Monday, November 23, 2020
Home Blog Militer STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam konteks pertahanan adalah ia mampu memproduksi dan menyerap alutsista buatan dalam negeri dan untuk tujuan ekspor.  Dalam artikel ini akan sedikit dibahas mengenai STRIL, sebuah sistem Koordinasi pertahanan udara dan datalink (C2) yang dimiliki AU Swedia (Flygvapnet).

Posisi Swedia dalam perang dingin.

Bahwa Swedia, seperti halnya negara-negara diluar tirai besi, menganggap adanya ancaman serangan dari Uni Soviet dan satelit-satelitnya. Dengan demikian diperlukan suatu sistem pertahanan yang bersifat komprehensif. Dalam hal ini angkatan udara Swedia atau Flygvapnet menginisiasi suatu rencana pertahanan yang disebut Bas 60 atau Flygbassystem 60.

Bas 60 dan pengembangan sistem koordinasi untuk Flygvapnet

Sebagai inisiatif untuk menangkal serangan Uni Soviet, Militer Swedia melakukan inisiatif yang disebut “Bas 60” atau “Flygbassystem 60”. Dalam inisiatif ini, Militer Swedia membangun infrastruktur pangkalan udara dengan paradigma dispersal atau penyebaran aset udara.  Inisiatif Bas 60 ini sendiri dimulai pada tahun 1954. Konstruksi daripada infrastruktur untuk rencana tersebut dimulai pada tahun 1958.

Selain metode penyebaran untuk armada udaranya, Flygpanet atau Angkatan udara Swedia juga menyiapkan skema lain yaitu Stril atau sistem tukar data/datalink nasional. Awal dari sistem ini adalah Stril 40, dilanjutkan dengan Stril 60 hingga yang terbaru yaitu Stril 90. Adapun perbedaan dari elemen pertahanan udara diatas adalah pada C2 (Command and Control).

STRIL (Stridsledning och Luftbevakning). sistem koordinasi pertahanan udara Swedia

Inovasi yang dilakukan oleh Swedia selain daripada Bas 60 adalah STRIL yang pada dasarnya merupakan suatu bentuk C2 (Command and Control) Nasional. Sistem ini kurang lebih berawal pada periode 1947.  Awal dari sistem Stril ini adalah pada tahun 1947 atau 2 tahun setelah perang dunia kedua. Berikut ini akan dibahas sedikit mengenai sistem koordinasi udara Stril milik Swedia.

BACA JUGA :  Latihan Terbang Kota Penerbad

STRIL-40

Setelah perang dunia kedua, Swedia mengadopsi sistem surveillance atau peringatan dini Stril-40. Sistem ini adalah masih “lawas” karena mengandalkan elemen pengamat manusia sebagai sumber informasi.

Human Observer-stril 40
Pengamat manusia untuk Stril-40

Dalam sistem ini koordinasi antara pengamat dan pusat komando dilakukan melalui telepon.

STRIL-50

Inisiasi STRIL-50 dimulai pada tahun 1948, namun rencana ini dipercepat setelah Catalina Affair tahun 1952. Dimana Soviet menembak jatuh DC-3 dan 3 hari kemudian pesawat Amfibi Catalina yang melakukan SAR (Search and Rescue).  Ancaman serangan udara Soviet dianggap meningkat sehingga diperlukan elemen koordinasi yang lebih modern.

Stril-50 Radar
Elemen radar dari Stril 50

Pada Stril-50, diperkenalkan elemen baru yaitu Radar.  adanya sensor radar memungkinkan pengawasan dalam jarak yang lebih jauh dan pada hampir segala cuaca dan waktu. Koordinasi pada sistem ini sudah menggunakan radio untuk memandu pesawat tempur.

STRIL-60

Salah satu terobosan yang disadari oleh Flygpanet adalah bahwa sistem koordinasi dengan radio “biasa” atau “radio chatter” adalah rawan serangan elektronika lawan. Dengan demikian diperlukan suatu sistem untuk memandu pesawat tempur dengan lebih aman.

STRIL-60
Stasiun komunikasi Stril-60

Flygvapnet kemudian menginisiasi Stril-60. Pada sistem ini dikenalkan pertama kali sistem tukar data secara digital.  Pada sistem ini elemen sensor akan langsung menyalurkan data ke instrumen pesawat. Keuntungan sistem ini dibandingkan dengan komunikasi suara lewat radio adalah kesenyapan dan secara umum sistem ini dapat lebih sulit untuk diganggu upaya pengacakan lawan.

BACA JUGA :  Pesawat Marinir AS MV-22 Osprey Jatuh Di Okinawa

Sistem ini dipasang pertama kali untuk memandu  SAAB Draken. Beroperasi pada tahun 1963 untuk varian awal SAAB Draken, varian lanjutan dari sistem ini beroperasi tahun 1965.

article_link16_04_draken_56
SAAB Draken, pengguna datalink digital pertama AU Swedia

article_link16_03_draken_cockpit
kokpit SAAB-Draken.

Datalink digital ini sendiri disebut dengan “A/G Datalink”.  Pada SAAB Draken, data dari sistem Stril-60 diterima melalui frekuensi radio. Salah satu fitur daripada datalink A/G ini adalah ketahanan daripada pengacakan elektronik lawan yang didapat melalui penggunaan antenna yang menghadap ke-belakang,atau selalu menghadap ke stasiun pemancar.  Dengan demikian dibutuhkan pengacak/jammer dengan daya yang relatif besar agar efek daripada jamming dapat “masuk” menganggu penerimaan.

article_link16_02_stril60_operator
Konsol Radar Decca PS-08 untuk Stril-60

Sebagai elemen utama untuk memandu pesawat tempur ke sasarannya. Stril-60 memanfaatkan radar PS-08 sebagai pemandu utama. Radar buatan Inggris ini, dan tentunya radar pencari ketinggian pendampingnya, mampu memberikan data yang presisi.

 

Stril-60 Radar
Elemen Radar Stril 60

C2 Stril 60
Instalasi C2 pada Stril 60

STRIL-60 Generasi kedua.

Dengan munculnya pesawat generasi baru yaitu AJ-37/SAAB Viggen. Stril-60 mengalami modernisasi.  Teknologi baru yang diusung oleh “generasi kedua” daripada sistem koordinasi dan datalink ini adalah komputer digital.

article_link16_08_viggen_52
SAAB Viggen

Adanya elemen komputer digital bukan hanya sekedar mesin hitung jarak dan ketinggian, melainkan juga memungkinkan pembentukan pola terbang secara otomatis, dengan demikian armada SAAB-Viggen yang dipandu oleh sistem generasi kedua ini akan dapat langsung menerima data posisi lawan yang menguntungkan dari segi penembakan senjata. Jadi data yang diterima pilot akan berupa arahan untuk terbang yang kalau dituruti ya akan menempatkan pilot pada posisi optimal untuk menembakkan senjatanya.

BACA JUGA :  Lagi, Pesawat Pengebom US Air Force Unjuk Gigi Di Perbatasan Korut

Implementasi sistem ini memungkinkan pencegatan terhadap sasaran cepat dan terbang tinggi, misalnya “Baltic Express” Dimana Viggen melakukan simulasi pencegatan terhadap pesawat SR-71 “Blackbird” yang kembali dari misi pengintaian di Uni Soviet. Hal ini dimungkinkan oleh sistem komputer Stril-60 generasi kedua tersebut yang dapat memperhitungkan dimana posisi yang tepat untuk mencegat Blackbird.

Presentasi data pada Pilot sendiri mengalami perubahan juga. Bilamana pada Stril-60 generasi awal, data digital hanya berupa angka atau arahan ketinggian, posisi dan kecepatan lawan. Pada generasi kedua ini, dengan adanya komputer maka presentasi data dapat berupa peta digital.

SAAB Viggen memiliki kokpit yang jauh lebih modern daripada Draken, dengan layar tersendiri untuk menampilkan situasi taktis.

article_link16_05_viggen_cockpit
Kokpit SAAB Viggen. Tampilan layar datalink ada pada bagian kanan atas

 

article_link16_06_viggen_tactical_display
Tampilan Data taktis SAAB Viggen.

Stril-90

BAS-90-768×678
Bas-90

Seiring dengan perkembangan zaman. Tentu Stril-60 ini dikembangkan lebih lanjut. Setelah Bas-60, dikembangkan lagi Bas-90. Prinsip dari Bas-90 ini adalah sama dengan Bas-60 namun dengan penyebaran aset yang lebih luas, termasuk diantaranya sistem koordinasi dan datalink baru. Datalink ini disebut dengan Stril-90.

Stril-90
Elemen Stril-90

Perkembangan dari Stril-90 ini bilamana dibandingkan dengan Stril-60 adalah lebih luasnya elemen yang dapat terhubung dan sensor. Bilamana Stril 60 banyak mengandalkan sensor darat. Stril-90 memasukkan elemen AEW/AWACS yaitu Erieye atau Argus S-100 lalu pesawat pengintaian elektronik S-102B “Korpen”.

Hasilnya adalah peningkatan drastis daripada kewaspadaan skuadron udara Militer Swedia. Selain itu Stril-90 juga menyediakan peningkatan dengan kompatibilitas dengan negara Asing sehingga memungkinkan latihan bersama dengan negara lain seperti Amerika Serikat atau anggota NATO lainnya.

Dhimas Afihandarin
Dhimas Afihandarinhttp://stealthflanker.deviantart.com
Pecinta militer, terutama yang berkaitan dengan topik Pertempuran elektronika dan desain alutsista.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua