AS Setujui Penjualan Rudal Anti Radiasi AGM-88E AARGM Ke Jerman. Tampak Dalam Foto Sebuah Jet Tempur Panavia Tornado Milik AU Italia Membawa Rudal AGM-88E AARGM. Jenis Rudal Yang Sama Nantinya Juga Akan Diintegrasikan Ke Pesawat Panavia Tornado Milik Luftwaffe.Sumber : Italian Air Forces

HobbyMiliter.com – AS Setujui Penjualan Rudal Anti Radiasi AGM-88E AARGM Ke Jerman. Pemerintah AS dikabarkan telah menyetujui penjualan sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AGM-88E Advanced Anti-Radiation Guided Missile AARGM kepada Jerman. Demikian dikabarkan dalam rilis resmi dari lembaga Defense Security Cooperation Agency (DSCA) yang dikeluarkan pada tanggal 28 Juni 2019. Rudal – rudal ini nantinya akan di integrasikan keatas pesawat jet tempur Panavia Tornado milik Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman).

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui permintaan pemerintah Jerman untuk dapat mengakuisisi sebanyak 91 unit sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AARGM untuk kemudian dapat di integrasikan dengan unit – unit jet tempur Panavia Tornado yang dioperasikan oleh Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman). Pengadaan unit – unit rudal anti radiasi tersebut dilakukan melalui lembaga dukungan pengadaan NATO atau NATO Support and Procurement Agency (NSPA). Komposisi nya, 91 unit rudal AGM-88E AARGM Live Munition dan 8 unit rudal untuk latihan atau Training Missile. Total biaya yang dikeluarkan oleh pihak Jerman untuk pengadaan kali ini sebesar 122,86 Juta Dollar AS.

Baca juga :   Beijing: AS Hanya Memperkeruh Suasana Di Laut Cina Selatan

Unit – unit sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AGM-88E AARGM tersebut dibeli oleh pemerintah Jerman dari Northrop Grumman selaku perusahaan produsen sistem senjata berbasis rudal anti radiasi tersebut. Selain pembelian unit – unit rudal anti radiasi, sebelumnya pada bulan Maret lalu telah santer diberitakan mengenai dimulainya pengembangan perangkat lunak Block 1 untuk mendukung proses integrasi sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AARGM yang menjadi bagian dari kegiatan transaksi Foreign Military Sales atau FMS antara pihak Amerika Serikat dengan pihak Jerman.

Baca juga :   Hamina Class FAC Siluman Laut Serba Bisa Dari Finlandia

Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman,red) membutuhkan rudal anti radiasi AARGM untuk menggantikan sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AGM-88B/C High-Speed Anti-Radiation Missile (HARM) besutan Raytheon yang telah dibeli oleh pemerintah Jerman sejak tahun 1988 silam. Kedua jenis rudal ini memegang peranan yang sama yakni menjadi unsur persenjataan utama yang digunakan dalam operasi SEAD atau Suppression of Enemy Air Defences. Operasi SEAD sendiri merupakan operasi tempur yang dilakukan untuk membungkam sistem senjata pertahanan udara lawan dalam rangka mengamankan ruang udara yang akan dilalui oleh pesawat milik pasukan kawan.

Baca juga :   Pesawat Tanker A330 MRTT Untuk AU Korea Selatan Jalani Test Penerimaan

Diperkirakan unit – unit rudal anti radiasi AARGM pesanan AU Jerman akan mulai tersedia pada tahun 2023. Proses integrasi rudal anti radiasi tersebut ke armada jet tempur Tornado milik Luftwaffe akan termasuk dalam bagian program Tornado ASSTA-4.2.

9 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here