Tuesday, November 24, 2020
Home Blog Militer Sejarah Sejarah Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia: Kerajaan Perlak

Sejarah Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia: Kerajaan Perlak

Sejarah Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia: Kerajaan Perlak – HobbyMiliter.comKamu sudah tahu belum sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia? Kalau dulu Samudera Pasai dikenal sebagai Kerajaan Islam pertama, namun bukti sejarah membuktikan bahwa Kerajaan Samudera Pasai baru berdiri di pertengahan abad ke-13 atau tepatnya pada tahun 1267 dan tumbang pada tahun 1521. Sementara Kerajaan Perlak sudah berdiri sejak abad ke-9 atau tepatnya 840 M di 1 Muharam 225H dan pada tahun 1292 kemudian bergabung dengan Kerajaan Samudera Pasai, jadi sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Perlak.

Kerajaan – kerajaan Islam di Indonesia muncul sebagai akibat dari maraknya lalu lintas perdagangan laut dengan pedagang-pedagang Islam yang datang dari berbagai daerah, seperti Arab, India, Persia, China, dan lainnya. Kemudian kerajaan-kerajaan tersebut dibagi berdasarkan wilayah pusat pemerintahannya, seperti Sumatera, Maluku, Jawa, dan Sulawesi.

Sejarah Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia

Kerajaan Perlak terletak di Pulau Sumatera, lebih tepatnya di Aceh sebelah Timur. Sejarah Kerajaan Islam Pertama di Indonesia ini bermula dari Sultan Alauddin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah yang merupakan raja pertama. Terbukti dari Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin, Idharatul Haq fi Mamlakatil Farlah wa Fasi, dan Silsilah Raja-raja Perlak serta Pasai.

Asal muasal nama Perlak adalah dari nama Kayu Perlak atau Peureulak yang merupakan kayu khas daerah tersebut. Saat perdagangan makin marak di Selat Malaka, para pedagang menyebut Negeri Perlak sebagai Bandar Perlak.

Sebelum Kerajaan Perlak berdiri, di wilayah tersebut sudah ada kerajaan bercorak Hindu-Buddha dengan raja yang berkuasa bergelar Meurah yang berarti Maharaja. Kerajaan tersebut semakin pesat serta berkembang saat di bawah pimpinan Pangeran Salman yang berdarah Kisra Persia. Putri Pangeran Salman menikah dengan pendakwah dari Arab yang bernama Ali ibn Muhammad Ja’far Shiddiq, seorang Muslim Syiah yang melakukan pemberontakan pada khalifah al-Makmun dan dihukum berdakwah keluar dari Arab.

Menurut Naskah Idhar al-Haq di tahun 790 M, Ali ibn Muhammad Ja’far Shiddiq kemudian naik kapal layar besar bersama seratus juru dakwah yang dipimpin nakhoda dari kekhalifahan Abbasiyah. Kapal tersebut datang dari Teluk Kambay, Gujarat dan berlabuh di Bandar Perlak. 

Dari pernikahan putri Pangeran Salman dan Ali ibn Muhammad Ja’far Shiddiq lahirlah putra pertama mereka, yang diberi nama Syed Maulana Abdul Azz Syah yang kemudian mendirikan Kerajaan Perlak di tahun 840 M. Syed Maulana Abdul Azz Syah kemudian diberi gelar Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Syah.

Pergolakan Sunni Dan Syiah Di Kerajaan Perlak

Menurut sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah yang merupakan raja pertama Kerajaan Perlak kemudian mengubah nama ibukota menjadi Bandar Khalifah dari nama Bandar Perlak sebelumnya. Saat wafat, Sultan Alaiddin bersama istri, Putri Meurah Mahdum Khudawi dimakamkan di Paya Meuligo, Peureulak, Aceh Timur.

Kemudian pergolakan antara Sunni dan Syiah muncul di Kerajaan Perlak, berikut sejarahnya:

  • Pada tahun 363 H atau 913 M Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah yang beraliran Sunni wafat hingga mengakibatkan terjadinya perang saudara antara kaum Sunni dan kaum Syiah. Akibat perang saudara tersebut, Kerajaan Perlak tidak memiliki sultan hingga dua tahun berikutnya.
  • Pada tahun 302 H atau 915 M, kaum Syiah memenangkan perang saudara dan Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah naik tahta.
  • Di akhir pemerintahan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah, terjadi pergolakan kembali antara kaum Syiah dan Sunni dimana kali ini kaum Sunni yang memenangkan perang saudara tersebut.
  • Pada tahun 362 H atau 956 M, sultan Kerajaan Perlak ketujuh, Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat meninggal, dan pergolakan kembali terjadi hingga kurang lebih empat tahun lamanya.
  • Pada 986 M pergolakan antara kaum Sunni dan Syiah berakhir damai dan kedua pihak sepakat membagi Kerajaan Perlak menjadi dua, yaitu:
    • Perlak Pesisir yang beraliran Syiah dipimpin Sultan Alaiddin Syed Maulana Shah. Kerajaan ini berdiri dari 986 M hingga 988 M.
    • Perlak Pedalaman yang beraliran Sunni dipimpin Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim shah Johan Berdaulat. Kerajaan ini berdiri dari 986 M hingga 1023 M.
  • Saat Kerajaan Sriwijaya menyerang, Kerajaan Perlak kembali bersatu dipimpin oleh Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat. Perjuangan melawan Kerajaan Sriwijaya berlangsung hingga tahun 1006.
  • Pada tahun 1230 hingga 1267 Sultan ke-17, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat menikahkan kedua putrinya dengan penguasa negeri tetangga Peureulak. Dimana Putri Ratna Kamala dinikahkan dengan Sultan Muhammad Shah (Parameswara), Raja Kerajaan Malaka, sementara Putri Ganggang dinikahkan dengan Al Malik Al-Saleh, Raja Kerajaan Samudera Pasai.
  • Pada tahun 1267 hingga 1292 Sultan ke-18, Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat memerintah, dan setelah meninggal, Kerajaan Perlak sebagai Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia disatukan dengan Kerajaan Samudera Pasai yang dipimpin Sultan Muhammad Malik Al Zahir, yang merupakan putra Al Malik Al-Saleh. Inilah akhir sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Daftar Sultan Kerajaan Perlak

Menurut sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia, Kerajaan Perlak, ada 18 sultan yang pernah memerintah, yaitu:

  1. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Azis Shah yang memimpin dari 840 M – 864 M.
  2. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Rahim Shah yang memimpin dari 864 M – 888 M.
  3. Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah yang memimpin dari 888 M – 913 M.
  4. Sultan Alaiddin Syed Maulana Ali Mughat Shah yang memimpin dari 915 M – 918 M,
  5. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Kadir Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 928 M – 932 M.
  6. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 932 M – 956 M.
  7. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Malik Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 956 M – 983 M.
  8. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ibrahim Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 986 M – 1023 M.
  9. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1023 M – 1059 M.
  10. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mansur Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1059 M – 1078 M.
  11. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdullah Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1078 M – 1109 M.
  12. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Ahmad Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1109 M – 1135 M.
  13. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Mahmud Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1135 M – 1160 M.
  14. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Usman Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1160 M – 1173 M.
  15. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1173 M – 1200 M.
  16. Sultan Makhdum Alaiddin Abdul Jalil Shah Johan Berdaulat yang memimpin dari 1200 M – 1230 M.
  17. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Shah II Johan Berdaulat yang memimpin dari 1230 M – 1267 M.
  18. Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan Berdaulat yang memimpin dari 1267 M – 1292 M.

Ke-18 Sultan Kerajaan Perlak di atas terbagi menjadi dua dinasti, yaitu:

  • Dinasti Syed Maulana Abdul Azis Shah.
  • Dinasti Johan Berdaulat.

Bukti Peninggalan Kerajaan Perlak

Sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia atau Kerajaan Perlak meninggalkan beberapa bukti peninggalan yang membuktikan keberadaannya. Beberapa bukti tersebut antara lain adalah:

  • Mata uang yang digunakan semasa Kerajaan Perlak berdiri.
  • Makam para raja yang pernah berkuasa.
  • Stempel yang digunakan di masa Kerajaan Perlak.
  • Masjid yang didirikan semasa Kerajaan Perlak.
  • Naskah Idhar al-Haq karya Abu Ishaq Makarani Al Fasy.
  • Kitab Tadzkirah Thabat Jumu Sulthan As-Salathin karya Syekh Syamsul Bahri Abdullah al Asy.
  • Naskah Silsilah Raja-raja Perlak dan Pasai karya Sayyid Abdullah ibn Sayyid Habib Saifuddin.

Demikianlah artikel mengenai sejarah Kerajaan Islam pertama di Indonesia, semoga membantu dan bermanfaat ya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua