HomeBlog MiliterReferensiKerajaan Kutai: Sejarah, Raja-Raja, Masa Kejayaan, dan Peninggalannya

Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja-Raja, Masa Kejayaan, dan Peninggalannya

Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja-Raja, Masa Kejayaan, dan Peninggalannya – HobbyMiliter.com – Apa saja sih peninggalan kerajaan Kutai yang bisa kita lihat secara langsung saat ini? Berdasarkan sejarah yang pernah kita ketahui bahwa kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua yang ada di Nusantara. Kerajaan Kutai berada di tepi sungai Mahakam yang ada di Muara Kaman, dekat dengan kota Tenggarong di Kalimantan Timur.

Sejarah Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai berdiri di Muara Kaman, Kalimantan Timur, dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu yang datang dari India. Pendiri dinastinya adalah Kudungga, yang namanya masih merupakan nama asli Indonesia. Putranya, Aswawarman, disebut dalam Yupa sebagai wangsakarta, yaitu pendiri dinasti, dan mulai memakai nama berbau Sanskerta. Ia digelari Dewa Ansuman, yang berarti dewa matahari yang terbit. Letak Kutai di tepi Sungai Mahakam sangat strategis karena sungai itu merupakan jalur perdagangan penting, sehingga kerajaan ini cepat berkembang menjadi pusat perdagangan dan penyebaran agama Hindu di Kalimantan.

Raja-Raja Kerajaan Kutai

Raja-raja Kerajaan Kutai yang tercatat dalam Prasasti Yupa antara lain:

  1. Kudungga, pendiri dinasti Kutai sekitar abad ke-4 Masehi.
  2. Aswawarman, putra Kudungga, pendiri dinasti (wangsakarta) yang digelari Dewa Ansuman.
  3. Mulawarman, putra Aswawarman, raja terbesar Kerajaan Kutai.
  4. Maharaja Marawijaya.
  5. Maharaja Nalaparipurna.
  6. Maharaja Paripurna.
  7. Maharaja Dharma Setia, raja terakhir Kerajaan Kutai.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Masa kejayaan Kerajaan Kutai terjadi pada pemerintahan Raja Mulawarman. Pada masa itu Kutai mengalami kemakmuran: rakyat hidup sejahtera, perdagangan di Sungai Mahakam ramai, dan hubungan dengan para brahmana sangat erat. Kemakmuran itu dicatat dalam Prasasti Yupa, yang menyebutkan Mulawarman mengadakan upacara sedekah berupa 20.000 ekor sapi kepada para brahmana di tanah Waprakeswara. Mulawarman juga disebut sebagai raja yang mulia dan terkemuka, dan pada masa pemerintahannya pengaruh Kutai meluas di Kalimantan Timur.

Adanya kerajaan Kutai bisa kita ketahui dari adanya peninggalan Prasasti atau Yupa yang berupa tiang batu. Dalam Yupa tersebut ditulis menggunakan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta. Yupa yang ditinggalkan dari peninggalan Kutai ini sejumlah 7 buah. Dan adanya peninggalan ini diperkirakan kerajaan Kutai didirikan di abad 5 Masehi atau 400 tahun Masehi.

Karena di dalam prasasti tersebut terdapat tulisan pallawa dan Sansekerta, maka menurut para ahli Kerajaan Kutai menganut agama Hindu. Fungsi dari adanya Yupa ini adalah adalah sebagai prasasti, lambang kebesaran raja dan tiang pengikat hewan untuk upacara korban keagamaan.

Ahli sejarah juga meyakini bahwa pada tulisan pada Yupa atau prasasti tersebut, Raja Kudungga berasal dari Indonesia.

Selain terdapat peninggalan Kutai berupa Yupa, masih ada bukti peninggalan lainnya. Beberapa bukti peninggalan Kutai bisa kita temukan di Museum Mulawarman yang ada di Kutai Kartanegara tepatnya di Kota Tenggarong.

Peninggalan Kerajaan Kutai

Berikut ini ada beberapa benda-benda peninggalan Kerajaan Kutai yang bisa kita lihat secara langsung, seperti :

  1. Kura-kura Emas
    Peninggalan Kutai yang bisa kamu temukan di Museum Mulawarman adalah Kura-Kura emas. Kura-kura emas ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang memiliki ukuran sebesar setengah kepalan tangan.
    Kura-kura emas ini adalah salah satu persembahan pangeran yang berasal dari Kerajaan China yang ditujukan kepada Aji Bidara Putih yang merupakan Putri Sultan Kutai.
  2. Ketopong Sultan Kutai
    Ketopong Sultan merupakan sebuah mahkota Raja dari Kerajaan Kutai yang terbuat dari bahan emas yang diperkirakan beratnya sampai sekitar 1,98 KG. Benda peninggalan kerajaan Kutai ini bisa kita lihat di Museum Nasional Jakarta.
    Di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara pada tahun 1890, Mahkota Ketopong Sultan ini ditemukan. Jika kamu mengunjungi museum Mulawarman kamu bisa melihat replikas dari Ketopong Sultan ini.
  3. Pedang Sultan Kutai
    Kamu juga bisa menemukan peninggalan Kutai di Museum Nasional Jakarta berupa Pedang Sultan Kutai. Pedang ini terbuat dari bahan emas yang padat dengan bagian gagang pedang memiliki ukiran seekor Harimau yang sedang akan menerkam musuh. Dan pada bagian ujung sarung pedang terdapat ukiran dengan bentuk seekor buaya.
  4. Kalung Uncal
    Kita juga masih bisa melihat peninggalan lainnya berupa Kalung Uncal yang memiliki berat sekitar 170 gram dan berbahan emas. Selain itu kalung ini juga terdapat hiasan liontin memiliki relief kisah Ramayana.
    Kalung Uncal jadi salah satu atribut yang digunakan oleh Sultan Kutai Kartanegara semenjak Kerajaan Kutai Martadipura ditaklukan dan dijajah.
  5. Kalung Ciwa
    Ada satu lagi peninggalan berupa kalung, kali ini adalah Kalung Ciwa yang sudah ada sejak kepemimpinan Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Peninggalan kerajaan Kutai ini ditemukan pada tahun 1890 di Danau Lipan, Muara Kaman.
    Saat ini Kalung Ciwa digunakan sebagai perhiasaan Kerajaan dan masih sering digunakan oleh Raja saat terdapat pesta pengangkatan Raja Baru dari Kerajaan Kutai.
  6. Prasasti Yupa
    Seperti yang sudah dijelaskan di awal tadi, peninggalan dari kerajaan kutai yang menjadi tanda adanya kerajaan ini adalah adanya Prasasti Yupa. Jadi adanya Yupa ini yang bertuliskan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa memiliki bentuk 3 tiang batu. Yang diperkirakan dulunya sering digunakan untuk mengikat kurban sebagai persembahan pada Dewa.
  7. Prasasti Kerajaan Kutai
    Kerajaan Kutai juga meninggalkan sebuah Prasasti. Dengan adanya prasasti ini kita jadi tahu bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan paling tua usianya dan merupakan kerajaan hindu pertama yang ada di Nusantara yang berawal dari Pulau Kalimantan.

Jadi itulah tadi yang bisa kami sampaikan tentang Peninggalan Kerajaan Kutai. Sebagian besar peninggalan dari Kerajaan Kutai bisa kita lihat langsung di Museum Mulawarman dan Museum Nasional Jakarta.

Runtuhnya Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai melemah setelah masa Mulawarman dan raja terakhirnya yang tercatat adalah Maharaja Dharma Setia. Pada abad ke-17 Masehi, Dharma Setia tewas dalam peperangan melawan Kesultanan Kutai Kartanegara yang telah memeluk Islam. Kekalahan itu mengakhiri riwayat Kerajaan Kutai (Martadipura) dan wilayahnya menjadi bagian dari Kutai Kartanegara. Era kerajaan di Nusantara kemudian berlanjut ke masa kerajaan-kerajaan Islam, yang peninggalannya dapat dibaca pada artikel peninggalan kerajaan Islam di Indonesia.

Artikel ini adalah bagian dari klaster kerajaan Hindu-Buddha kami. Baca ulasan induknya: Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, dan kerajaan tetangga sezamannya, Kerajaan Tarumanegara.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusuma
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

8-proyek-senjata-laser-inggris-dimulai

Inggris Resmi Mulai Proyek Pembuatan Senjata Laser

0
Hobbymiliter.com - Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris resmi memfinalisasikan perjanjian kontrak pertahanan dengan UK Dragonfire, sebuah tim peneliti industri yang dipimpin oleh produsen rudal MBDA....