Hobbymiliter.com – Tiongkok diperkirakan akan segera ikut serta untuk memerangi kelompok teroris ISIS di Suriah, dan dengan demikian menambah armada bantuan untuk militer Rusia yang sudah lebih dahulu bertempur disana. Demikian dilaporkan oleh The Washington Times.

Media AS tersebut pada hari Rabu (13/1) mengabarkan bahwa alasan Tiongkok untuk ikut serta dalam pertempuran tersebut karena khawatir atas semakin banyaknya warga negara Tiongkok yang bergabung menjadi anggota ISIS, yang mana sudah dicekal oleh banyak negara di dunia.

Baca juga :   Hindustan Aeronautics Limited Mulai Produksi Helikopter LCH

“Pertanyaan sebenarnya dalah di pihak manakah mereka akan berada,” demikian pernyataan dari seorang pejabat Departemen Pertahanan AS seperti dikutip oleh The Washington Times. Hal ini mengindikasikan bahwa Beijing kemungkinan besar akan bergabung dengan pasukan koalisi Rusia untuk memerangi ISIS dan pasukan oposisi, alih-alih bergabung dengan pasukan koalisi AS yang memerangi pasukan pemerintah Bashar al-Assad.

An anti-terrorism force including public security police and the armed police attend an anti-terrorism joint exercise in Hami, northwest China's Xinjiang region on July 2, 2013. The United States is encouraging "terrorism" in Xinjiang, Chinese state media said on July 1, also claiming that separatists in the region -- which has a large Uighur minority -- had fought alongside Syrian rebels. CHINA OUT AFP PHOTO (Photo credit should read STR/AFP/Getty Images)
Pasukan anti-terorisme Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Sumber: Times.com

ISIS, yang kini dijuluki sebagai “Daesh” oleh media-media di Barat, telah menaklukkan sebagian besar daerah di seputar Suriah dan Irak dan dikenal akan tindakan kekerasannya yang kerap tak memperhatikan sikap manusiawi. ISIS juga baru-baru ini mengklaim banyak terror di berbagai negara, termasuk serangan 13 November di Paris, dan serangan yang baru saja terjadi Kamis kemarin di Jakarta.

Baca juga :   Indonesia Tarik Armada Helikopter Dari MINUSMA

ISIS dikenal karena mampu menggoda banyak anak-anak muda dari seluruh dunia untuk bergabung menjadi anggotanya dengan cara menyebar propaganda lewat jejaring sosial dan video di internet.

Pasukan koalisi AS mendukung pihak oposisi yang ingin menjatuhkan pemerintahan Assad, dan sudah memerangi ISIS di Suriah dan Irak sejak September 2014. Sedangkan Rusia yang condong mendukung pihak pemerintah Suriah dan berseberangan dengan oposisi, telah bertempur melawan ISIS sejak September 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here