Saturday, August 30, 2025
HomeBlog MiliterReferensiLatar Belakang dan Sejarah Penyelesaian Konflik Sampit

Latar Belakang dan Sejarah Penyelesaian Konflik Sampit

Dari penyerangan ini sehingga membuat sekitar 1335 orang berasal dari suku Madura mengungsi.

Sejarah Penyelesaian Konflik Sampit

Pada tanggal 18 Februari 2001, suku dayak akhirnya bisa menguasai kota sampit. Tetapi polisi berhasil menahan seorang pejabat lokal, karena dugaan menjadi dalang dari pecahnya konflik di sampit. Orang ditahan tersebut diduga telah membayar 6 orang untuk melakukan provokasi kerusuhan yang ada di Sampit.

Kemudian ribuan warga Dayak mengepung kantor polisi yang berada di Palangkaraya dan meminta pembebasan tahanan. Permintaan tersebut dikabulkan polisi di tanggal 28 Februari 2001.

Pada saat itu militer berhasil membubarkan massa dari Suku Dayak yang ada di jalanan. Dari konflik Sampit ini ada sekitar 100 warga Madura yang terpenggal kepalanya oleh suku Dayak.

Sejarah penyelesaian konflik sampit mulai mereda ketika pemerintah berhasil meningkatkan keamanan. Caranya adalah dengan menangkap para provokator, dan melakukan evakuasi warga.

Untuk memperingati akhir konflik sampit, dibuatlah sebuah perjanjian damai antara Suku Dayak dan Suku Madura. Agar Perjanjian damai tersebut bisa diingat terus maka dibentuklah tugu perdamaian di Sampit.

Jadi itulah tadi sejarah penyelesaian konflik sampit yang dilakukan pemerintah. Semoga dengan adanya informasi sejarah ringkas ini bisa membuat kamu memahami sejarah tentang konflik sampit dengan lebih jelas.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Drone Buatan PT Dirgantara Indonesia Bisa Tembakkan Rudal

Drone Buatan PT Dirgantara Indonesia Dirancang Nantinya Bisa Tembakkan Rudal

2
Hobbymiliter.com - Saat ini PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sedang mengembangkan drone atau Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) jarak menengah atau Medium Altitude Long Endurance...