Saturday, September 18, 2021
HomeBlog MiliterMortir 2S31 Vena (Self Propelled Mortar) Menarik Perhatian Marinir TNI AL

Mortir 2S31 Vena (Self Propelled Mortar) Menarik Perhatian Marinir TNI AL

HobbyMiliter.com – Mortir 2S31 Vena (Self Propelled Mortar) Menarik Perhatian Marinir TNI AL. Pertahanan artileri bergerak merupakan kekhasan dari Korps Marinir saat menggelar operasi, contohnya saja di tahun 60-an adanya BM-14/17, lalu penerusnya RM70 Grad setelah itu terbarunya yaitu RM70 Vampir. Mereka termasuk dalam self propelled MLRS (Multi Launch Rocket System). Lalu bagaimana tentang self propelled gun alias howitzer, sama seperti yang digunakan Armed dari TNI AD? walaupun belum terlihat akan menjadi pengguna self propelled howitzer, tapi kabarnya Korps Baret Ungu juga akan memboyong self propelled mortar system.
Vena 2

Faktanya yang sampai sekarang yang public ketahui adalah mortir merupakan senjata yang berbentuk tabung yang ringkas. Meskipun kita juga mengenal mortir yang diinstal pada platform ranpur, seperti panser Pindad Anoa 6×6 contohnya, tapi wujud asli mortir terlihat sangat jelas, penggunaannya juga tidak berbeda dengan mortir pada umunya. Namun sangat berbeda dengan self propelled mortar system yang mungkin akan memperkuat artileri Marinir ini.

BACA JUGA :  Kirim Tank Ke Perbatasan, Tiongkok Ancam Cabut Investasi di India

Jenis mortir yang dimaksud adalah 2S31 Vena. Nampak sekilas 2S31Vena mirip dengan tank standart yang sering kita jumpai. Apabila diteliti lebih seksama di bagian kubahnya yang menggunakan tabung mortir 2A51 gun berkaliber 120 mm. Dikarenakan menggunakan laras mortir, maka laras 2S31 ini lebih tipis dibandingkan howitzer, hal ini berdampak juga pada jarak tembaknya, mortir tak mampu menembak sejauh howitzer. Mortir memiliki laras yang smoothbore serta daya lontar yang lebih lemah (low pressure), maka sangat cocoki sebagai senjata pendukung jarak dekat untuk infanteri.

BACA JUGA :  Kehidupan Tentara Russia di Suriah

Vena 3

Marinir TNI AL sesungguhnya sudah terbiasa dengan mortir yang berkaliber besar (120 mm). Pada tahun 60-an saat menjelang Operasi Trikora, Marinir telah menggunakan mortir M43 120 mm, berbentuk mortir tarik produksi Rusia yang difasilitasi dengan two wheel carriage. 2S31 Vena juga termasuk fleksibel dalam hal amunisi berkaliber 120 mm. Vena juga mampu melontarkan beragam proyektil mortir berkaliber 120 mm, dari proyektil mortir berstandar NATO hingga proyektil berstandart Rusia. Beragam jenis proyektil yang mampu ditembakkan adalah Armor Piercing, HEAT, HE-Frag, hingga Kitolov Laser Guided Munition untuk jarak jauh.

Vena 4

Sudut tegaknya mampu mencapai sudut 80 derajat, laras Vena juga mampu menembakkan proyektil dengan radius mencapai 7,2 – 12 Km. Amunisi menggunakan tambahan roket (Rocket Assisted Projectile) untuk mendukung tembakan jarak jauh. Apabila keadaannya terdesak, mortir Vena juga mampu direct fire untuk menggasak tank, serta amunisi Armor Piercing kaliber 120 mm mampu menjebol lapisan baja pada tank sampai 600-650 mm RHA dari jarak 1 Km. Rata-rata laras Vena mampu melontarkan 8 – 10 proyektil per menit. Vena mampu mengangkut sekitar 70 peluru mortir berkaliber 120 mm, serta 500 peluru untuk amunisi senapan mesin berkaliber 7,62 mm.

BACA JUGA :  KRI Frans Kaisiepo 368 Dan KRI John Lie 358 Tiba Di Subic Bay Filipina

Dikancah kendaraan tempur produksi Rusia, bisa dikatakan kalau 2S31Vena tidak terlalu dikenal. Rancangan kendaraan tempur ini resmi selesai di tahun 2007, dan mulai resmi digunakan di tahun 2013 – 2014. Rusia sendiri masih menguji coba 2S31 Vena, yang secara resmi mengoperasikannya adalah Azerbaijan, mereka membeli 15 unit 2S31 Vena.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua