Wednesday, September 23, 2020
Home Militer Kisah Militer Kisah Hilangnya A-4 SkyHawk Angkatan Udara Malaysia di Amerika Serikat

Kisah Hilangnya A-4 SkyHawk Angkatan Udara Malaysia di Amerika Serikat

Kisah Hilangnya A-4 SkyHawk Angkatan Udara Malaysia di Amerika – HobbyMiliter.com – Tidak lama setelah Indonesia membeli 30++ A-4E SkyHawk bekas pakai dari Israel, Malaysia juga membeli 88 A-4 SkyHawk bekas pakai Angkatan Laut Amerika di pertengahan era 80-an. Dan sama seperti pembelian A-4 Skyhawk Indonesia yang diliputi oleh misteri, pengadaan A-4 Skyhawk Malaysia juga diliputi misteri. Hanya saja, misterinya termasuk misteri buruk.

Tidak lama setelah TNI Angkatan Udara mendatangkan A-4E Skyhawk batch pertama dari Israel dalam misi rahasia yang bersandi Proyek Alpha, Angkatan Udara Malaysia juga membeli pesawat tempur jenis yang sama namun dari tipe yang berbeda.

Pada tahun 1982, Pemerintah Malaysia melakukan pembelian 25 unit pesawat tempur A-4C dan 26 A-4L Skyhawk dari Pemerintah Amerika. Pesawat tempur Skyhawk yang dibeli Malaysia tersebut adalah pesawat tempur bekas pakai Angkatan Laut Amerika yang sudah pensiun dan disimpan di AMARG, fasilitas penyimpanan pesawat militer yang sudah tidak terpakai yang terletak di gurun, sering disebut sebagai kuburan pesawat. Cukup berbeda dengan A-4E TNI AU yang ketika berpindah tangan statusnya masih aktif digunakan oleh militer Israel.

Pesawat pesawat veteran perang Vietnam ini dibeli dalam kondisi as is where is senilai kurang dari 1 juta dollar per pesawatnya. Oleh Angkatan Udara Malaysia, direncanakan dari 88 airframe yang dibeli ini, 54 diantaranya akan dihidupkan kembali menjadi fighter bomber berkursi tunggal dan 14 lainnya akan dimodifikasi menjadi pesawat berkursi ganda untuk keperluan training dan konversi pilot.

Sisa pesawat yang tidak digunakan akan di mutilasi dan dijadikan bahan kanibal untuk sparepart. Mirip praktek yang dilakukan TNI AU dengan F-16 hibah tempo hari, ada airframe yang disisakan tidak direfurbish dan akan digunakan sebagai bahan kanibal sparepart. Hal yang lumrah terjadi.

BACA JUGA :  Nasib Armada Jet Tempur F-16 AU Norwegia

A-4 Skyhawk Malaysia
A-4 Skyhawk Malaysia

Namun, setelah dihitung hitung, ternyata ongkos proses refurbish, re-engine, membeli avionik baru dan modifikasi memanjangkan beberapa pesawat menjadi dual seat membuat biaya yang harus dikeluarkan membengkak menjadi empat kali lipat ongkos pembelian airframenya.

Total biaya program pengadaan 88 A-4 Skyhawk bekas pakai untuk Angkatan Udara Malaysia ini meroket menjadi 320 Juta Dollar, bandingkan dengan harga pembelian airframe yang hanya kurang dari 88 Juta Dollar.

A-4 Skyhawk USMC
A-4 Skyhawk USMC

A-4 Skyhawk milik Angkatan Udara Malaysia hasil modifikasi ini dinamakan A-4PTM dan TA-4PTM untuk varian kursi gandanya. Kode PTM disini berarti Peculiar To Malaysia, dibuat khusus untuk Malaysia. Pengiriman pesawat pesawat tempur hasil modifikasi ini dimulai pada tanggal 23 Februari 1985. Beberapa tahun setelah A-4E Skyhawk yang kita beli mendarat di Tanjung Priok.

Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Malaysia waktu itu, Mahathir Mohamad menerima penyerahan 10 A-4PTM dan sekaligus meresmikan berdiriny Skadron Udara 6 sebagai rumah baru bagi pesawat lama rasa baru tersebut. Pengiriman 40 pesawat selesai di tahun 1986.

A-4 Skyhawk Malaysia
A-4 Skyhawk Malaysia

Kebetulan, era 1985 adalah era krisis keuangan di Malaysia. Dan krisis pertama di pemerintahan perdana menteri Mahathir Mohamad ini juga membuat masalah anggaran dan mempengaruhi kemampuan keuangan negara dan neraca pembayaran Malaysia.

Namun hal itu tidak membuat pemerintah Malaysia berhenti melakukan pembelian aneh lain. Di tahun 1985 pemerintah Malaysia membeli dua unit pesawat amphibi bekas pakai yang dinegara negara lain, termasuk di Indonesia sudah dipensiunkan, Grumman HU-16B Albatross untuk digunakan oleh Angkatan Udara Malaysia. Grumman sendiri adalah kontraktor utama dari proyek refurbish A-4PTM Malaysia.

BACA JUGA :  Drone AS Tewaskan 33 Militan ISIS Di Afghanistan Dalam 2 Hari

A-4 Skyhawk Malaysia
A-4 Skyhawk Malaysia

Angkatan Udara Amerika sendiri terakhir menerbangkan Albatross pada tahun 1973. Dan Angkatan Laut Amerika sendiri terakhir menerbangkan Albatross pada tahun 1976. Kedua pesawat Albatross yang dibeli Malaysia pada 1985 tersebut pada akhirnya sudah tidak terbang lagi di tahun 1987.

Dari 88 airframe pesawat yang dibeli Malaysia, dengan dana yang ada 40 pesawat berhasil dihidupkan, direfurbish dan dimodifikasi. 34 pesawat A-4PTM berkursi tunggal dan 6 unit TA-4PTM berkursi ganda. Sisa pesawat yang belum ada dana refubishnya disimpan di gurun dan sebagian di Marana Regional Airport di Arizona.

A-4 Skyhawk Malaysia
A-4 Skyhawk Malaysia

Nasib A-4PTM Skyhawk di Angkatan Udara Malaysia ternyata juga tidak terlalu bagus. Salah satu pesawat mengalami kerusakan mesin yang mengakibatkan pilotnya harus eject dari pesawat di bulan September 1985. Hal tersebut terjadi ketika pesawat tersebut sedang mendarat di Kuantan dan akhirnya meledak di landasan.

Tiga tahun kemudian empat A-4 Skyhawk mengalami musibah karena jatuh ketika melakukan penerbangan diatas Laut China Selatan. Salah seorang pilotnya dinyatakan Missing In Action dan tidak ditemukan hingga sekarang. Sebagai akibatnya, latihan tahunan yang harusnya dilakukan di tahun 1988 dibatalkan karena musibah ini.

reruntuhan A-4PTM Skyhawk
reruntuhan A-4PTM Skyhawk

Lima pesawat A-4 Skyhawk TUDM jatuh lagi di tahun tahun berikutnya. Akhirnya, Tentara Udara Diraja Malaysia di tahun 1994 mengumumkan bahwa seluruh Skyhawk akan segera dipensiunkan. Penggantinya adalah BAe Hawk 208 buatan Inggris. Keputusan ini menjadikan A-4 Skyhawk Malaysia menjadi pesawat tempur dengan masa dinas terpendek di Malaysia.

Namun walaupun begitu, enam pesawat tetap dipertahankan status operasionalnya. Namun dengan tugas baru sebagai aerial tanker dengan memasang external buddy tank Douglas D-704. A-4 Skyhawk dengan tugas tanker ini bisa melayani semua pesawat tempur Malaysia yang menggunakan sistem pengisian bahan bakar di udara boom and drogue.

BACA JUGA :  Mengenal Mitsubishi T-2, Pesawat Jet Tempur Latih Buatan Jepang

A-4 Skyhawk Malaysia
A-4 Skyhawk Malaysia

Malaysia menghabiskan 232 juta Dollar lebih banyak dari yang dianggarkan untuk membeli 88 unit A-4 Skyhawk yang diperkirakan nilainya kurang dari 88 juta Dollar. Namun walaupun begitu, Malaysia cuma membawa pulang 40 pesawat tempur yang bertugas efektif praktis hanya 9 tahun. Tapi kisahnya belum selesai.

Pada tahun 2003, beberapa tahun setelah Angkatan Udara Malaysia mempensiunkan armada A-4 Skyhawknya, Pemerintah Malaysia bermaksud menjual pesawat pesawat yang tersisa di armadanya. Dalam paket penjualan yang ditawarkan, Pemerintah Malaysia juga bermaksud menjual sisa 48 airframe pesawat yang masih berada di Amerika. Pemerintah Malaysia selama ini selalu membayar biaya penyimpanan ke 48 pesawat tersebut secara rutin.

A-4 Skyhawk di masa pensiunnya. Disimpan direrimbunan hutan sekitar lanud Kuantan
A-4 Skyhawk di masa pensiunnya. Disimpan direrimbunan hutan sekitar lanud Kuantan

Namun, hal yang mengejutkan terjadi. Ketika pemerintah Malaysia bermaksud untuk mengambil sisa pesawat tersebut, Pemerintah Amerika meminta bukti pembayaran atas pesawat pesawat tersebut. Dan yang menjadi masalah, Pemerintah Malaysia sudah tidak bisa lagi menunjukkan syarat administratif untuk mengambil milik mereka yang ditinggal di Amerika tersebut.

A-4 Skyhawk di masa pensiunnya. Disimpan direrimbunan hutan sekitar lanud Kuantan
A-4 Skyhawk di masa pensiunnya. Disimpan direrimbunan hutan sekitar lanud Kuantan

Alhasil, Pemerintah Malaysia ‘kehilangan’ 48 airframe pesawat tempur A-4 Skyhawk di Amerika. Kasus ini sempat mencuat di Malaysia. Terutama karena sebetulnya Pemerintah Malaysia tiap tahun menganggarkan biaya penyimpanan dan perawatan pesawat pesawat tersebut. Pesawat tempur yang seharusnya bisa memperkuat kekuatan militer Malaysia sebanyak 2 skadron tersebut tidak bisa di klaim oleh Malaysia. Sedangkan mengenai dimana bukti bayar yang seharusnya ada, karena 40 pesawat lainnya sudah dikirim ke Malaysia, masih entah ada dimana, masih menjadi misteri.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua