Warrior 2 AFV Sukses Lakukan Uji Tembak Persenjataan Tanpa Awak
Warrior 2 AFV Sukses Lakukan Uji Tembak Persenjataan Tanpa Awak. Ilustrasi Ranpur Warrior 2 AFV.Sumber : Lockheed Martin UK

HobbyMiliter.com – Warrior 2 AFV Sukses Lakukan Uji Tembak Persenjataan Tanpa Awak. Warrior 2, kendaraan tempur dari jenis Armoured Fighting Vehicle atau AFV, dikabarkan telah sukses melaksanakan uji coba penembakan senjata tanpa awak dalam rangka upaya pelaksanaan program upgrade bertajuk Warrior Capability Sustainment Programme atau biasa disingkat WCSP oleh pihak – pihak yang terlibat didalamnya. Uji coba penembakan senjata dengan mode tanpa awak atau unmanned firing test dilaksanakan di lapangan tembak Five Tips yang berada di Lulworth, Dorset, Inggris.

Dalam kegiatan uji coba penembakan sistem senjata tanpa awak tersebut, kendaraan uji coba (Warrior 2) berhasil menembakkan tidak kurang dari 150 butir peluru kaliber 40 milimeter dari laras meriam CT40 cased telescope weapon system. Uji coba penembakan sistem senjata tanpa awak tersebut dikabarkan dilaksanakan pada akhir bulan November 2018 lalu. Direktur program upgrade Warrior Capability Sustainment Programme atau biasa disingkat WCSP, Lee Fellows menyatakan kepada media informasi militer dan industri strategis pertahanan – keamanan internasional, Jane’s pada tanggal 5 Desember 2018 bahwa “kendaraan yang digunakan untuk proses uji coba di lapangan telah berhasil membuktikan peningkatan kapabilitas dan upgrade kemampuan melalui uji mobilitas dan uji coba penembakan munisi live sehingga mampu menunjukkan kehandalan yang tinggi kepada calon pengguna.”

Baca juga :   Rudal Anti Pesawat Buk-M3, SAM Terbaru Rusia Segera Digunakan

Berhasilnya kegiatan uji coba penembakan sistem senjata tanpa awak bagi kendaraan tempur Warrior 2 ini merupakan langkah penting setelah sebelumnya program ini nyaris terancam bahaya pembatalan setelah pada bulan Juli 2018 lalu pihak Otoritas Infrastruktur dan Proyek Inggris menurunkan level proyek upgrade kendaraan tempur ini dari semula amber/red atau “mampu dicapai tetapi ada isu signifikan” ke level warna merah atau red atau “tidak dapat dicapai”. Keberhasilan atas uji coba penembakan sistem senjata tanpa awak ini juga membuat Warrior 2 dapat melanjutkan ke tahap upgrade selanjutnya yakni proses uji coba penembakan sistem senjata dengan pengawak atau yang lazim disebut manned firing test. Satu hal yang menarik dari program upgrade sistem senjata ini adalah dengan dipasangnya sistem senjata CT40 kaliber 40 milimeter, memungkinkan kendaraan tempur dari jenis AFV ini melaksanakan penembakan terhadap sasaran dalam posisi diam atau statik maupun dalam posisi bergerak atau dinamis. Kemampuan penembakan senjata dalam posisi kendaraan penembak dalam pergerakan sangat dibutuhkan oleh elemen pasukan infanteri mekanis dalam menghadapi ancaman musuh di medan perang yang modern di masa kini serta masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here