Saturday, October 24, 2020
Home Blog Militer Sejarah Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Maritim Terbesar Di Indonesia

Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Maritim Terbesar Di Indonesia

Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Maritim Terbesar Di Indonesia – HobbyMiliter.com -Tahukah Kamu kalau kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah berjaya di Nusantara? Bahkan disebut-sebut sebagai kerajaan maritim terbesar yang ada di Indonesia. Nama Sriwijaya berasal dari Bahasa Sansekerta. Sri itu artinya cahaya dan wijaya berarti kemenangan. Jika disimpulkan arti dari nama Sriwijaya ialah kemenangan yang bercahaya.

Kerajaan Melayu ini berada di pulau Sumatera dan memiliki daerah kekuasaan di Thailand, Kamboja, Semenanjung Malaka, sampai ke pulau Jawa. Hingga membuat nama kerajaan Sriwijaya sangat populer di seluruh Nusantara dan mancanegara. Sebagai buktinya, ada kabar yang mengatakan bahwa para saudagar dari Cina dan Arab pernah berniaga di Sriwijaya. Menurut berita lain dari India, kerajaan India sendiri pernah menjalin hubungan kerja sama dengan Sriwijaya. Tak heran kan, kalau kerajaan ini punya pengaruh yang cukup besar terhadap Nusantara.

Sejarah Raja Yang Memimpin Kerjaan Sriwijaya

Kemansyuran kerajaan Sriwijaya tak terlepas dari kesultanan yang berkuasa di sana. Berikut adalah raja-raja yang pernah menuliskan sejarah besar di Sriwijaya.

  1. Dapunta Hyang 671 – 702 Masehi

Merupakan raja dari kerajaan Sriwijaya yang berhasil menaklukkan wilayah pulau Jawa dan Melayu. Dapunta Hyang dikenal juga dengan nama Sri Jayanasa yang menduduki kursi kerajaan pada tahun 671 Masehi.

  1. Sri Indrawarman 702 Masehi

Melanjutkan kepemimpinan Dari Sri Jayanasa. Di tahun 728 – 742 Masehi tahta Sriwijaya berada di tangan Rudra Wikrama. Pada kepemimpinannya, beliau mengutus pengawal ke Tiongkok.

  1. Sri Maharaja 775 Masehi

Kemudian di tahun 775 Masehi digantikan oleh Sri Maharaja. Dari kekuasaannya, Thailand dan Kamboja berhasil ditakhlukkan. Pada tahun 851 Masehi, Sriwijaya dipimpin oleh Maharaja lalu diteruskan Balaputradewa pada tahun 860 Masehi.

  1. Raja Balaputradewa 860 Masehi
BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Mataram Kuno, Kerajaan Agraris Di Pulau Jawa

Kerajaan Sriwijaya mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan raja Balaputradewa di tahun 860 Masehi. Sang raja berhasil memajukan ekonomi, kebudayaan dan pendidikan. Pada kepemimpinan sang raja juga, Sriwijaya mempunyai armada laut yang hebat. Sehingga tercipta jalur pelayaran yang aman dan damai. Para pedagang pun banyak yang singgah kesana. Kemajuan di bidang ekonomi yang diperoleh Sriwijaya berasal dari hasil dagang, pajak dan pembayaran upeti. Hingga akhirnya kerajaan tumbuh makmur dan sejahtera.

Berbagai upaya turut dijalankan oleh raja Balaputradewa guna mencapai masa kejayaan, seperti:

  • Membangun Sriwijaya menjadi kesultanan pertama dengan kawasan yang sangat luas.
  • Mendorong Sriwijaya jadi kerajaan maritim dengan armada laut yang kuat dan tangguh di perairan luas.
  • Menjadikan Sriwijaya sebagai pusat penyebaran agama Budha dan salah satu caranya dengan membangun perguruan tinggi agama Budha.
  • Mendukung Sriwijaya menjadi kerajaan dengan pusat perdagangan yang besar, sehingga kapal pedagang banyak yang singgah ke sana.

Dari tindakan tersebut membuahkan hasil dan tercapailah kesejahteraan yang besar di sana. Hingga Sriwijaya turut diakui sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara yang telah menjelajahi perairan luas. Ini pun turut menjadi bukti bahwa nenek moyang kita seorang pelaut yang luar biasa.

Sultan Sriwijaya yang selanjutnya ialah Sri Udayadityawarman, tepat di tahun 960 Masehi. 2 tahun kemudian raja Sriwijaya dipimpin oleh Sri Udayaditya. Sampai di tahun 1044 raja yang menduduki Singgasana Sriwijaya bernama Sri Sanggaramawijayatunggawarman. Beliau adalah raja terakhir dari kerajaan Sriwijaya.

Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Menjadi salah satu kerajaan bahari pernah berjaya di Indonesia, tentu saja peninggalan sejarah yang dimiliki juga tersebar di seluruh kawasan kekuasaan. Peninggalan Sriwijaya yang sampai sekarang masih ada dan bisa kita lihat berupa prasasti. Berikut ini daftar prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya:

  • Prasasti Kota Kapur
BACA JUGA :  Sejarah Peristiwa Merah Putih Di Manado 1946

Merupakan prasasti yang ditulis dengan bahasa Melayu Kuno dan aksara Pallawa. Pada prasasti tersebut menceritakan mengenai kutukan bagi siapa saja yang melanggar perintah dan kekuasaan dari sang raja. Keberadaan prasasti tersebut di wilayah Barat Pulau Bangka. Ditemukan oleh J.K. Van Der Meulen di tahun 1892.

  • Prasasti Kedukan Bukit

Sama dengan prasasti sebelumnya, peninggalan berukuran sekitar 45 x 85 cm ini ditulis menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Pada prasasti tersebut mengisahkan tentang seorang utusan dari kerajaan bernama Dapunta Hyang yang menjalankan Sidhayarta atau perjalanan suci dengan berlayar di atas perahu. Beliau ditemani 2000 pasukan dan perjalanan tersebut menuai hasil. Sebelumnya peninggalan yang berupa batu tulis tersebut ditemukan oleh Batenburg dan berada di Kampung Bukit, Ilir di tahun 1920 Masehi. Tapi saat ini, prasasti bersejarah tersebut disimpan di Museum Nasional Indonesia.

  • Prasasti Telaga Biru

Seperti namanya, prasasti Telaga Biru ditemukan di kolam Telaga, Kelurahan 3 Ilir, Ilir Timur, Kota Palembang. Peninggalan tersebut menceritakan tentang kutukan bagi siapa saja yang berbuat jahat di Sriwijaya. Sekarang, prasasti tersebut dijaga dengan baik di Museum Nasional Indonesia.

  • Prasasti Talang Tuo

Peninggalan sejarah satu ini menjadi bukti akan perkembangan agama Budha di Sriwijaya. Prasasti yang berisi doa-doa dedikasi ini ditemukan di Kaki Bukit Seguntang, tepatnya di tepi utara Sungai Musi oleh Louis Constant Westenenk di November 1920.

  • Prasasti Tigor

Peninggalan sejarah kerajaan Sriwijaya bernama prasasti Tigor ini ditemukan di Thailand Selatan. Pada prasasti tersebut, ada dua sisi. Bagian pertama menjelaskan mengenai kharisma raja Sriwijaya. Tertulis juga bahwa sang raja merupakan raja dari segala raja yang ada di muka bumi ini, yang telah membangun Trisamaya Caiya bagi Kajara. Sementara bagian B berisikan pemberian gelar kepada Si Maharaja dari keluarga Sailendravamasa dengan nama Visnu Sesawarimadawimathana.

  • Prasasti Palas Pasemah
BACA JUGA :  Raja, Peninggalan Dan Sejarah Kerajaan Singasari

Merupakan prasasti yang ditemukan di Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Seperti prasasti sebelumnya, peninggalan ini ditulis menggunakan aksara Pallawa juga Bahasa Melayu Kuno dalam 13 baris. Menjelaskan adanya kutukan bagi mereka siapapun itu yang tidak mau tunduk di bawah kekuasaan Sriwijaya. Konon, peninggalan ini ditemukan di pinggir rawa desa sekitar abad ke-7 Masehi.

  • Prasasti Karang Birahi

Sama seperti peninggalan bersejarah lainnya, prasasti Karang Birahi berisi kutukan bagi siapa saja yang tidak tunduk patuh di bawah kerajaan Sriwijaya. Peninggalan ini ditemukan di tepi Batang Merangin, Jambi pada tahun 1904 oleh Kontrolir L.M. Berkhout.

Dari daftar peninggalan sejarah di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar prasasti Sriwijaya berbahasa Melayu Kuno dan menggunakan aksara Pallawa. Bercerita mengenai sebuah kutukan bagi setiap mereka yang tidak patuh dengan kerajaan Sriwijaya. Peninggalan tersebut pun ditemukan diberbagai wilayah. Bukan hanya di sekitar kerajaan saja. Peninggalan bernilai penting tersebut pun, sekarang dijaga dan disimpan agar tidak rusak.

Benda-benda bersejarah peninggalan sejarah kerajaan Sriwijaya, kini sebagian diabadikan di Museum Nasional Indonesia. Disimpan dengan sebaik-baik mungkin agar setiap generasi bisa mengetahuinya. Sebab peninggalan tersebut adalah bukti real dari masa lampau Sriwijaya yang mansyur dan punya pengaruh besar pada sejarah masa lampau. Kamu pun bisa melihatnya sekarang, di sana.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua