Harga Sepucuk Senapan Serbu

1
61336
Harga sepucuk senapan serbu SS2
Senapan Serbu SS2V5 milik Pasukan Khusus Bangladesh

Hobbymiliter.com – Harga Sepucuk Senapan Serbu. Senjata perorangan adalah salah satu kelengkapan militer utama di angkatan bersenjata negara manapun dan pasti tidak asing bagi para penggemar kemiliteran. Nama nama senapan serbu seperti M4A1 Carbine, Pindad SS2, AK-47, Steyr AuG dan sejenisnya pasti fasih disebutkan para penggemar kemiliteran.

Nah, kali ini, kita tidak membahas kehebatan dan keunggulan masing-masing senapan serbu. Kita bahas berapa sih harga jualnya? Dalam artikel kali ini penulis akan menyajikan beberapa senapan serbu terkenal di dunia plus perkiraan harga per pucuk senapan tersebut. Harap diingat, harga ini hanyalah harga perkiraan belaka dan penulis mendapatkan sumber itu dari publikasi publikasi komersial.

1. Pindad SS2

assault-rifle-profile-of-pindad-ss2

Negara Pembuat: Indonesia
Produsen: PT Pindad
Perkiraan Harga: Rp. 9.000.000,00 (sumber Pindad)
Referensi: http://bisnis.liputan6.com/read/2212193/ini-dia-senjata-terlaris-buatan-pindad

Tidak lengkap rasanya apabila kita tidak membahas senapan serbu asli Indonesia yang merupakan produk lokal dan hasil desain Indonesia sendiri dan sudah berkali kali menjuarai AARM. Mengenai harga sepucuk seenapan serbu SS-2 sendiri dan nilai kontrak, penulis tidak mendapatkan harga kontrak dan publikasi resmi, hanya saja dalam beberapa wawancara dengan pihak Pindad, harga yang didapat adalah sekitar 8 jutaan dan antara 9-10 jutaan rupiah. Diperkirakan ini adalah harga untuk varian standar SS2 tanpa aksesoris (Optics, Laser Sight, Flashlight, Rail Adapter System dan lain lain)

Menurut media massa, SS2 sendiri telah terjual lebih dari 50 ribu pucuk dengan pengguna utama adalah Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia. Meskipun demikian, Pindad telah berhasil mengekspor beberapa pucuk SS2 ke negara lain, seperti diantaranya Bangladesh (tampak di awal artikel ini Pasukan Khusus Bangladesh membawa SS2V5) dan telah menjual lisensi produksi ke Uni Emirate Arab. Meskipun demikian saat ini belum ada berita resmi mengenai kontrak penjualan ke negara-negara asing.

2. COLT M4A1 Carbine

m4a1_acog

Negara Pembuat: Amerika Serikat
Produsen: Colt, FN USA, Remington Arms dan banyak lagi
Perkiraan harga: US$ 700-800  (kontrak US Army 2016)
Referensi Harga:  http://www.thefirearmblog.com/blog/2016/04/05/breaking?remington?wins?m4?contract?review/

Sebuah senapan legendaris yang terkenal di seluruh dunia, Colt M4A1 carbine menjadi salah satu senapan serbu terpopuler saat ini, dimana dapat dikatakan hampir semua Special Force unit di seluruh dunia mengoperasikan salah satu varian dari senapan serbu tersebut (bahkan Spetsnaz Rusia sendiri mengoperasikan M4 produksi Russia sendiri dan varian HK-417). Salah satu hal unik dari M4A1 Carbine, senjata ini sudah lama habis patennya, dan saat ini banyak sekali pabrik yang memproduksinya baik di USA maupun di seluruh dunia. Oleh karena itu, kontrak produksi untuk M4A1 Carbine oleh US Military dapat “berpindah pindah” termasuk tendernya. FN USA dan Remington pernah mendapat “jatah” produksi. Namun pada kontrak terakhir oleh US Army, pabrikan asli nya lah yaitu Colt Defense yang mendapat jatah produksi senapan itu. Angka kontraknya? Fantastis! 212 juta US$ untuk 292 ribu pucuk M4A1 Carbine yang akan diproduksi hingga tahun 2020. Apabila dihitung, harga sepucuk senapan serbu M4 per unitnya sekitar US$ 725 (kondisi polos hanya senapan saja), cukup murah dibandingkan peralatan peralatan militer lain US Army. Apabila dihitung hitung, aksesoris M4A1 Carbine bisa lebih mahal dari senjatanya itu sendiri (harga untuk Scope ACOG lansiran Trijicon sendiri per unitnya 610 US$ dan harga untuk AN/PEQ-15A near visible Laser Sight sekitar 694 US$)

BACA JUGA :  Muzzelite Bullpup Converter - Ruger Mini 14 Rifle Polda Kepri

3. Kalashnikov AK-103

ak103

Negara Pembuat: Russia
Produsen: Kalashnikov Concern
Perkiraan Harga: US$ 540
Sumber: http://www.ft.com/cms/s/0/a2fe641e-f582-11da-bcae-0000779e2340.html#axzz4KyXZwAbM

Tidak lengkap membahas senapan serbu tanpa membahas senapan keluarga AK-47. Terkenal sejak perang Vietnam dan telah berlaga di hampir semua konflik di dunia, varian AK-47 diproduksi dimana mana oleh berbagai negara dan perusahaan. Mulai dari pengrajin senjata primitif di pegunungan Pakistan hingga pabrik senapan olahraga di Amerika Serikat, sangat sukar mendapatkan info harga yang akurat untuk sepucuk senapan legendaris ini. Salah satunya adalah, beragam varian dengan aneka kualitas produksinya membuat harganya pun berfluktuasi di pasaran Dunia. Rusia sendiri kena batunya “Open Source Assault Rifle” ini, ketika Kalashnikov Concern kalah berkompetisi di India melawan varian AK produksi Bulgaria, Rumania dan Tiongkok yang lebih murah daripada produksi negara itu sendiri.

Sebagai pembanding, penulis mengambil kontrak Venezuela yaitu pembelian AK-103 pada tahun 2012. Untuk diketahui, AK-103 sendiri adalah salah satu varian modern dari AKM yang merupakan turunan AK-47. Perbedaan utama dari AKM adalah penggunaan popor dan handgrip polymer di AK-103 seperti AK-74M, serta popor yang dapat dilipat kesamping (berbeda dengan AKMS dan AKS-47 yang dilipat kebawah). Harga sepucuk senapan serbu AK-103 asli Rusia sendiri terbilang murah, hanya sekitar US$ 540 untuk kontrak 100.000 pucuk Venezuela. Tentu saja harga akan lebih murah apabila membeli dari produsen produsen lain.

4. Steyr AuG (Thales EF88)

thales-ef88
Negara Pembuat: Austria / Australia
Produsen: Steyr (Steyr AuG),  Thales Australia (EF88)
Perkiraan Harga: US$ 2500 (kontrak 30.000 pucuk EF88 + 2.500 pucuk 40 mm GL)
Sumber: https://www.thalesgroup.com/en/worldwide/press-release/new-era-f90-assault-rifle-enters-australian-defence-force-service

Senjata bullpup terpopuler di dunia sejak kemunculannya tahun 70an di Austria, Steyr AuG banyak digunakan aneka militer dan kepolisian di dunia (Termasuk di Indonesia digunakan oleh Kopassus dan Korps Brimob). Dalam perkembangannya, Steyr AuG banyak mengalami penyempurnaan disana sini hingga keluar varian-varian terbaru seperti Steyr AuG A3. Sebagai sebuah senjata berjenis Bullpup, Steyr AuG menawarkan ukuran yang compact tetapi tetap mempertahankan laras yang panjang.

BACA JUGA :  Arsip Foto Foto Latihan Gabungan TNI/ABRI 1969 di Cirebon

Untuk artikel ini, Penulis mengambil varian Steyr AuG terbaru milik Angkatan Bersenjata Australia yaitu EF88 Austeyr produksi Thales Australia. Untuk kontrak Australia sendiri, Thales memberi banderol 100 juta Aus$ untuk 30.000 pucuk EF88 plus 2.500 pucuk Peluncur Granat SL40. Pengadaan ini sendiri diharapkan untuk menggantikan F88 Austeyr yang sudah malang melintang di Angkatan Darat Australia dan mengalami kerusakan dalam tugas medan laga dan sebagai penyempurnaan dari Austeyr F88 itu sendiri dengan aneka kelebihan baru. Sebuah banderol yang cukup mahal dibandingkan senjata senjata sebelumnya bukan?

Dari keempat kasus diatas kita dapat melihat perkiraan harga senapan serbu populer di dunia. Tampak bahwa senapan sejenis M4 Carbine sendiri dapat menjual dengan harga yang ekonomis di dunia. AK-103 sanggup mempertahankan status sebagai “senapan serbu murah meriah” dan Thales EF88 memiliki banderol yang cukup tinggi untuk sepucuk senapan serbu.

Tentu saja harga ini hanyalah harga perkiraan yang didapat dari artikel artikel di Internet yang dapat diakses via Google, banyak sekali faktor yang menentukan harga tersebut diantaranya, selain tentunya kualitas dari masing masing senapan itu sendiri:

  1. Kuantitas senapan yang dibeli:
    Seperti kata pepatah luar negeri “cheaper by the dozen”. Kontrak pengadaan dalam jumlah besar dapat memberikan harga yang lebih murah. M4A1 dalam kasus diatas terlihat berharga murah karena kontrak dari US Army sendiri sangatlah besar (292 ribu pucuk M4A1) dan lebih besar dari kontrak kontrak lain sebagai referensi. Kuantitas sendiri juga terkait dengan kemampuan pabrik untuk memproduksi senapan tersebut. Sebuah pabrik sebesar Kalashnikov Concern sanggup memproduksi jutaan senapan serbu setiap tahun sehingga mampu menekan harga sepucuk senapan serbu seekonomis mungkin. Ini pula sebabnya kenapa senapan serbu EF88 Australia berharga mahal, karena riset mereka mahal dan produksinya hanya sedikit. Kita lihat saja, seandainya EF88 memenangkan kontrak di negara lain, akankah mereka sanggup bersaing dengan harga kompetitif (saat ini EF88 ikut tender pengadaan di Perancis untuk pengganti FAMAS)
  2. Kualitas senapan yang dibeli:
    Seperti pepatah jawa “murah koq njaluk slamet”, kualitas tentu saja menjadi pertimbangan untuk menentukan harga senapan serbu.  Di pasaran sipil US misalnya, harga sepucuk senapan serbu AR-15 family mulai dari US$ 700 hingga US$3.500 tergantung dari kualitasnya. Seandainya duit pembeli cekak, tentu masih ada alternatif lain, seperti misalnya AR-15 lansiran Filipina yang konon harganya miring (namun kualitas cukup bagus, terbukti dengan digunakanya Ferfans SOAR oleh beberapa tim SWAT di Amerika Serikat) atau bahkan Norinco CQ311 lansiran Tiongkok yang digunakan oleh tim SWAT Tiongkok dan Garda Revolusi Iran.
  3. Faktor Politis:
    Tentu saja faktor politis tidak dapat dikesampingkan dari harga senapan serbu. Negara-negara adikuasa seperti US dan Russia bukan tidak mungkin “merusak” harga pasaran senapan dengan memberikan harga sepucuk senapan serbu murah untuk klien kliennya. Salah satu contohnya adalah bantuan militer US ke Israel pada era 90an, dimana IDF menerima senapan serbu jenis M-16A2 dan Colt Model 652 dengan harga sangat murah sehingga membuat Galil “mati” dan tidak digunakan lagi sebagai standar IDF.  Russia sendiri saat ini memiliki jutaan senapan serbu AK-74 di gudang mereka dan sewaktu waktu dapat dikirim kan ke klien mereka.
  4. Tansfer Teknologi dan Lisensi:
    Tidak dapat dipungkiri, perjanjian transfer teknologi dapat membuat harga senapan serbu melonjak. Pembelian AK-103 oleh Venezuela juga diikuti pemberian lisensi produksi kepada negara itu, sehingga mereka dapat mandiri membuat AK-103 sendiri. Salah satu kasus menarik adalah Vietnam. Ketika mereka hendak membeli senapan serbu pengganti AK-47 dan Type 56 yang sudah melayani mereka sejak perang Vietnam, secara mengejutkan Galil menang mengalahkan Rusia dan Tiongkok. Konon nilai yang ditawarkan Russia lebih besar daripada nilai yang ditawarkan Israel untuk lisensi dan pembelian senjata. Russia menawarkan 250 juta dollar untuk pabrik dan lisensi AK-103 sebanyak 50 ribu pucuk per tahun sedangkan Israel menawarkan “hanya” 170 juta dollar untuk transfer teknologi dan pabrik Galil ACE.
BACA JUGA :  Pentagon Kecewa Karena Diusir Oleh Duterte Dari Filipina

Dari sedikit ulasan di atas, kita dapat melihat sedikit mengenai harga sepucuk senapan serbu di dunia. Untuk kasus Pindad sendiri konon faktor yang membuat harga sepucuk senapan serbu SS2 “agak mahal” adalah produksinya yang tidak sebesar pabrik luar negeri (yang dalam satu kontraknya bisa menjual ratusan ribu pucuk dibandingkan kontrak Pindad yang tidak sebesar itu ) dan faktor ketergantungan terhadap negara luar (misalnya barrel blanks dan material produksi senjata masih harus impor dari luar).

Ini merupakan salah satu tantangan sendiri khususnya bagi Pindad. Sanggupkah mereka bersaing di kancah penjualan senjata internasional? Dan seberapa besar kah dukungan pemerintah terhadap pindad? Apalagi mengingat negara negara pesaing Indonesia terkadang sanggup memberikan kredit lunak atau bahkan bantuan untuk pembelian senjata produksi dalam negerinya? Dan bagaimana kesanggupan Pindad sendiri seandainya mendapat kontrak sebesar kontrak pabrikan negara lain? Kita lihat saja kedepannya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here