Wednesday, May 18, 2022
HomeMiliterKisah MiliterAmerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki

Amerika Pinjamkan Senjata Nuklir Ke Anggota NATO, Termasuk Turki – HobbyMiliter.com. Dalam membangun sebuah kekuatan penggentar bersenjata nuklir, mulai tahun 1957 diputuskan bahwa Amerika dan Inggris akan mulai menempatkan senjata nuklir ditanah Eropa. Langkah ini dikenal sebagai protokol nuclear sharing.

Langkah ini membuat negara negara NATO yang tidak memiliki senjata nuklir, bisa menggunakan senjata nuklir yang dimiliki Amerika (dan dulu Inggris) untuk melakukan serangan balasan ke negara negara pakta Warsawa di masa perang dingin dulu. Mulai dari rudal, artileri nuklir hingga bom nuklir.

Namun, dengan begitu negara negara yang bersedia masuk dalam skema pinjam pakai senjata nuklir ini harus bersedia melakukan standarisasi sistem senjata. Misalnya dengan mensertifikasi pesawat tempur tertentu agar compatible dengan senjata nuklir yang disediakan.

Jerman dan Inggris menggunakan Panavia Tornado sebagai bomber nuklirnya.
Jerman dan Inggris menggunakan Panavia Tornado sebagai bomber nuklirnya.

Saat ini, dari tiga negara nuklir yang menjadi anggota NATO (Amerika, Inggris dan Perancis) diketahui hanya tinggal Amerika saja yang masih memberikan senjatanya untuk dipinjam pakai oleh anggota NATO lainnya.

BACA JUGA :  KRI Bima Suci Resmi Diluncurkan

Anggota NATO yang memperoleh pinjaman senjata nuklir saat ini adalah Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki. Canada sebetulnya juga punya stok pinjaman senjata nuklir, namun dalam kerangka NORAD bukan NATO. Itupun sudah dikembalikan di tahun 1984. Yunani dulu pernah ikut serta juga dalam program pinjam pakai senjata nuklir ini, namun keluar dan mengembalikan senjatanya pada tahun 2001, seiring pensiunnya pesawat tempur yang tersertifikasi membawa senjata tersebut A-7 Corsair II.

Walaupun juga punya senjata nuklir sendiri, Inggris juga pernah pinjam pakai senjata artileri nuklir dan rudal nuklir Lance, untuk dtempatkan di Jerman Barat. Namun semuanya sudah pensiun dan dikembalikan. Hingga akhirnya tinggal Belgia, Jerman, Italia, Belanda dan Turki saja yang masih tersisa.

BACA JUGA :  Amerika Serikat Terapkan Sanksi Baru Atas Program Rudal Balistik Iran
Bom nuklir B61, senjata yang saat ini dipinjamkan ke negara NATO
Bom nuklir B61, senjata yang saat ini dipinjamkan ke negara NATO

Dalam masa damai, menurut SOP nya, setiap senjata nuklir yang dipinjamkan tersebut harus 100% berada dibawah pengawasan personel Angkatan Udara Amerika Serikat. Kode akses khusus diperlukan untuk mengaktifkan senjata nuklir tersebut. Pada saat terjadi perang, maka personel USAF akan memasang bom nuklir tersebut pada pesawat tempur milik negara peminjam, lalu mengaktifkan bom nuklir tersebut. Pesawat tempur lalu akan menyerang target target yang sudah ditentukan sebelumnya.

Paling tidak,dari 480 bom nuklir B61 yang dimiliki oleh Amerika Serikat, 180 bom diketahui dipinjamkan ke negara negara anggota NATO. Bom ini disimpan dalam fasilitas hangar khusus yang terlindungi dengan beton diperkuat di pangkalan udara yang ditunjuk. Pesawat tempur yang tersertifikasi untuk mengantarkan senjata nuklir ini adalah F-16 dan Panavia Tornado.

BACA JUGA :  Uni Eropa Pakai Senjata Nuklir Rusia Untuk Mencegah Kiamat Asteroid

Pada masa lalu, senjata nuklir yang dipinjampakai kan bukan hanya bom B61 saja. Yunani pernah dipinjamkan rudal anti pesawat berhulu ledak nuklir Nike-Hercules. Satu tembakan rudal nuklir anti pesawat ini, diharapkan bisa menghentikan serangan 1 resimen bomber Rusia. Canada juga pernah dipinjami rudal udara ke udara berhulu ledak nuklir AIR-2 Genie, bersama rudal anti pesawat berhulu ledak nuklir Bomarc (yang membatalkan program CF-105 Arrow) dan rudal balistik jarak pendek MGR-1 Honest John untuk ditempatkan di Jerman.

Rudal balistik jarak medium PGM-19 Jupiter yang berhulu ledak nuklir juga pernah dipinjampakaikan ke Italia dan Turki, dengan pengamanan dualkey system. Satu dipegang personel USAF dan lainnya oleh personel negara tersebut. Rudal balistik jarak menengan PGM-17 Thor juga pernah dipinjampakaikan ke Angkatan Udara Inggris.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

31 COMMENTS

  1. senjata nuklir nato ini bukan dipinjamkan ke turki..jangan keliru persepsi.. turki sbg anggota nato hanya ketempatan lokasi rudal nuklir.. semua kontrol dan supervisi secara penuh dilakukan nato

  2. gx turki gx dikasih tpi di pangkalan udara incirlik ada 50 rudal nucklir strategis….punya nato…

    mungkin bang tayip edorgan …minta pak jokowi buat bantu bikin bom nucklr

  3. Ini “pintarnya” AS. Membagi bagi rejeki ato resiko tepatnya kepada negara negara sekutunya. Yang pegang senjata nuklir, tentu saja jadi sasaran utama dan pertama serangan nuklir Pakta Warsawa/Soviet. Jadi gak heran negara negara itu kebanyakan rakyatnya ketakutan sendiri, bukan malah petantang petenteng, karena tau bakal jadi “prioritas utama dan pertama” dijadikan abu oleh Soviet. Toh mereka lebih dekat dengan Soviet dibanding AS, jadi mereka duluan yang bakal merasakan “ketiban pulung” nuklir Soviet. Resiko berkawan dengan buaya, jadi musuh singa, begitu juga sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

0
Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments