Thursday, September 24, 2020
Home Berita Militer Dunia Militer Amerika AS Setujui Penjualan Rudal Anti Radiasi AGM-88E AARGM Ke Jerman

AS Setujui Penjualan Rudal Anti Radiasi AGM-88E AARGM Ke Jerman

AS Setujui Penjualan Rudal Anti Radiasi AGM-88E AARGM Ke Jerman – HobbyMiliter.com – Pemerintah AS dikabarkan telah menyetujui penjualan sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AGM-88E Advanced Anti-Radiation Guided Missile AARGM kepada Jerman. Demikian dikabarkan dalam rilis resmi dari lembaga Defense Security Cooperation Agency (DSCA) yang dikeluarkan pada tanggal 28 Juni 2019. Rudal – rudal ini nantinya akan di integrasikan keatas pesawat jet tempur Panavia Tornado milik Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman).

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui permintaan pemerintah Jerman untuk dapat mengakuisisi sebanyak 91 unit sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AARGM untuk kemudian dapat di integrasikan dengan unit – unit jet tempur Panavia Tornado yang dioperasikan oleh Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman). Pengadaan unit – unit rudal anti radiasi tersebut dilakukan melalui lembaga dukungan pengadaan NATO atau NATO Support and Procurement Agency (NSPA). Komposisi nya, 91 unit rudal AGM-88E AARGM Live Munition dan 8 unit rudal untuk latihan atau Training Missile. Total biaya yang dikeluarkan oleh pihak Jerman untuk pengadaan kali ini sebesar 122,86 Juta Dollar AS.

BACA JUGA :  Tiongkok dan Filipina Sepakat Berdiskusi Soal Sengketa Laut Cina Selatan

Unit – unit sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AGM-88E AARGM tersebut dibeli oleh pemerintah Jerman dari Northrop Grumman selaku perusahaan produsen sistem senjata berbasis rudal anti radiasi tersebut. Selain pembelian unit – unit rudal anti radiasi, sebelumnya pada bulan Maret lalu telah santer diberitakan mengenai dimulainya pengembangan perangkat lunak Block 1 untuk mendukung proses integrasi sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AARGM yang menjadi bagian dari kegiatan transaksi Foreign Military Sales atau FMS antara pihak Amerika Serikat dengan pihak Jerman.

BACA JUGA :  Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman,red) membutuhkan rudal anti radiasi AARGM untuk menggantikan sistem senjata berbasis rudal anti radiasi AGM-88B/C High-Speed Anti-Radiation Missile (HARM) besutan Raytheon yang telah dibeli oleh pemerintah Jerman sejak tahun 1988 silam. Kedua jenis rudal ini memegang peranan yang sama yakni menjadi unsur persenjataan utama yang digunakan dalam operasi SEAD atau Suppression of Enemy Air Defences. Operasi SEAD sendiri merupakan operasi tempur yang dilakukan untuk membungkam sistem senjata pertahanan udara lawan dalam rangka mengamankan ruang udara yang akan dilalui oleh pesawat milik pasukan kawan.

BACA JUGA :  Amerika Serikat Akan Luncurkan Drone MQ-1C Gray Eagle Ke Korsel

Diperkirakan unit – unit rudal anti radiasi AARGM pesanan AU Jerman akan mulai tersedia pada tahun 2023. Proses integrasi rudal anti radiasi tersebut ke armada jet tempur Tornado milik Luftwaffe akan termasuk dalam bagian program Tornado ASSTA-4.2.

9 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua