Bagaimana Proses Pengadaan Alutsista TNI dari Amerika dan Rusia?

3
15931
Pengadaan Alutsista TNI Sukhoi Melalui Rosoboronexport
Pengadaan Alutsista TNI Sukhoi Melalui Rosoboronexport

Bagaimana Proses Pengadaan Alutsista TNI dari Amerika dan Rusia? – HobbyMiliter.com. Setiap kali ada program pengadaan alutsista TNI, sepertinya selalu ada isu yang berkembang di luaran. Mulai dari soal komisi dan mark up hingga penyimpangan prosedur. Bagaimana sih prosedur sesungguhnya?

Ada sejumlah aspek terkait dalam pelaksanaan pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) militer maupun pesawat terbang yang dilakukan oleh Instansi Sipil atau Pemerintah.

Di antaranya administrasi keuangan, sertifikasi dan kebenaran kelaikan udara. Termasuk dokumen pesawat terbang. Meliputi Certificate of Production, Certificate of Airworthiness, Certificate of Registration, End user dan Export License. Hal-hal terakhir inilah yang kadang memerlukan penelitian untuk menentukan adanya tindak korupsi, penyimpangan dan pemalsuan. Dengan kata lain, bisa diketahui sejauh mana kebenaran prosedur pengadaannya.

Bisa dibilang alutsista di TNI sejak dulu sebagian besar berasal dari AS dan Rusia. Khusus pengadaan peralatan alutsista dari AS, prdsedur pengadaan dipersyaratkan melalui FMS (Foreign Military Sale). Hal ini merupakan ketentuan yang baku karena jalur prosedur pengadaan melalui FMS pada hakekatnya merupakan pengadaan Government to Government (G to G).

Contoh pengadaan alutsista TNI AU melalui FMS di antaranya pesawat T-34A Fuji Mentor (FMS Aid Program), pesawat T-33 dan OV-10F Bronco. Selain itu ada juga pengadaan pesawat latih dasar T-34C Mentor yang melalui jalur FMS Commercial dengan fasilitas kredit dari FFB (Federal Financing Bank). Pengadaan melalui FMS juga diterapkan dalam pengadaan pesawat F-5E Tiger, F-16A/B Fighting Falcon dan yang terbaru pengadaan F-16C/D. Termasuk persenjataan dan perangkat kelengkapannya. Sejumlah peralatan pendukung pun pengadaannya dilakukan melalui FMS. Antara lain engine test cell, liquid oxygen plant (Lox Plant), precision measurement equipment laboratory (PMEL) dan spectrum oil analysis process (SOAP).

3 COMMENTS

  1. Tidak seluruh pengadaan alutsista dari AS menggunakan FMS, namun ada yg melalui DCS (Direct Commercial Sales). Dari kedua system tersebut ada untung dan ruginya, tinggal bagaimana kepentingan kita dalam pengadaan akutsista tersebut.

    • Nah ini menarik..
      Monggo dibabar pak mengenai sistem DCS ini. Terutama contoh penerapannya dalam pembelian alutsista Indonesia.

      Kalau negara sebelah, sebut saja Singapura, saya tau ada beberapa unit F-15 mereka yang dibeli dgn mahal secara DCS. Nah dikita bagaimana? Terus terang saya kurang referensi mengenai hal ini. Bisa bantu?

  2. Untuk pembelian dari Amerika cukup jelas dan rinci. Untuk yang dari Rusia masih agak menggantung dan kurang rinci, mohon diperjelas lagi mas, tengkyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here