Monday, November 23, 2020
Home Berita Militer Berita Militer Indonesia Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya

Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya

HobbyMiliter.com – Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya. Rombongan kapal perang dari Republic of Singapore Navy (RSN) atau Angkatan Laut Singapura pada hari ini, Selasa, 16 Juli 2019 telah tiba di Surabaya. Rombongan kapal perang tersebut terdiri dari tiga unit kapal perang dari jenis yang berbeda. Ketiga kapal perang tersebut yakni RSS Justice dengan nomor lambung 18, RSS Steadfast dengan nomor lambung 70, dan RSS Vigour dengan nomor lambung 92. Dikabarkan kedatangan tiga kapal perang milik AL Singapura tersebut dalam rangka mengikuti latihan bersama Eagle Indopura 2019, yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 16 hingga 20 Juli 2019. Momen kedatangan kapal perang milik AL Singapura ini juga menjadi momen khusus dimana untuk pertama kalinya kapal perang terbaru milik AL Singapura yakni RSS Justice-18 yang merupakan kapal jenis Littoral Mission Vessel berkunjung ke kota Pahlawan tersebut.

Kedatangan ketiga kapal perang milik AL Singapura tersebut disambut oleh pihak TNI Angkatan Laut dengan sebuah acara penyambutan yang diadakan di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, siang tadi, Selasa, 16 Juli 2019. Hadir dalam acara penyambutan tersebut Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, Komandan KRI Nala-363, Komandan KRI Nuku-373, jajaran Pamen/Pama Sops Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya, 1 Satuan Setingkat Pleton (SST) Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan), serta personel – personel terkait termasuk juga diantaranya 1 Satuan Setingkat Pleton Korps Musik TNI AL.

BACA JUGA :  Co-Pilot Sukhoi Su-24 yang Tertembak, Putra Terbaik Russia

Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya
Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya. Bagian Buritan Kapal Korvet RSS Vigour-92 Dan Kapal LMV RSS Justice-18. Tampak Ukuran Kapal LMV RSS Justice-18 Lebih Besar Daripada Kapal Korvet RSS Vigour-92.
Sumber : istimewa

RSS Justice yang memiliki nomor lambung 18 merupakan satu dari delapan unit kapal perang jenis Littoral Mission Vessel kelas Independence yang dimiliki oleh AL Singapura. Kapal ini merupakan jenis kapal patroli yang dirancang untuk menggantikan kapal patroli dari kelas Fearless milik AL Singapura. Kapal ini dipersenjatai dengan satu unit meriam Super Rapid Gun kaliber 76 milimeter buatan Oto Melara, dua unit RCWS (Remote Controlled Weapon System / Sistem senjata kendali remote) Hitrole kaliber 12,7 milimeter, satu unit kanon kaliber 25 milimeter Typhoon Weapon Station, serta 12 rudal anti serangan udara VL MICA.

Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya
Tiga Kapal Perang Milik AL Singapura Kunjungi Surabaya. Tampak Samping Kapal Frigate Kelas Formidable RSS Steadfast-70.
Sumber : istimewa

RSS Steadfast yang memiliki nomor lambung 70 merupakan satu dari enam unit kapal perang jenis Frigate kelas Formidable yang dirancang sebagai kapal kombatan utama atas air di tubuh Angkatan Laut Singapura. Memiliki tampilan yang futuristik, dengan garis badan kapal yang minim lekukan untuk meminimalisir pantulan radar, menjadikan kapal perang di kelas Formidable sebagai salah satu kapal perang dengan teknologi “Stealth” atau siluman. RSS Steadfast dipersenjatai dengan satu unit meriam Super Rapid Gun buatan Oto Melara kaliber 76 milimeter yang ditempatkan pada kubah siluman atau stealth cupola, empat unit senapan mesin berat kaliber 12,7 milimeter, dua unit kanon kaliber 25 milimeter Typhoon Weapon Station, enam tabung peluncur torpedo A244/S Mod 3, serta total 32 unit tabung peluncur rudal anti serangan udara Sylver VLS yang dapat menampung sebanyak 32 rudal anti serangan udara MBDA Aster dengan konfigurasi 16 unit rudal Aster 15 pada VLS Sylver A43, dan 16 unit rudal Aster 30 pada VLS Sylver A50. Untuk menghadang kekuatan kombatan atas air milik lawan, RSS Steadfast juga dilengkapi dengan 8 unit rudal RGM-84C Harpoon (ssstt, kapal – kapal di kelas Formidable ini sebenarnya dapat dipersenjatai dengan 24 unit rudal Harpoon lho, namun yang diisi hanya 8 slot saja). Untuk mendukung operasionalnya, kapal RSS Steadfast juga diperlengkapi dengan satu unit helikopter S-70B Seahawk.

BACA JUGA :  Foto Anggota Detasemen Penyelamatan

Kapal terakhir yang turut serta dalam rombongan dari Singapura ini yakni RSS Vigour dengan nomor lambung 92. Kapal ini merupakan kapal perang jenis Korvet dari kelas Victory yang dimiliki oleh AL Singapura. RSS Vigour 92 merupakan salah satu dari 6 kapal yang dimiliki oleh AL Singapura di kelas Victory tersebut. Kapal perang ini meski ukurannya hanya sedikit lebih panjang dari Kapal Cepat Rudal 60 meter yang dioperasikan oleh TNI AL, namun memiliki persenjataan yang cukup menggigit. Di haluan kapal terpasang satu unit meriam utama jenis Super Rapid Gun kaliber 76 milimeter buatan Oto Melara, untuk menghadang sasaran di udara, kapal ini dipersenjatai dengan 16 tabung peluncur rudal anti serangan udara RAFAEL Barak produksi Israel, sedangkan untuk menghadang kapal kombatan atas air lawan, kapal ini dibekali dengan empat unit rudal Harpoon. Setelah menjalani proses upgrade kemampuan pada tahun 2012, tabung peluncur torpedo yang terpasang pada kapal perang ini diganti dengan sistem peluncuran pesawat tanpa awak atau UAV yang mampu meluncurkan satu unit UAV jenis Scan Eagle.

55 COMMENTS

  1. negara kecil tapi alutsistanya bejibun, sampai2 dititipkan ke negara lain. Punya kapal selam juga ( untuk apa ya ?)…..indonesia perlu nempatin rudal Scud di daerah Natuna.yg bisa nyampe ke Singapore, kalau mereka marah2 ya kita jawab ” utk apa kalian punya kapal.selam trus berbagai jet fighter ? yg melebihi kebutuhan negara ” seupil”…..

  2. Indonesia hanya bisa membedakan apa yang dikatakan bersahabat dan bermusuhan. Tetapi apa yang dikatakan bersahabat tersebut adalah masih rancu. Tidak ada negara di dunia ini bersahabat dalam artian karib seperi manusia!! Sahabat malah boleh lebih daripada menjadi saudara sendiri.
    Karena semuanya tetap dalam konstruksi persaingan (walaupun caranya halus) dan kepentingan keamanan dalam negerinya masing- masing. Jelas- jelas dengan membolehkan kapal- kapal Singapura atau Malaysia atau Australia memasuki wilayah Indonesia adalah peluang yang terlalu enak diberikan oleh Indonesia kepada mereka dan menjadi resiko besar bagi Indonesia karena bukan tidak mungkin pemetaan wilayah pertahanan telah mereka lakukan dengan lebih terinci, sekalipun atas nama kunjungan persahabatan. Apakah kita dapat melakukan yang sama….dan lagi pula untuk apa??

    Sebab di dunia ini, setiap negara membangun kepentingannya masing- masing untuk menguntungkan dirinya, sekalipun tanpa mengurangi keuntungan negara lain. Itulah yang sebenarnya persahabatan. Masalahnya…apa yang menguntungkan bagi Indonesia ketika mereka melakukan kunjungan ke Indonesia…sementara Indonesia sudahkah mendapatkan petikan keuntungan dari mereka? Atau tahukah kerugian / resiko yang akan ditanggung negara dalam hal pertahanan?? Bagaimana dengan pemasangan radar yang rencananya dibangun di Bengkalis dan siapa yang paling memperotes?? Bukan kah mereka? Demikian juga dengan wilayah Ranger 1 yang kita tuntut balik, apakah dibalikkan?

    Maksud tulisan saya ini bukan untuk mengadu atau mengajak negara tetangga berperang. Tetapi untuk selalu tetap menjaga kewaspadaan. Apalagi jika menyangkut area- area tertentu yang sudah selayaknya dirahasiakan sebagai kartu “As”, jika sewaktu- waktu terjadi perselisihan. Jangan dipikir dengan melakukan latihan perang (joint training) di Indonesia , lebih menguntungkan Indonesia. Darimana kalkulasinya secara politik, ekonomi, dan kedaulatan wilayah??
    Misal: Singapura, biarkan saja dia punya kapal laut yang hebat. Indonesia tidak perlu merasa khawatir tapi tetap waspada!! Bukankah dia memerlukan laut yang lebih luas untuk boleh kapal2 perangnya beredar? Dengan memberikan kekeluasaan menjelajahi wilayah- wilayah kita sekalaipun atas nama persahabatan dan joint training tempur, memangnya Indonesia diuntungkan?? Bagaimana kemampuan pengawasan dan monitoring dini kita ketika mereka melintasi wilayah kita? Kita sudah ada satelit yang selalu monitor mereka, tidak? Kita sudah alat yang dapat mengaburkan radar canggih untuh memetakan wilayah yang bisa jadi mereka gunakan ketika melalui wilayah kita atau tidak?
    Ini juga kasusnya seperti ketika mereka mempersenjatai negaranya dengan pesawat- pesawat tempur termodern? Mereka butuh wilayah terbang bukan? Apakah maksud dari pengadaan persenjataan canggih dari mereka itu ?? Sekalipun secara diplomatis, mereka tentunya akan mengatakan untuk melindungi negaranya. Salah? Tentunya tidak , bukan?
    Itulah mengapa ketika Indonesia meminta balik wilayah radar Ranger-1 tidak dibalikkan.
    Tetapi sekarang kita balik…, ketika kita mengadakan persenjataan..apakah mereka diam? Tidak kan? Ini artinya, sudah pasti mereka khawatir dengan negara tetangganya, yaitu Indonesia bukan? Maka untuk itu, kita juga harus khawatir dengan negara- negara tetangga kita (asal jangan paranoid lah).

    Maka karena itu…..Stop semua osong kosong persahabatan!!
    Semua harus ada perhitungan yang betul- betul masak/ matang, terukur, sekarang dan mendatang sebagai bentuk suatu strategi yang ampuh. Jangan terlalu mudah memberikan fasilitas kepada negara lain. Sekalipun , katakanlah mereka tidak akan berselisih dengan kita…, tetapi bukan tidak mungkin…..mereka bisa saja menjual informasi tentang kita kepada “musuh kita” untuk mendapatkan imbalan/ keuntungan dalam bentuk kemudahan ekonomi atau lainnya ketika mereka mengadakan suatu perjanjian dalam masalah ekonomi dan perdagangan dengan negara “musuh kita”, bukan?

    Sekali lagi…..
    Maka karena itu…..Stop semua osong kosong persahabatan!!
    Tetapi kita sendiri yang harus cerdik menggunakan itu….., bukan di-keceng-in terusssssss…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua