Friday, July 3, 2020
Home Blog Militer Sejarah Sejarah Peristiwa Merah Putih Di Manado 1946

Sejarah Peristiwa Merah Putih Di Manado 1946

Sejarah Peristiwa Merah Putih Di Manado 1946 Demi Kemerdekaan Republik Indonesia – HobbyMiliter.comTanggal 14 Februari 1946 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Manado, soalnya saat itulah sejarah peristiwa Merah Putih di Manado terjadi. Karena peristiwa Merah Putih itu juga Manado dikenal sebagai Kota Pejuang.

Menurut catatan sejarah, Belanda baru mengakui kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 27 Desember 1949 saat menyerahkan kedaulatan yang ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam. Karena itulah sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia hingga penyerahan kedaulatan tersebut banyak perjuangan mengukuhkan proklamasi kedaulatan Republik Indonesia di berbagai daerah.

Salah satunya adalah yang terjadi di Manado tanggal 14 Februari 1946. Saat itu terjadi perebutan kekuasaan NICA di Manado yang ditandai dengan pengibaran sang saka Merah Putih di Tangsi Militer KNIL di Teling.

Tidak cuma diberi sebutan Kota Pejuang, namun tanggal 10 Maret 1965 saat peringatan Peristiwa Merah Putih di Istana Negara, Presiden Soekarno mendeklarasikan bahwa setiap tanggal 14 Februari adalah Hari Sulawesi Utara yakni hari yang bakal selalu dikenang sebagai hari perjuangan mendukung terbentuknya Republik Indonesia yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945.

Hingga kini Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut bersama Partisipan Kawanua Informal Meeting atau KIM dan Generasi Penerus Perjuangan Merah Putih atau GPPMP terus berusaha memperjuangkan terbitnya Keppres 14 Februari sebagai Hari Pejuang dengan merujuk pada nilai perjuangan Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado.

Sejarah Peristiwa Merah Putih Di Manado

Sebelumnya Belanda menghasut serta mempengaruhi warga Minahasa dengan mitos persahabatan antara Belanda dan Minahasa yang dikenal dengan sebutan Verbond Minahasa – Nederland yang ada sejak 10 Januari 1679.

Namun tanggal 14 Februari 1946 sekumpulan tentara KNIL di Manado memutuskan rantai mitos tersebut dan melakukan perjuangan merebut kekuasaan NICA. Perjuangan tersebut berhasil gemilang dengan dikibarkannya sang saka Merah Putih di Tangsi Militer KNIL di Teling.

Latar Belakang Peristiwa Merah Putih

Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado diawali dengan pengakuan resmi akan kekalahan Jepang terhadap Pasukan Sekutu yang berlangsung sejak pertempuran di Pasifik bulan Juli 1944. Saat itu Sam Ratulangi mengirim beberapa pemuda, termasuk Mantik Pakasi dan Freddy Lumanauw dari utusan tentara, serta Wim Pangalila, Buce Ompi, dan Olang Sondakh dari perwakilan pemuda buat mengawasi situasi.

Dua bulan sejak pengutusan, Angkatan Udara Sekutu secara tiba-tiba mengirim puluhan pesawat pembom B-29 dan menghancurkan serta merenggut nyawa penduduk. Kejadian tersebut membuat Jepang mencurigai adanya mata-mata Sekutu yang berperan sebagai tokoh Nasionalis.

Kejadian tersebut memicu terjadinya beberapa kejadian lain, seperti:

  • September 1944 Jenderal Mac Arthur berhasil menaklukkan pertahanan Jepang di Morotai dan Sulawesi Utara.
  • Pertengahan April 1945 hingga awal Februari 1945 terjadi banyak konflik di area Morotai dan Sulawesi Utara.
  • Tanggal 21 Agustus 1945 terjadi penyerahan wilayah Sulawesi dari tentara Jepang kepada E. H. W. Palengkahu sebagai petinggi Barisan Pemuda Nasional Indonesia atau BPNI.
  • Namun Belanda bersama NICA yang berada di bawah perlindungan sekutu berencana menduduki Indonesia Timur kembali, terutama Sulawesi Utara.
  • Wim Pangalila bersama John Rahasia melihat adanya kesempatan melakukan revolusi bagi para pemuda Manado.
  • BPNI bersama Koninklijk Nederlands Indisch Leger atau KNIL yang telah lepas dari kepentingan Belanda diam-diam bekerja sama berusaha merebut kekuasaan dari penjajah.
  • Tanggal 10 Januari 1946 Pasukan NICA yang mengetahui rencana tersebut menangkap para anggota BPNI.
  • Tanggal 10 Februari 1946 Pasukan NICA juga menangkap para tokoh KNIL.
  • Anggota KNIL lainnya masih terus berjuang mencari jalan melakukan pemberontakan dan berhasil mempengaruhi Kopral Mambi Runtukahu buat memimpin aksi penyergapan di pos markas garnisun Manado yakni tangsi militer Teling Manado dan terjadilah Peristiwa Merah Putih.

Aksi Peristiwa Merah Putih

Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado berlangsung seperti berikut:

  • Pukul 21.30 saat apel malam, kelompok pejuang yang terdiri dari Wakil Komandan Regu I Mambi Runtukahu, Wadanru II Gerson Andris, Wadanru III Mas Sitam, Komandan Verkenner Jus Kotambunan, Anggota Regu IV Lengkong Item beserta Verkenner Wehantouw mulai mempersiapkan diri mereka.
  • Pukul 24.00 seluruh anggota yang masih di luar diperintahkan sersan piket Sutarkun buat tidur dikarenakan bakal ada pemeriksaan malam yang dilakukan Komandan Kompi VII Letnan Carlier dan Komandan Peleton Serma Wijzer.
  • Pukul 00.30 dilakukan pemeriksaan persiapan akhir.
  • Pukul 00.45 semua pasukan berkumpul serta menyatakan kesiapan tekad mereka buat mempertaruhkan nyawa demi kedaulatan Republik Indonesia.
  • Pukul 01.00 subuh tanggal 14 Februari 1946 serangan dimulai dengan pergi ke tangsi dengan formasi huruf L.
  • Mereka merobek warna biru dari bendera Kerajaan Belanda dan mengibarkan sang saka Merah Putih di tangsi militer tersebut.
  • Pukul 03.00 pemimpin Garnisun Manado, Kapten Blom ditangkap setelah sebelumnya Letnan Verwaayen selaku pemimpin tangsi Teling ditahan.
  • Siang harinya Residen Coomans de Ruyter dan Letkol de Vries beserta seluruh anggota NICA ditangkap.
  • Keesokan harinya, mereka berhasil menangkap 600 orang pasukan serta pejabat serta pimpinan militer Belanda dan melucuti senjata mereka serta memasukkan mereka ke sel sebagai tahanan, serta menaklukkan kamp tahanan Jepang yang berisikan 8000 prajurit.
  • Tanggal 15 Februari 1946 Ch. Taulu selaku pemimpin perjuangan mengeluarkan Maklumat Nomor 1 yang berisi:
    • Tanggal 14 Februari 1946 pukul 01.00 pejuang KNIL dengan bantuan para pemuda berhasil merebut kekuasaan dari pemerintahan Belanda atau NICA dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.
    • Rakyat dihimbau serta diminta agar membantu perjuangan sepenuhnya.
    • Para pejuang dihimbau serta diperintahkan buat mengambil alih pemerintahan Belanda.
    • Tentara Republik Indonesia Sulawesi Utara menjamin keamanan di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
    • Kantor pemerintahan, serta kegiatan ekonomi seperti sekolah, toko, dan pasar mesti berjalan seperti biasa dan apabila melanggar maka pasar atau toko tersebut bakal disita.
    • Siapa saja yang berani mengacau dan melakukan tindakan penculikan, perampokan, penganiayaan, pembunuhan atau tindakan lainnya bakal dihukum mati di muka umum.
  • Kemudian pemimpin perjuangan mengeluarkan Maklumat Nomor 2 yang mengabarkan bahwa tanggal 16 Februari 1946 sudah diadakan Rapat Umum di Gedung Minahasa Raad atau DPR di bawah pimpinan ketentaraan Indonesia di Sulawesi serta dihadiri para Kepala Daerah Gorontalo, pemimpin serta pemuka Indonesia.
  • Hasil Rapat Umum tersebut adalah penetapan BW Lapian sebagai Kepala Pemerintahan Sipil Sulawesi Utara. Selain itu ditetapkan beberapa orang buat membantu BW Lapian menjalankan pemerintahan sipil, yaitu:
    • DA Th. Gerungan di bidang kepemerintahan.
    • AIA Ratulangi di bidang keuangan.
    • Drh. Ratulangi di perekonomian.
    • Dr. Ch. Singal di kesehatan.
    • E. Katoppo di bidang PPK.
    • Hidayat di kehakiman.
    • SD Wuisan di kepolisian.
    • Wolter Saerang di penerangan.
    • Max Tumbel di pelabuhan atau pelayaran.
  • Tanggal 16 Februari 1946 selebaran yang menyatakan bahwa kekuasaan seluruh Manado sudah ada di tangan Republik Indonesia diedarkan.

Akhir Peristiwa Merah Putih

Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado diakhiri dengan pengakuan dunia internasional, berikut rangkaian peristiwa yang terjadi:

  • Peristiwa Merah Putih diberitakan berulang kali melalui siaran radio dan telegraf  yang dilakukan oleh Dinas Penghubung Militer di Manado.
  • Siaran radio serta telegraf tersebut diteruskan kapal perang Australia SS Luna ke markas besar Sekutu di Brisbane.
  • Radio Australia menjadikan siaran tersebut sebagai berita utama.
  • BBC London dan Radio San Francisco Amerika Serikat kemudian menyebarluaskannya.
  • Siaran mengenai perebutan tangsi militer Teling yang ditandai dengan pengibaran sang saka Merah Putih menjadi pukulan telak buat Belanda karena peristiwa itu melumpuhkan provokasi Belanda di luar negeri yang mengatakan perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia cuma terjadi di pulau Jawa.
  • Sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado tersebut memberikan dampak positif bagi diplomasi Indonesia di luar negeri serta sejarah kemerdekaan Indonesia karena peristiwa tersebut mempercepat pengakuan internasional terhadap kemerdekaan Republik Indonesia.
  • Peristiwa Merah Putih di Manado memperkuat makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dan perjuangan para tokoh proklamator kemerdekaan Republik Indonesia serta berhasil meyakinkan dunia internasional bahwa perjuangan kemerdekaan dilakukan segenap rakyat Indonesia yang tersebar di seluruh wilayahnya.

Demikian sejarah Peristiwa Merah Putih di Manado yang dilakukan para pemuda Manado. Jasa dan pengorbanan mereka demi perjuangan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia tidak bakal dilupakan.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua