Thursday, August 13, 2020
Home Militer Kisah Militer Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki – HobbyMiliter.com. Dalam membangun sebuah kekuatan penggentar bersenjata nuklir, mulai tahun 1957 diputuskan bahwa Amerika dan Inggris akan mulai menempatkan senjata nuklir ditanah Eropa. Langkah ini dikenal sebagai protokol nuclear sharing.

Langkah ini membuat negara negara NATO yang tidak memiliki senjata nuklir, bisa menggunakan senjata nuklir yang dimiliki Amerika (dan dulu Inggris) untuk melakukan serangan balasan ke negara negara pakta Warsawa di masa perang dingin dulu. Mulai dari rudal, artileri nuklir hingga bom nuklir.

Namun, dengan begitu negara negara yang bersedia masuk dalam skema pinjam pakai senjata nuklir ini harus bersedia melakukan standarisasi sistem senjata. Misalnya dengan mensertifikasi pesawat tempur tertentu agar compatible dengan senjata nuklir yang disediakan.

Jerman dan Inggris menggunakan Panavia Tornado sebagai bomber nuklirnya.
Jerman dan Inggris menggunakan Panavia Tornado sebagai bomber nuklirnya.

Saat ini, dari tiga negara nuklir yang menjadi anggota NATO (Amerika, Inggris dan Perancis) diketahui hanya tinggal Amerika saja yang masih memberikan senjatanya untuk dipinjam pakai oleh anggota NATO lainnya.

Anggota NATO yang memperoleh pinjaman senjata nuklir saat ini adalah Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki. Canada sebetulnya juga punya stok pinjaman senjata nuklir, namun dalam kerangka NORAD bukan NATO. Itupun sudah dikembalikan di tahun 1984. Yunani dulu pernah ikut serta juga dalam program pinjam pakai senjata nuklir ini, namun keluar dan mengembalikan senjatanya pada tahun 2001, seiring pensiunnya pesawat tempur yang tersertifikasi membawa senjata tersebut A-7 Corsair II.

Walaupun juga punya senjata nuklir sendiri, Inggris juga pernah pinjam pakai senjata artileri nuklir dan rudal nuklir Lance, untuk dtempatkan di Jerman Barat. Namun semuanya sudah pensiun dan dikembalikan. Hingga akhirnya tinggal Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki saja yang masih tersisa.

BACA JUGA :  NATO: Rusia Enggan Melakukan Komunikasi Militer Dengan Kami

Bom nuklir B61, senjata yang saat ini dipinjamkan ke negara NATO
Bom nuklir B61, senjata yang saat ini dipinjamkan ke negara NATO

Dalam masa damai, menurut SOP nya, setiap senjata nuklir yang dipinjamkan tersebut harus 100% berada dibawah pengawasan personel Angkatan Udara Amerika Serikat. Kode akses khusus diperlukan untuk mengaktifkan senjata nuklir tersebut. Pada saat terjadi perang, maka personel USAF akan memasang bom nuklir tersebut pada pesawat tempur milik negara peminjam, lalu mengaktifkan bom nuklir tersebut. Pesawat tempur lalu akan menyerang target target yang sudah ditentukan sebelumnya.

Paling tidak,dari 480 bom nuklir B61 yang dimiliki oleh Amerika Serikat, 180 bom diketahui dipinjamkan ke negara negara anggota NATO. Bom ini disimpan dalam fasilitas hangar khusus yang terlindungi dengan beton diperkuat di pangkalan udara yang ditunjuk. Pesawat tempur yang tersertifikasi untuk mengantarkan senjata nuklir ini adalah F-16 dan Panavia Tornado.

Pada masa lalu, senjata nuklir yang dipinjampakai kan bukan hanya bom B61 saja. Yunani pernah dipinjamkan rudal anti pesawat berhulu ledak nuklir Nike-Hercules. Satu tembakan rudal nuklir anti pesawat ini, diharapkan bisa menghentikan serangan 1 resimen bomber Rusia. Canada juga pernah dipinjami rudal udara ke udara berhulu ledak nuklir AIR-2 Genie, bersama rudal anti pesawat berhulu ledak nuklir Bomarc (yang membatalkan program CF-105 Arrow) dan rudal balistik jarak pendek MGR-1 Honest John untuk ditempatkan di Jerman.

BACA JUGA :  Specialised Marine Craft, Kapal Patroli Siluman Milik AL Singapura

Rudal balistik jarak medium PGM-19 Jupiter yang berhulu ledak nuklir juga pernah dipinjampakaikan ke Italia dan Turki, dengan pengamanan dualkey system. Satu dipegang personel USAF dan lainnya oleh personel negara tersebut. Rudal balistik jarak menengan PGM-17 Thor juga pernah dipinjampakaikan ke Angkatan Udara Inggris.

Namun dengan dinilai menurunnya ancaman nuklir global seiring runtuhnya Uni Soviet yang menjadi musuh utama NATO, diambil kebijakan baru untuk menarik semua senjata nuklir selain bom nuklir taktis B61. Penghapusan total senjata nuklir pinjam pakai ini ditentang oleh negara negara anggota NATO di Eropa Timur, yang khawatir akan menunjukkan pelemahan komitmen perlindungan keamanan Amerika Serikat ke Eropa melawan Rusia.

Turki, Belanda, Belgia dan Italia menggunakan F-16 sebagai bomber nuklirnya.
Turki, Belanda, Belgia dan Italia menggunakan F-16 sebagai bomber nuklirnya.

Di Belgia, Amerika meminjamkan 10 hingga 20 bom nuklir taktis B61 yang disimpan di Pangkalan Udara Kleine Brogel. F-16A milik Belgia bertanggung jawab sebagai pesawat bomber pembawa bom nuklir B61 ini.

Di Belanda, Amerika meminjamkan 10 hingga 20 bom nuklir taktis B61 yang disimpan di Pangkalan Udara Vorkel. F-16A milik Belanda bertanggung jawab sebagai pesawat bomber pembawa bom nuklir tersebut. Pada 10 Juni 2013, mantan perdana menteri Belanda Ruud Lubers mengkonfirmasi bahwa pada masa pemerintahannya, di Pangkalan Udara Vorkel disimpan 22 unit bom nuklir taktis dalam penjagaan personel USAF.

Untuk mengaktifkannya, diperlukan 2 kode kunci yaitu dari personel USAF dan dari AU Belanda. AU Belanda dan detasemen USAF yang menjaga senjata nuklir tersebut selalu berlatih melakukan pergelaran kekuatan nuklir secara periodik agar profesionalitas terjaga.

BACA JUGA :  Kisah Perang Pasukan Rusia: Insiden di Bandara Pristina, 1999

Di Jerman, Amerika membangun 11 shelter dengan kapasitas maksimum 44 bom nulkir taktis B61 di Pangkalan Udara Buchel. Panavia Tornado IDS AU Jerman menjadi pesawat yang bertanggung jawab melakukan gempuran nuklir.

Italia menyediakan 2 pangkalan udaranya sebagai basis serangan nuklir, yakni Pangkalan Udara Aviano dan Pangkalan Udara Ghedi. Di Pangkalan udara Aviano, diperkirakan disimpan sekitar 50 unit B-61 dan di pangkalan udara Ghedi disimpan tidak kurang dari 40 bom B61.

Pangkalan udara Incirlik, Markas NATO di Turki tempat Amerika menyimpan arsenal nuklirnya.
Pangkalan udara Incirlik, Markas NATO di Turki tempat Amerika menyimpan arsenal nuklirnya.

Mantan Presiden Italia Francesco Cossiga dalam sebuah wawancara menyebutkan, bahwa ketika Uni Soviet melakukan serangan pertama ke salah satu negara NATO, pesawat tempur Italia bertugas untuk melakukan serangan balas dendam dengan mengebom Praga, Budapest dan semua ibukota negara pakta Warsawa.

Terakhir Turki. Turki ditenggarai dipinjamkan bom nuklir B61 terbanyak diantara anggota NATO lainnya. Ditengarai, bom nuklir taktis B61 yang disimpan di pangkalan udara Incirlik ini jumlahnya bisa mencapai 90 unit. F-16 (dan dulu F-4) Turki akan ditugaskan menyerang fasilitas Angkatan Laut Soviet dan industri industri pertahanan Soviet di Ukraina dan Crimea. Sekaligus menerapkan kebijakan anti akses bagi armada Laut Hitam Soviet untuk keluar ke laut Mediterania via selat Dardanella.

Namun, sehubungan ketegangan diplomatik antara Turki dengan Amerika, anggota kongres dan senat Amerika banyak yang berpendapat bahwa seluruh senjata nuklir di pangkalan udara Incirlik harus dipindahkan ke tempat lain dan dikeluarkan dari Turki.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

31 COMMENTS

  1. senjata nuklir nato ini bukan dipinjamkan ke turki..jangan keliru persepsi.. turki sbg anggota nato hanya ketempatan lokasi rudal nuklir.. semua kontrol dan supervisi secara penuh dilakukan nato

  2. gx turki gx dikasih tpi di pangkalan udara incirlik ada 50 rudal nucklir strategis….punya nato…

    mungkin bang tayip edorgan …minta pak jokowi buat bantu bikin bom nucklr

  3. Ini “pintarnya” AS. Membagi bagi rejeki ato resiko tepatnya kepada negara negara sekutunya. Yang pegang senjata nuklir, tentu saja jadi sasaran utama dan pertama serangan nuklir Pakta Warsawa/Soviet. Jadi gak heran negara negara itu kebanyakan rakyatnya ketakutan sendiri, bukan malah petantang petenteng, karena tau bakal jadi “prioritas utama dan pertama” dijadikan abu oleh Soviet. Toh mereka lebih dekat dengan Soviet dibanding AS, jadi mereka duluan yang bakal merasakan “ketiban pulung” nuklir Soviet. Resiko berkawan dengan buaya, jadi musuh singa, begitu juga sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua