Tuesday, January 18, 2022
HomeDemi Su-35, Indonesia Utang US$ 850 Juta

Demi Su-35, Indonesia Utang US$ 850 Juta

HobbyMiliter.com – Kabar tentang rencana Kementerian Pertahanan akan membeli pesawat tempur Su-35 telah meluas ke berbagai kalangan. Tentu kabar ini membuat masyarakat Indonesia menanti-nanti kedatangan pesawat tempur canggih ini.

Pembelian Su-35 akan dilakukan dalam anggaran yang dialokasikan untuk pembiayaan Angkatan Udara Indonesia sebesar 41 trilyun rupiah ($ 3,1 milyar) untuk pembelian peralatan penerbangan di tahun anggaran 2015-2019.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Indonesia mengatakan bahwa Presiden Indonesia Joko Widodo memberinya perintah langsung untuk membeli Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah tua. Kepala Staff Angkatan Udara Agus Supriatna menyatakan Kementerian Pertahanan telah menyetujui pembelian Su-35, permintaan tersebut sudah diteruskan kepada lembaga negara BAPPENAS, yang mengatur pembiayaan proyek-proyek jangka panjang, termasuk bidang Pertahanan.

BACA JUGA :  Hadapi Ancaman Korut, Jepang Pertimbangkan Beli Sistem Pencegat Rudal Dari AS

Rencananya, Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryakudu akan menandatangani kontrak pembelian pesawat tempur Su-35 saat berlangsungnya pertemuan para pejabat penting di KTT Rusia-ASEAN yang akan diselenggarakan di Moskow pada 4-5 April 2016.

Namun kali ini muncul kabar yang agak mengecewakan, bahwa Indonesia mengurangi jumlah pembelian pesawat tempur Su-35 dari semula 15 unit menjadi 10 unit pesawat saja. Ini disebabkan karena Indonesia sedang mengalami krisis keuangan.

Menurut pihak yang terlibat dalam ekspor senjata, Jakarta berencana meminta Moskow untuk memberi pinjaman sebesar US$ 850 juta (85% dari transaksi), dan sisanya akan dibayar oleh Indonesia sendiri (dengan kontrak penuh pembelian senilai lebih dari US$ 1 miliar).

BACA JUGA :  KSAD Militer India: Kami Siap Perang Dua Front Melawan Tiongkok dan Pakistan

 

4 COMMENTS

  1. Hutang bukan berarti nggak mau beli cash gan, tapi dengan perhitungan yang matang dan menganut hukum2 ekonomi karena pesan pespur tuh jadinya bertahun2, jadi kredit adalah jalan yang terbaik.
    Lagian prinsip pengusaha, hutang adalah suatu hal yang wajar bahkan bisa jadi wajib.

  2. Ok deh kredit. Karena negara terpaksa. Lain kali nggak usah kredit, bunganya banyak.

    By the way. Beritanya valid nggak?

  3. APBNP 2016, pinjaman kemenhan, pinjaman luar negeri sebesar Rp8.074,8 miliar, dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp3.000,0 miliar. sumber nota keuangan APBNP 2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Operasi Haik, Campur Tangan CIA Dalam Pemberontakan PRRI dan Permesta

Operasi Haik, Campur Tangan CIA Dalam Pemberontakan PRRI dan Permesta

2
Operasi Haik, Campur Tangan CIA Dalam Pemberontakan PRRI dan Permesta - HobbyMiliter.com.  Pada tahun 1957, keadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat terancam. Muncul dua...

Recent Comments