Friday, July 10, 2020
Home Militer Alutsista Railway Guns SUPER BESAR

Railway Guns SUPER BESAR

FRANCE - CIRCA 1918: Artillery unit poses on Railway train artillery train with hug gun in World War I France (Photo by Buyenlarge/Getty Images)
FRANCE – CIRCA 1918: Artillery unit poses on Railway train artillery train with hug gun in World War I France (Photo by Buyenlarge/Getty Images)

Pemasangan artileri berat pada gerbong kereta pertama kali diusulkan oleh Warga Rusia, Gustav Kori pada tahun 1847, dan pertama kali digunakan dalam pertempuran Perang Saudara Amerika.

Ketika Perang Dunia I dimulai, Perancis dan Jerman memasang meriam angkatan laut dan meriam kluster mereka secara khusus untuk dikerahkan ke garis depan melalui rel

Setelah tepat diposisi, meriam tersebut (railways gun) dipasang pada track setengah lingkaran yang dibangun secara khusus untuk memungkinkan menunjuk ke arah target.

Dalam Perang Dunia II, Jerman membuat meriam Schwerer Gustav dengan ukurannya yang benar-benar besar, sehingga bisa menembakkan peluru 31-inci, tujuh ton shells dan dapat mencapai target hingga 30 mil.

BACA JUGA :  Foto Foto Latihan Penembakan Meriam S-60

Persenjataan ini sangat mahal dan sangat rentan terhadap serangan udara, setelah Perang Dunia II mereka dihapuskan dan digantikan oleh pesawat pembom dan surface-to-surface missile launchers.

Foto-foto berikut menceritakan sejarah beberapa meriam-meriam besar (Railways Guns) yang pernah dibuat dan dipakai dalam pertempuran, dari pertama digunakan oleh pasukan Konfederasi dalam Perang Saudara Amerika, mulai perang dunia ke 1 hingga perang dunia ke 2

Petersburg, Va. Railroad gun and crew. Photo shows Robert E. Lee's railroad battery. (Source: David H. Schneider, Lee's Armored Car, Civil War Times, Feb. 2011.) Photograph from the main eastern theater of war, the siege of Petersburg, June 1864-April 1865.
Petersburg, Va. Railroad gun and crew. Photo shows Robert E. Lee’s railroad battery. (Source: David H. Schneider, Lee’s Armored Car, Civil War Times, Feb. 2011.) Photograph from the main eastern theater of war, the siege of Petersburg, June 1864-April 1865.

Krupp 42 cannon, on a flat wagon. (Photo by Albert Harlingue/Roger Viollet/Getty Images)
Krupp 42 cannon, on a flat wagon. (Photo by Albert Harlingue/Roger Viollet/Getty Images)

Kanaya Maranatha
Kanaya Maranatha
Kanaya Maranatha meyukai berbagai perkembangan teknologi. Tidak hanya teknologi di dunia militer, tapi juga perkembangan teknologi di dunia IT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring?

Apa Yang Dimaksud Dengan Thrust Vectoring? - HobbyMiliter.com. Thrust vectoring atau disebut juga Thrust Vector Control (TVC) adalah suatu kemampuan dari pesawat terbang, roket...

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua