Sunday, October 18, 2020
Home Blog Militer PT-91M: Tonggak Awal MBT di Asia Tenggara

PT-91M: Tonggak Awal MBT di Asia Tenggara

HobbyMiliter.com – PT-91M: Tonggak Awal MBT di Asia Tenggara. Dalam kancah Main Battle Tank (MBT), kemampuan PT-91M Pendekar seperti kalah pamor dengan Leopard 2A4 yang saat ini dimiliki Singapura dan Indonesia. Walaupun kemampuannya masih kalah dibanding Leopard 2A4, tapi MBT milik Malaysia inilah yang menjadi tonggak awal MBT modern di wilayah Asia Tenggara.

PT-91M 1

Jika Leopard 2A4S milik Singapura tampil di tahun 2008, maka PT-91M Pendekar sudah dipesan sejak tahun 2003 (produksi tahun 2007 – 2009). Saat itu Malaysia tengah mencari MBT yang bisa bertahan pada struktur tanah dan medan di semenanjung Malaya, sehingga dibatasi beratnya tak lebih dari 50 ton. Dilihat dari beratnya, Leopard pasti telah tersingkir karena beratnya mencapai 60 ton.

BACA JUGA :  Menhan Pakistan: Jika Perlu, Pakai Senjata Nuklir Untuk Melawan India!

PT-91M Pendekar merupakan tiruan dari MBT buatan Rusia berjenis T-72M yang dimodifikasi sistem elektroniknya hingga berstandar NATO. Tank ini juga diproduksi oleh Zaklady Mechhaniczne Bumar-Labedy SA, produsen persenjataan asal Polandia. Malaysia memilih pabrikan Polandia karena MBT PT-91M ini memiliki kualitas yang tak jauh beda dengan pabrikan Rusia. Malaysia memesan sekitar 48 unit PT-91M senilai US$375 juta, ditambah dengan 6 kendaraan recovery WZT-4, 5 tiruan AVLB (Armored Vehicle Launch Bridge) untuk pengangkut jembatan, dan 3 unit MID-M dengan roller dan bilah dozer untuk menembus halang rintang.

BACA JUGA :  Rusia: Turki Berencana Untuk Melakukan Agresi Militer Ke Suriah

PT-91M 3

Memiliki desain khas Rusia, tapi bagian dalam PT-91M cenderung mengikuti NATO, karena Polandia saat itu sudah menjadi anggota NATO. Desain NATO Nampak diadopsi pada rantai Diehl Type 840I pabrikan Jerman yang menggunakan trackshoes yang tak merusak aspal jalan raya. Sistem komunikasinya menggunakan P4RG dan sistem iterkom OTAS buatan Thales.

Sistem kontrol meriamnya menggunakan FCS (Fire Control System) SAVAN-15 yang dipakai juga oleh MBT Lecrec dan pada Challenger 2. Sistem penembakkan dilengkapi dengan laser rangefinder yang membuat tank bisa menembak sambil bergerak tanpa terganggu bidikannya. Periskopnya mengusung Vigy 15 produksi Sagem.

BACA JUGA :  Mengenal FMA IA 58A Pucara, Pesawat COIN Dari Argentina

Walaupun berbau barat, tapi meriamnya masih menggunakan jenis 2A46 kaliber 125 mm. Dilengkapi juga dengan SMB (Senapan Mesin Berat) yang mengusung Browning M2HB kaliber 12,7 mm. Lalu untuk senjata coaxialnya mengadaptasi dari FN MAG kaliber 7,62 mm yang terpasang pada laras.

1 COMMENT

  1. Harusnya Indonesia lebih memilih MBT buatan Rusia daripada Leopard 2 atau PT-91M. Pilihlah T-90S atau T-90SM buatan Rusia yang lebih canggih, lebih cepat, lebih bagus dan lebih kuat serta dapat diandalkan disegala medan, iklim dan cuaca.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua