Program UAV Menembus Langit, Ekspedisi UAV Stratosfer Pertama Di Indonesia

0
2555
Menembus Langit ekspedisi UAV di Stratosfer
UAV Ai-X1, unit UAV yang digunakan dalam proyek ekspedisi Menembus Langit. Sumber : Dokumentasi Tim Menembus Langit.

HobbyMiliter.com – Program ekspedisi stratosfer Menembus Langit merupakan program inisiasi 18 institusi untuk membuat sebuah wahana pesawat tanpa awak ulang – alik  atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang dapat melaksanakan misi pemantauan aeronautika di Stratosfer. Program ini di inisiasi oleh AeroTerrascan yang dipunggawai oleh Dian Rusdiana Hakim. Beberapa institusi yang juga ikut terlibat di program ini, diantaranya AeroGeoSurvey, AeroVisualStudios, Dengan Senang Hati, Global Inovasi Informasi Indonesia, GDILab, Layaria, Alitt Susanto, serta Lembaga Antariksa dan Penerbangan Indonesia (LAPAN).

Ekspedisi Menembus Langit adalah ekspedisi menerbangkan pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) Ai-X1 produksi AeroTerrascan setinggi 30KM dengan menggunakan balon cuaca. Ekspedisi ini didukung oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai fasilitator, AeroGeoSurvey sebagai tim operator, AeroVisualStudios sebagai tim dokumenter, Global Inovasi Informasi Indonesia sebagai supporting peralatan dan pabrikasi, Dengan Senang Hati sebagai konsultan komunikasi, Layaria sebagai video creators network, GDILab sebagai penyedia social media monitoring tools, dan Alitt Susanto sebagai video creator. Menembus Langit merupakan uji coba terbang pertama menuju stratosfer di Indonesia dan akan menjadi rekor nasional.

BACA JUGA :  Helikopter Lynx Milik AL Korea Selatan Jatuh Saat Latihan Bersama Amerika Serikat, Tiga Orang Kru Hilang

Ekspedisi Menembus Langit diadakan dengan tujuan mendukung eksplorasi stratosfer dan mengembangkan riset aeronautika Indonesia. Ekspedisi diharapkan dapat menjadi data acuan untuk mendukung penelitian lebih lanjut serta memacu percepatan teknologi keantariksaan nasional. Data meteorologi yang didapat dari ekspedisi Menembus Langit juga akan dipakai untuk penelitian cuaca dan iklim Indonesia. Selain itu, Ekspedisi ini juga dapat digunakan sebagai sarana untuk pengembangan teknologi High Altitude Long Endurance (HALE) yang tidak terganggu oleh awan.

Fokus Menembus Langit dalam konteks sains dan penelitian atmosfer adalah mengembangkan wahana ulang alik. Wahana ulang alik yang dimaksud disini adalah UAV yang dilengkapi kemampuan return-to-home dan dapat digunakan kembali (reusable). Selama ini, penelitian atmosfer dilakukan dengan mengirimkan probe yang tidak akan bisa kembali ke tempat awal diluncurkan (home point). Dengan kemampuan return-to-home, wahana penelitian atmosfer akan dapat digunakan kembali (reusable) untuk misi selanjutnya. Wahana ulang alik yang diterbangkan tim Menembus Langit mampu mengangkut beban hingga 600gr sampai ke stratosfer. Beban yang dimaksud adalah sensor-sensor yang diperlukan untuk mendapatkan data stratosfer dan aeronutika. Sementara ini, informasi yang dihimpun tim HobbyMiliter.com terkait program Menembus Langit ialah bahwa program ini merupakan program yang fokus nya lebih condong ke Sains dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Namun bukan tidak mungkin program ini akan dijadikan referensi pengembangan UAV Militer dengan kemampuan HALE bagi Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here