Memperhatikan perangkat kerasnya, cockpit assembly simulator F-16 dibuat sangat mirip dengan aslinya. Namun, beda dengan simulator pesawat transpor sipil, jenis simulator F-16A ini memang jenis fixed-based atau tidak dilengkapi dengan sistem gerak (motion system). Pertimbangan utama tentu karena pesawat tempur mempunyai manuverabilitas sangat tinggi. Sehingga sistem gerak dinilai tidak ekonomis. Meski demikian tidak berarti pilot tidak bisa merasakan gerakan pesawat. Sistem G-seat mechanism digunakan sebagai pengganti untuk memberi efek gerak pesawat terhadap pilot dibantu dengan efek visual dalam layar kubahnya.

BACA JUGA :  Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Sehingga ketika pilot beraksi didalam simulator ini, akan sangat terasa sekali kursi gravitasi simulator penempur F-16 menekan-nekan saat melakukan manuver. Kesan terbang sesungguhnya makin terasa derlgan tambahan gemuruh mirip suara semburan jet buang F-16.

Peran Teknisi

Memelihara sebuah simulator canggih berharga mahal, agar tetap on service, dengan sumber daya manusia terbatas di lain pihak adalah suatu perjuangan tersendiri. Kendala umum jelas menyangkut suku cadang yang berharga mahal. Teknisi harus berpikir kreatif agar simulator tetap berfungsi dan bisa digunakan untuk menyokong program utama Skadron Udara 3 dalam membina keahlian para penerbang tempurnya. Di luar soal suku cadang, para teknisi simulator juga dituntut bisa menyelesaikan sendiri permasalahan menyangkut kerusakan perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kerusakan perangkat lunak tidak kalah peliknya. Bahkan bisa lebih rumit. Suatu ketika, sebuah sub program dalam komputer simulator berubah ownershipnya sehingga proses eksekusi menjadi kacau. Respon yang diberikan pesawat tidak sesuai dengan maksud penerbang maupun instruktur. Untuk menyelesaikannya, teknisi kemudian memutar semua ilmu yang pernah didapatnya. Membuka-buka buku pemograman khusus. Syukurlah dalam dua jam selesai.

BACA JUGA :  Kepala Intelijen MI5 Inggris: Rusia Kian Mengancam Keamanan Inggris

Sedang kerusakan perangkat keras, misalnya, terjadi jika motor pemutar proyektor rusak. Simulator tidak berfungsi utuh. Bila membeli pengganti harganya 22.000 dollar AS. Tim teknisi pun mengakali dengan membeli proyektor komputer display, harganya jadi lebih murah, hanya 5.750 dollar AS. Untuk bisa merawat simulator ini merupakan suatu prestasi. Lebih-lebih setelah ditinggalkan teknisi dari Inggris yang hanya satu tahun di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here