari laman resmi TNI, asal usul nama Alugoro diambil dari nama sebuah senjata pemukul yang dimiliki oleh tokoh pewayangan Prabu Baladewa. Senjata tersebut berupa Gada yang digunakan oleh para ksatria atau bangsawan lainnya.

BACA JUGA :  Bell V-22 Osprey PENERBAD Untuk Skadron Heli Angkut Berat TNI AD?

Senjata itu disebut mampu menghancurkan kepala orang yang dipukulnya dalam sekali pukulan. Senjata ini dianggap sakti karena pemberian dari dewa yaitu Batara Guru, sebagai hadiah pada waktu Prabu Baladewa menikah dengan Dewi Erawati.

Seperti halnya sebuah gada, postur KRI Alugoro-405 memiliki sosok dengan Panjang kapal mencapai 61,3 meter, dan tubuhnya berwarna hitam legam. Bobotnya mencapai 1.800 ton dan mampu menyelam sampai kedalaman lebih dari 250 meter di bawah permukaan laut.

Dalam sebuah uji coba awal Maret lalu (4/3/2021), kapal ini mampu menyelam hingga kedalaman 310,8 meter di Perairan Utara Bali. Uji coba selam yang dinamakan tactical diving depth ini langsung dipantau oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Budiman Saleh.

BACA JUGA :  Potong Birokrasi, US Navy Gunakan Pusat Komando di AS Untuk Awasi Laut Cina Selatan

“Kapal ini akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai senjata yang memiliki daya hancur yang besar dalam setiap peperangan. KRI Alugoro-405 merupakan kapal selam ketiga jenis diesel elektrik,” dikutip dari keterangan resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) .

Kapal jenis diesel elektrik sebelumnya, sebut Dispenal, ialah KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404. KRI Alugoro-405 disebut kapal selam pertama buatan dalam negeri karena dirakit di fasilitas milik PT PAL di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

“Memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan sekitar 21 knot di bawah permukaan air. Mampu berlayar lebih dari 50 hari,” terang Dispenal.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua