Hobbymiliter.com – Markas Besar TNI Angkatan Udara menandatangani 27 kontrak pengadaan untuk tahun anggaran 2016 senilai Rp 323 miliar.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto mengatakan bahwa kontrak sengaja dibuat pada awal tahun agar bisa diselesaikan dalam tahun anggaran yang sama. Dan menurut pengalaman yang dahulu, proses pengadaan paling cepat dimulai pada bulan Mei.
“Kontrak di awal tahun supaya ekonomi bergerak dan keberadaan suku cadang terdukung. Tidak sampai pertengahan tahun, seluruh kontrak selesai pada bulan Juni dengan belanja modal dan barang di atas Rp 7 triliun untuk TNI AU,” kata Marsekal Pertama Dwi Badarmanto dalam jumpa pers, Rabu (13/1/2016) di Cilangkap, Jakarta.
Kontrak pengadaan barang TNI AU ini dilakukan bersama 24 perusahaan swasta : PT Erindo Mulia Pratama, PT Avindo, PT Karunia Jaya, CV Sumber Anugrah Angkasa, PT Mulindo Citra Pratama, PT Anugerah Jaya Bersama, PT Tiarangkasa, PT Duta Bangun Manunggal dan PT Nusantara Airparts.
Ada juga: PT Vas Aero Indonesia, PT Furaya Lancar Sentosa, PT Tirta Indo Sentosa, PT Askazam Putra Mandiri, PT Trinindo Karya Lumanda, PT Dharma Sanda, PT Eka Bina Sarana, PT Cipta Sarana Mas, PT Puri Adrian Perdana, PT Multikreasindo Lestari, PT Baiq Lafa Putra, PT Global Aero Sejahtera, PT Maju Abadi Senantiasa, PT Sigma Andalan Nusa dan PT Bumi Paradise.
Kontrak yang ditandatangani antara lain, mencakup pengadaan suku cadang pesawat C-130, Super Puma, Pesawat latih, dan ada beberapa dukungan lain seperti alat pendidikan simulator. Adapun untuk pengadaan barang dari luar negeri, kebijakannya berada di tangan Kementerian Pertahanan.







The depth here is impressive. Most guides just skim the surface of link velocity, but your point about “natural variance” hits the nail on the head. It’s exactly what we preach to our clients.
Great read. It reminds me of the strategy we deployed last quarter. The focus on foundational stability really pays off when the algorithm shifts. Thanks for compiling this.
Is there a specific tool you recommend for tracking the velocity? We’ve been doing it manually but it’s becoming unscalable.
This is a solid breakdown. One thing I’d add is that the impact of these updates often lags by 2-3 weeks. We tracked this across multiple projects and found the recovery phase is where most people give up too early.
This is exactly why we moved away from automated PBNs. The risk/reward ratio just doesn’t make sense anymore compared to what you’re describing.
Spot on about the indexing delays. It’s not just about building the link anymore; it’s about the “stickiness” of the placement. We’ve been focusing heavily on that metric lately.