Mantan pilot skadron ini, Lt. Col. Tim “Sweet Lou” Kline di bukunya F-15 Eagle Engaged menggambarkan bagamaina sebuah pencegatan Tu-95 Bear biasanya terjadi. “Penerbangannya bersangsung sangat panjang, kami duduk dikokpit menunggu… Melihat ke lautan dibawah, hanya ada iceberg yang mengambang di laut dingin, dan mengisi bahan bakar dari tanker sambil berharap, seluruh peralatan refueling bekerja dengan baik, karena kami pasti berada sangat amat jauh dari Keflavik. Kadang jaraknya hingga 6 jam penerbangan.”

“Ketika mereka muncul, mereka tetap menjaga ketinggian. Seringkali kami cukup melakukan pengejaran saja, karena jika melakukan “lock-on” bukan saja hanya memberitahu mereka keberadaan kami, tetapi juga sama saja memberikan petugas EWO (Electronic Warfare Operator) Bear tersebut kesempatan untuk menyetting perangkat EW mereka dan memulai “perang electron” antara peralatan mereka dengan APG-63 di F-15 kami. Adalah suatu hal yang sangat penting untuk tidak membiarkan mereka tahu di jarak berapa radar kami bisa “lock-on” dan informasi elektronik lainnya yang bisa menjadi intel berharga bagi mereka.” Jelas Let. Col. Kline.

BACA JUGA :  Biografi Jenderal Sudirman: Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Pertama

Kalau ternyata pesawat yang dikejar itu pesawatnya maritime reconnaissance-nya AL Soviet, “mereka biasanya akan turun ke ketinggian 300-500 feet dan menurunkan kecepatan hingga 230 Knot, kemudian mulai menjatuhkan sonobuaoy, dan kami pun akan memberitahu AWACS agar bisa menandai lokasi sonobuoy tersebut untuk kepentingan intel. Ketika selesai, mereka pun berputar kembali ke utara, pulang ke Russia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here