Friday, August 7, 2020
Home Blog Militer Sejarah Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satu Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia

Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satu Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia

Sejarah Kerajaan Samudera Pasai, Salah Satu Kerajaan Islam Tertua Di Indonesia – HobbyMiliter.com – Tahukah Kamu, kalau Samudera Pasai disebut-sebut sebagai kerajaan Islam pertama sekaligus tertua di Indonesia? Berada di pesisir utara dari Pulau Sumatera, kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Berada di ujung pulau Sumatera, kerajaan ini seringkali didatangi berbagai penjelajah dari berbagai negeri. Seperti Ibnu Batutah dan Laksamana Cheng Ho. Mereka jauh-jauh ke sini untuk menyebarkan agama Islam dan berdagang. Tujuan tersebutpun berjalan lancar karena peradaban Islam tumbuh pesat ke berbagai wilayah. Selain itu, turut menumbuhkan pasar dagang yang besar serta meninggalkan catatan sejarah yang tidak sedikit.

Sejarah Kejayaan Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai didirikan pada tahun 1267 M, oleh Marah Silu yang bergelar Sultan Malik As-Saleh. Beliau bertahta selama 30 tahun, dan dilanjutkan oleh puteranya bernama Sultan Malik Az-Zahir. Sejak saat itu, kesejahteraan dan kemakmuran terus meningkat hingga masa kejayaan dimulai.

Kejayaan kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan yang berbeda. Namun puncak masa kejayaan ada pada kepemimpinan Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir di tahun 1383 – 1405 Masehi. Hal dapat dilihat dari adanya kemajuan di berbagai bidang, seperti:

Kemajuan Di Bidang Ekonomi Perdagangan

Kemajuan di bidang perekonomian dan perdagangan tampak terlihat dari penggunaan mata uang emas atau Dirham yang dibuat sendiri sebagai metode pembayaran yang sah. Tidak hanya itu saja, kerajaan ini turut menjadi pusat perdagangan Internasional pada masa kepemimpinan Sultan Malikul Dhahir. Lada sebagai komoditas ekspor utamanya. Sampai pada akhirnya terjalin hubungan baik antar pedagang lokal dan asing. Alhasil membuat penghasilan yang diperoleh melimpah ruah.

Kemajuan Di Bidang Sosial Budaya

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Samudera Pasai mengikuti aturan sesuai syariat dan hukum Islam. Di sana pun banyak persamaan kehidupan dengan masyarakat di Arab. Oleh karena itulah wilayah Aceh disebut sebagai kota Serambi Mekkah.

BACA JUGA :  Raja, Peninggalan Dan Sejarah Kerajaan Singasari

Di sisi lain, masyarakat Samudera Pasai menggunakan huruf Arab untuk menuliskan bahasa Melayu. Alhasil bisa dipadukan jadi huruf Arab Jawi.

Kejayaan Di Bidang Agama

Sultan Samudera Pasai sangat tekun dalam menjalankan syariat Islam dengan mazhab Syafi’i. Selain itu juga dekat dengan ahli teologi Islam dari berbagai aspek. Karena sang raja mengamalkan ajaran Islam dengan taat, rakyat-rakyatnya pun turut masuk Islam. Hal ini termasuk salah satu bukti ketaatan rakyat kepada sang sultannya. Tak lama kemudian, agama Islam pun berkembang pesat di sana.

Kejayaan Di Bidang Politik

Jika diperhatikan, wilayah di bawah kekuasaan Samudera Pasai sangatlah luas. Selain itu juga berpengaruh besar terhadap kerajaan lain di sekitarnya. Pernah tersebar kabar kalau kerajaan Samudera Pasai menjalin hubungan politik yang baik dengan negara-negara lain seperti Arab, China, Iran, dan negara Timur Tengah lainnya.

Hubungan politik tersebut menciptakan kerjasama di berbagai aspek, seperti di bidang sains, tafsir, teologi, militer dan sebagainya. Dari situ dapat diketahui adanya perkembangan yang sangat luar biasa, bukan? Akan tetapi, pada suatu ketika kerajaan ini runtuh dan melebur dengan kerajaan Aceh. Masa kemunduran tersebut terjadi karena beberapa peristiwa dalam pemerintahan.

Masa Kemunduran Kerajaan Samudera Pasai

Masa kejayaan kerajaan Samudera Pasai berakhir karena ada pengaruh dari dalam dan luar. Faktor internal yang mempengaruhi karena ada pertengkaran di dalam keluarga kerajaan. Diawali dari perebutan tahta kerajaan yang membuat peristiwa perang saudara serta pemberontakan di dalam wilayah.

Pada saat itu, Raja Pasai tidak mampu mengatasi sendiri. Sampai-sampai meminta bala bantuan ke Raja Malaka. Namun, di waktu bersamaan, Raja Malaka tidak bisa menolong karena sedang menghadapi serangan Portugal. Perpecahan di Pasai membuat kekuatan kerajaan makin lemah. Hingga di 10 tahun kemudian di tahun 1521 Masehi, Pasai diserang oleh Portugal. Hingga akhirnya kerajaan runtuh dan sisa-sisa kerajaan masih ada sampai di tahun 1524 Masehi. Sebab di kala itu kerajaan Pasai melebur jadi satu bagian dengan kerajaan Aceh

BACA JUGA :  Foto Foto Dokumentasi Sejarah Terkait Pemberontakan PERMESTA

Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai

Dari masa awal berdiri, jaya hingga mengalami kemunduran, kerajaan Pasai meninggalkan berbagai macam benda bernilai sejarah. Peninggalan itu pun diteliti oleh para arkeolog untuk mengetahui akan kebenaran di zaman kerajaan dulu. Berikut adalah bukti-bukti peninggalan sejarah yang diperoleh:

  • Koin Emas

Merupakan alat pembayaran yang sah di lingkungan kerajaan Pasai. Koin emas tersebut dikenal dengan nama Dirham yang dibuat dari campuran tembaga, perak dan emas. Ciri unik yang khas dari koin tersebut adalah ada tulisan Arab.

  • Cakra Donya

Berupa sebuah lonceng besar dari besi tapi berbentuk stupa, yang merupakan hadiah dari kaisar China untuk Sultan Samudera Pasai. Pada bagian lonceng tersebut ada ukiran bertuliskan huruf China dan Arab. Kamu pun bisa melihatnya langsung lho, karena peninggalan tersebut terjaga dengan baik dan bisa ditemui di Lhokseumawe.

  • Naskah Surat Sultan Zainal Abidin

Sebelum Sultan Zainal Abidin wafat, beliau mengirimkan surat kepada Kapten Moran dalam tulisan bahasa Arab. Maksud dan isi dari naskah tersebut menceritakan keadaan Samudera Pasai yang mulai runtuh. Surat tersebut ditulis ketika Malaka diserang oleh penjajah Portugis di tahun 1511 Masehi.

  • Makam Raja-Raja Samudera Pasai

Keberadaan makam raja-raja Samudera Pasai sangat erat hubungannya dengan eksistensi kerajaan Pasai. Banyak sekali makam-makam raja Pasai yang telah memerintah dari masa ke masa. Seperti contohnya adalah makam dari Sultan Malik As-Saleh berlokasi di Ds. Beuringin, Samudera Pasai. Pada makam tersebut memiliki batu nisan yang ditulis dengan huruf Arab. Tak jauh darinya ada makam Sultan Maulana Al-Zhahir yang berada di samping.

  • Makam Perdana Menteri Samudera Pasai
BACA JUGA :  Peta Situasi Lokasi Peringatan HUT TNI 5 Oktober 2015

Kerajaan Samudera Pasai juga meninggalkan beberapa makam perdana menteri. Satu diantaranya adalah makam Tengku Yacob yang wafat di tahun 1252 masehi. Makam tersebut sangat terkenal dan pada bagian nisannya terdapat tulisan ayat Kursi, Surat Al-Imron ayat : 18 dan Surat At-Taubah : 21-22.

Dari cerita sejarah kerajaan Samudera Pasai di atas, banyak sekali para penjelajah dan saudara yang mampir. Mereka berkunjung untuk menyebarkan agama Islam serta berdagang. Hubungan ekonomi dan agama terjalin sangat erat. Hingga banyak meninggalkan catatan sejarah yang sampai sekarang bisa kita ketahui.

Peninggalan sejarah dari salah satu Kerajaan Islam tertua di Indonesia ini menjadi bukti dari keberadaan dan kejayaan kerajaan Pasai di masa lampau. Serta kemunduran kesultanan yang disebabkan oleh masalah perpecahan di dalam kerajaan yang mengakibatkan perang saudara tak terhindarkan. Di tambah lagi dengan kedatangan Portugal yang menjadi salah satu penyebab keruntuhan kerajaan dari faktor eksternal.

Selain itu, keberadaan makam para raja dan menteri yang menjadi salah satu bukti penting akan keberadaan Islam di sana. Bukti tersebut sangat menggambarkan kehidupan masa lampau dari kerajaan yang menganut agama Islam. Hal tersebut diketahui dari nisan yang berada di makam, bertuliskan dengan bahasa Arab. Ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa sejarah kerajaan Samudera Pasai adalah salah satu kerajaan Islam tertua di Indonesia.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua