Hobbymiliter.com – KRI Salawaku 842 yang merupakan unsur yang berada dibawah Satuan Kapal Patroli Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V / Surabaya, pada hari Jum’at tanggal 8 April 2022 melaksanakan kegiatan Sea Acceptance Test setelah sebelumnya menjalani proses perbaikan overhaul. Dalam kesempatan ini, turut hadir pula Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi. Komandan Lantamal V turut hadir guna meninjau langsung hasil dari rangkaian perbaikan overhaul yang telah dilaksanakan. Kapal perang TNI Angkatan Laut tersebut berangkat dari Surabaya menuju daerah tujuan yakni perairan Tanjung Paciran di wilayah Lamongan. Dalam pelayaran ini dilakukan serangkaian kegiatan pengujian dan tes operasional serta latihan penyegaran kemampuan bagi para prajurit pengawak kapal perang tersebut.
Beberapa kegiatan latihan yang dilakukan oleh KRI Salawaku 842 bersama dengan unsur KAL Warakas yakni latihan Mine Field Transit (disingkat MFT). Dalam latihan MFT ini, kapal akan melakukan prosedur dalam melewati medan ranjau laut, atau proses penuntunan melewati alur terobos pada medan ranjau laut untuk menjaga keamanan dan keselamatan baik personel pengawak maupun kapal itu sendiri. Disampaikan oleh Komandan Lantamal V, kegiatan ini merupakan salah satu wujud pelaksanaan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang salah satunya juga menekankan terkait peningkatan kesiapan dan kesiapsiagaan Sistem Senjata Armada Terpadu (disingkat SSAT) yang memiliki daya gerak dan daya gempur tinggi.
KRI Salawaku dengan nomor lambung 842 merupakan kapal perang Republik Indonesia yang bertugas dibawah komando Satuan Kapal Patroli Lantamal V / Surabaya. Kapal ini merupakan bekas kapal perang milik Brunei Darussalam yang awalnya dinamai KDB Waspada. Dibuat pada tahun 1976, kapal ini mulai masuk layanan dinas Angkatan Laut Brunei pada tahun 1978 dan berdinas hingga tahun 2011 dimana kapal ini kemudian dihibahkan ke Indonesia. KRI Salawaku 842 awalnya dipersenjatai dengan rudal Exocet MM38, tetapi kemudian rudal tersebut beserta peluncurnya diturunkan dari kapal tersebut. Saat ini, KRI Salawaku dipersenjatai dengan meriam utama laras ganda Oerlikon GCM-B01 kaliber 30 milimeter dan dua pucuk senapan mesin berat M2 Kaliber 12,7 milimeter.
Profil KRI Salawaku 842
KRI Salawaku 842 adalah kapal patroli cepat kelas PC-40 (kelas Pari) yang dibangun galangan dalam negeri PT Palindo Marine di Batam. Nama Salawaku diambil dari perisai tradisional Maluku. Kapal sepanjang sekitar 40 meter ini diresmikan memperkuat TNI AL pada akhir 2010-an dan bertugas di bawah satuan kapal patroli untuk pengamanan perairan Indonesia — dari patroli keamanan laut, penindakan pelanggaran, sampai pencarian dan pertolongan.
| Kelas | PC-40 / kelas Pari |
| Pembuat | PT Palindo Marine, Batam |
| Panjang | Sekitar 40 meter |
| Kecepatan maks | Sekitar 28 knot |
| Persenjataan | Meriam 30 mm dan senapan mesin 12,7 mm |
Apa Itu Sea Acceptance Test?
Sea Acceptance Test (SAT) adalah tahap pengujian di laut yang harus dilalui kapal baru atau kapal yang selesai pemeliharaan besar sebelum resmi diterima kembali oleh pengguna. Selama SAT, hampir semua sistem diuji dalam kondisi nyata: mesin pada berbagai kecepatan, sistem navigasi dan komunikasi, persenjataan, sampai kemampuan olah gerak kapal. Lolosnya KRI Salawaku dalam rangkaian uji ini menandakan kapal dinyatakan laik layar dan siap kembali bertugas penuh menjaga perairan Indonesia.
Kelas PC-40 sendiri adalah tulang punggung patroli perairan dangkal dan kepulauan Indonesia. Puluhan kapal sekelas ini dibangun berbagai galangan nasional dan disebar ke pangkalan-pangkalan TNI AL dari Sabang sampai Merauke, karena Indonesia membutuhkan banyak kapal patroli yang murah dioperasikan untuk wilayah laut yang sangat luas. Keberadaan galangan seperti Palindo Marine menunjukkan rantai industri pertahanan dalam negeri yang menopangnya: lambung, integrasi sistem, sampai perawatan berkala dapat dilakukan di dalam negeri tanpa bergantung ke galangan asing.
Baca juga: KRI Rigel 933 dan KRI Irian, kapal-kapal TNI AL lain dengan tugas yang sangat berbeda.






