Friday, August 7, 2020
Home Blog Militer Sejarah Raja, Peninggalan Dan Sejarah Kerajaan Singasari

Raja, Peninggalan Dan Sejarah Kerajaan Singasari

Raja, Peninggalan Dan Sejarah Kerajaan Singasari – HobbyMiliter.com – Di pelajaran SD, SMP bahkan SMA kita pernah belajar sejarah mengenai kerajaan-kerajaan di Indonesia. Satu diantaranya adalah Kerajaan Singasari yang berada di daerah Singasari, Malang, Jawa Timur. Kerajaan Singasai ini didirikan oleh Ken Arok di tahun 1222 masehi.

Kerajaan ini beribukota di Tumapel, Kutaraja. Semula, Tumapel adalah salah satu wilayah yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Kediri dengan awuku/bupati bernama Tunggul Ametung. Namun Tunggul Ametung dibunuh oleh Ken Arok yang merupakan pengawalnya. Sebab Ken Arok ingin memperistri Ken Dedes yang merupakan istri dari Tunggul Ametung. Ken Arok menggunakan keris buatan Mpu Gandring untuk membunuh Tunggul Ametung. Akan tetapi, keris tersebut belum jadi sempurna, sehingga Mpu Gandring menolak untuk memberikan. Tak diam di situ saja, Ken Arok yang sudah tidak sabar untuk menunggu akhirnya merebut keris tersebut. Hingga membuat Mpu Gandring terbunuh olehnya. Sebelum meninggal, sang Mpu mengucapkan sebuah kutukan bahwa keris tersebut akan membunuh Ken Arok hingga tujuh turunan.

Setelah itu, Ken Arok berkeinginan untuk melepaskan Tumapel dari kekuasaan kerajaan Kediri yang diperintah oleh raja Kertajaya. Keinginan tersebut pun jadi kenyataan setelah kaum Brahmana Kediri meminta permohonan perlindungan kepadanya. Pada tahun 1222 masehi itulah Ken Arok menyerang kerajaan Kediri dan berhasil mengalahkan raja Kertajaya. Akhirnya Ken Arok memutuskan dirinya menjadi raja di singgasana Kediri. Kemudian bergelar jadi Sri Rajasa Sang Amurwabhumi.

Raja Kerajaan Singasari

Sejarah berdirinya kerjaan Singasari tidak hanya dikuasai oleh satu raja saja. Tapi turun-temurun dan tak terlepas dari kutukan Mpu Gandring. Dimana keris yang dibuatnya akan membunuh Ken Arok beserta ketujuh turunan nya. Adapun riwayat raja kerajaan Singasari adalah:

Ken Arok 1222 – 1227 Masehi

Raja pertama sekaligus pendiri dari kerjaan Singasari adalah Ken Arok. Ketika jadi raja, bergelar dengan nama Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Sayangnya, kepemimpinan Ken Arok hanya bertahan selama 5 tahun saja. Sebab di tahun 1227 Ken Arok dibunuh oleh Anusapati, yang merupakan anak tirinya. Senjata yang dipakai adalah keris dari Mpu Gandring dan dari peristiwa ini membuktikan adanya perkataan kutukan sang Mpu Gandring. Kemudian Ken Arok dimakamkan di Kegenengan yang ada di dalam bangunan Siwa-Budha.

BACA JUGA :  Fairey Gannet Pesawat AKS Legendaris TNI AL

Anusapati 1227 – 1248 Masehi

Meneruskan kepemimpinan setelah meninggalnya Ken Arok, Anusapati pun menduduki kursi kerajaan. Pemerintahannya cukup berlangsung lama, tapi tidak menumbuhkan perkembangan yang bagus. Sebab Anusapati hanya sibuk bermain sambung ayam. Sampai suatu ketika, rahasia kematian Ken Arok terbuka dan dibalaskan oleh Tohjoyo, yang merupakan anak kandung Ken Arok dengan Ken Umang. Upaya balas dendam Tohjoyo bermula dari diketahuinya hobi dari Anusapti yang suka sekali menyambung ayam. Kemudian diundanglah ke Gedong Jiwa, kediaman Tohjoyo. Di saat sedang asyik bermain sambung ayam, Tohjoyo mengambil keris Mpu Gandring untuk membunuh Anusapati. Kemudian Anusapati dimakamkan di Candi Kidal.

Tohjoyo 1248

Sepeninggalnya Anusapati, kekuasaan kerajaan Singasari berpindah ke tangan Tohjoyo. Namun sayangnya, kepemimpinan tersebut tidak berlangsung lama. Sebab kematian Anusapati diketahui oleh anaknya yang bernama Ranggawuni. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan para pengikutnya, Ranggawuni berhasil membalaskan dendam untuk ayahnya.

Ranggawuni 1248-1268

Menurut sejarah ahli waris pemimpin kerajaan Singasari pun berpindah ke tangan Ranggawuni. Ketika jadi raja, Ranggawuni bergelar Sri Jaya Wisnuwardana. Pemerintahan Ranggawuni itu sendiri berlangsung dengan baik, dan menciptakan ketentraman serta kesejahteraan untuk semua rakyat. Kemudian Ranggawuni mengutus putranya untuk meneruskan tahta. Namanya adalah Kertanegara yang dipilih sebagai raja muda atau yuwaraja. 20 tahun memimpin, Ranggawuni meninggal dunia dan dimakamkan di Jajaghu atau Candi Jago sebagai Budha Amogapasa kemudian di Candi Weleri sebagai Siwa.

BACA JUGA :  Rudal Anti Pesawat Buk-M3, SAM Terbaru Rusia Segera Digunakan

Kertanegara 1268-1292

Merupakan raja terakhir dari kerajaan Singasari, sekaligus terbesar. Sebab ia memiliki keinginan untuk menyatukan Nusantara. Ketika menjadi raja, Kertanegara bergelar jadi Sri Maharajadiraja Sri Kertanegara. Ketika memimpin, ia dibantu oleh tiga maha menteri. Adalah mahamenteri i halu, mahamenteri i hino dan mahamenteri i sirikan.

Kepemimpinan Kertanegara bisa dibilang sangat bagus. Guna mewujudkan cita-citanya dalam menyatukan Nusantara ia awali dengan mengganti menteri-menteri yang kolot. Singkat cerita akhirnya ia mampu menyatukan wilayah di pulau Jawa. Tak berhenti di situ saja, Kertanegara mengirim utusan ke Melayu dan dikenal dengan sebutan ekspedisi Pamalayu oleh Adityawarman.

Masih berlanjut lagi ke wilayah luar jawa, dalam sejarah kerajaan Singasari juga menuju ke Sunda, Bali, Pahang, Maluku dan Bakulapura Kalimantan Barat. Tidak hanya itu saja, Kertanegara juga menjalin persahabatan dengan raja Campa. Hubungan ini dimaksudkan untuk menahan perluasan kekuasaan Kubilai Khan dari Dinasti Mongol. Dimana Kubilai Khan menuntut para raja-raja di seluruh wilayah selatan mengakuinya sebagai yang diagungkan atau dituankan. Hal tersebut ditolak oleh Kertanegara dan membuat utusan Kubilai Khan bernama Meng Chi murka dan sakit hati. Ia pun mengirim pasukan ke Jawa untuk menghukum Kertanegara.

Pada saat itu, sebagian besar pasukan tangguh dari Singasari ikut ke ekspedisi Pamalayu. Kesempatan ini pun digunakan oleh Jayakatwang yang merupakan salah satu penentang raja Kertanegara. Singkat cerita, Kertanegara dan sang pembesar lainnya berhasil dikalahkan. Kemudian Jayakatwang maju sebagai raja. Ini berarti kekuasaan kerajaan Singasari sudah berakhir dengan meninggalnya sang raja Kertanegara. Kemudian ia didharmakan sebagai siwa Budha Bairawa di Candi Singasari.

Peninggalan Kerajaan Singasari

Sebagai salah satu kerajaan yang pernah berjaya di Nusantara, Singasari memiliki beberapa peninggalan, seperti:

  • Candi Jago
BACA JUGA :  Sejarah Kerajaan Islam Pertama Di Indonesia: Kerajaan Perlak

Konon, di Candi ini raja Kertanegara beribadah. Sekarang, peninggalan ini sedikit berubah karena sebagian dari atas Candi ada yang hilang.

  • Candi Singasari

Disebutkan pada Kitab Negarakertagama dan juga Prasati Gajah Mada 1351 masehi, candi ini merupakan kediaman terakhir dari raja Singasari yang terakhir yaitu Kertanegara.

  • Arca Dwarapala

Adalah salah satu peninggalan dari kerajaan Singasari yang berbentuk seperti monster dan ukurannya sangat besar.

  • Candi Sumberawan

Candi Sumberawan adalah satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur dan berjarak 6 kilometer saja dari Candi Singasari.

  • Candi Jawi

Merupakan tempat untuk menyimpan abu dari raja terakhir yaitu Kertanegara. Selain di Candi Jawi, abu Kertanegara juga ada di Candi Singasari dan Candi Jago. Oleh karena itulah, ketiga Candi tersebut memiliki hubungan yang sangat erat.

  • Candi Kidal

Candi Kidal didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada raja Anusapati, yang telah memerintah selama kurang lebih 20 tahun.

  • Prasasti Singasari

Prasasti Singasari ditulis dengan huruf atau aksara Jawa di tahun 1351. Penulisan prasasti ini dimaksudkan untuk mengenang pembangunan candi pemakaman oleh Mahapatih Gajah Mada.

  • Prasasti Manjusri

Merupakan sebuah manuskrip yang dibuat tepat di belakang Arca Manjusri. Mulanya, prasasti ini diletakkan di Candi Jago. Tapi sekarang sudah disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

  • Prasasti Wurare

Prasasti Wurare berisikan sebuah peringatan atas penobatan Arca Mahaksobhya yang diletakkan di Wurare. Karena itulah dinamai Prasasti Wurare, yang ditulis dengan bahasa Sansekerta

  • Prasasti Mula Malurung

Adalah sebuah piagam penganugerahan dan pengesahan Desa Mula juga Deaa Malurung oleh tokoh bernama Pranaraja. Berupa lempengangan tembaga yang diterbitkan oleh raja Kertanegara di tahun 1255.

Demikianlah cerita singkat dari sejarah kerajaan Singasari yang merupakan salah satu singgasana di Jawa Timur yang pernah berjaya. Sejarah dan kejayaannya pun dikenang sampai sekarang.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua