Monday, November 23, 2020
Home USS Nitze Serang Fasilitas Radar Pemberontak Houthi

USS Nitze Serang Fasilitas Radar Pemberontak Houthi

HobbyMiliter.com – Setelah mendapat ancaman berupa penyerangan dengan menggunakan rudal anti kapal C802, armada kapal perang Amerika di wilayah perairan Yaman akhirnya diberikan otorisasi untuk melakukan serangan balasan. USS Nitze (DDG 94) meluncurkan serangan terhadap fasilitas radar yang diduga dikuasai kelompok pemberontak Houthi dan digunakan untuk melacak keberadaan kapal-kapal yang berlayar di wilayah selat Bab Al-Mandeb serta memberi informasi koordinat untuk mengarahkan rudal-rudal C802 yang kemarin digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal perang Amerika lainnya, USS Mason (DDG 87).

BACA JUGA :  Arab Saudi dan Mesir 'menginginkan' Mistral

 

Penyerangan dilakukan terhadap tiga fasilitas radar yang dikuasai kelompok pemberontak Houthi. Tak tanggung – tanggung ijin atas serangan balasan ini diberikan oleh presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan direkomendasikan langsung oleh menteri pertahanan Amerika Serikat, Ash Carter.

 

Serangan dilakukan sebagai aksi balasan atas upaya penyerangan terhadap kapal perang kelas perusak Arleigh Burke milik AL Amerika Serikat, USS Mason (DDG 87) yang terjadi sebanyak dua kali berturut – turut dalam rentang waktu kurang dari 7 hari. Serangan pertama terjadi pada Minggu, 9 Oktober 2016. Sedangkan serangan kedua terjadi pada hari Rabu, 12 Oktober 2016. Kedua serangan dilakukan saat USS Mason sedang bertugas di wilayah perairan selat Bab Al-Mandeb. Oleh pihak Amerika Serikat, serangan ini disebut sebagai “Aksi pertahanan diri terbatas untuk melindungi pasukan, serta unit kapal perang milik Amerika Serikat yang sedang bertugas disana”.

BACA JUGA :  Gencatan Senjata Suriah: Kekerasan Menurun Drastis, Bantuan Kemanusiaan Siap Disebar

 

USS Nitze (DDG 94) melakukan penyerangan dengan menembakkan salvo rudal jelajah Tomahawk yang diarahkan langsung menghantam tiga sasaran berbeda. Sementara itu, pihak pemberontak Houthi menyatakan tidak bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada kapal perang Amerika Serikat sebelumnya, baik serangan pada hari Minggu maupun Rabu kemarin. Namun tampaknya pernyataan ini tidak mengubah niatan Amerika Serikat untuk melancarkan aksi balasan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua