Friday, October 30, 2020
Home Blog Militer SSBA (Senapan Serbu Bawah Air) PT Pindad Yang Berbasis APS Rusia

SSBA (Senapan Serbu Bawah Air) PT Pindad Yang Berbasis APS Rusia

HobbyMiliter.com – SSBA (Senapan Serbu Bawah Air) PT Pindad Yang Berbasis APS Rusia. Mengingat pernyataan PT Pindad, pada tahun 2017 direncanakan Industri Alutsista Indonesia ini akan mengeluarkan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA). Di bulan Januari yang lalu, PT Pindad sudah merilis prototype pertama SSBA beragam versi kepada media. Walupun sistemnya mengadopsi senjata APS (Avtomat Podvodnyy Spetsialnyy) milik Rusia, tapi SSBA diklaim akan berbasis pada SS-1.

SS bawah air 2

APS diproduksi oleh Tula Arms Plant dan mengacu pada rancangan senapan serbu yang melegenda AK-47. APS yang diluncurkan di tahun 1970 ini tak mengusung kaliber 7,62 mm, tetapi menggunakan kaliber 5,56 mm. Mengingat perannya yang khusus, yaitu penembakan di bawah air, maka amunis APS memiliki model khusus, menggunakan kaliber 5,56 x 39 mm dengan model peluru memanjang serta meruncing, oleh Kopaska (Komando Pasukan Katak) amunisi ini biasa disebut dengan peluru paku. Model amunisi yang seperti itu merupakan kewajiban bagi serangan di bawah air, karena kerapatan air yang lebih besar dari kerapatan udara. Amunisi yang panjang serta runcing dapat melesat jauh lebih baik dan tepat sasaran di dalam air.

BACA JUGA :  Hubungan Russia-Turki Memanas, Russia Mulai Membatasi Impor Barang Dan Pekerja Dari Turki

SSBA buatan Pindad juga mengusung kaliber 5,56 mm, yang menjadi perbedaan adalah amunisi SSBA berukuran 5,56 x 150 mm. Pastinya ada alasan khusus dibalik penggunaan kaliber yang berbeda dengan APS, tapi pastinya jenis amunisinya masih tetap menggunakan model ‘paku.’ PT Pindad sendiri menyatakan kalau semua bahannya menggunakan material khusus anti karat.

SS bawah air 3

Untuk modelnya, di beberapa foto nampak prototipe yang diperlihatkan, yang paling mudah dikenali adalah varian SSBA dengan desain mirip receiver SS-1. Dilihat dari model grip hingga pegangan serta ujung larasnya berbasis pada SS-1, tepatnya SS-1 R5 milik Raider TNI AD. Jenis prototipe ini memiliki keunikan yaitu pada popornya yang menggunakan model tarik seperti submachine gun MP5. Prototipe lainnya ada juga yang ditunjukkan dengan popor lipat seperti SS-1, tapi larasnya mengadopsi APS Rusia. Prototipe yang ketiga SSBA mengusung receiver serta laras seperti SS-1, tapi popornya bermodel lipat keatas seperti pada AK-47.

BACA JUGA :  Muzzelite Bullpup Converter - Ruger Mini 14 Rifle Polda Kepri

SS bawah air 4

Tapi pastinya SSBA dirancang agar ringkas serta ergonomis, karena dikhususkan pada misi infiltrasi oleh pasukan katak, tentunya dalam peperangan jarak dekat. Secara teori, SSBA Pindad mampu menembak secara efektif dalam air hingga jarak 30 meter. Kecepatan meluncur amunisinya mencapai 365 meter tiap detik. Jika digunakan di udara terbuka (permukaan), jarak tembak efektifnya mampu mencapai 100 meter. Dalam aspek kemampuan, SSBA Pindad diklaim hampir setara dengan APS. Tapi kapasitas magasin dari SSBA hanya mampu berisi 20 peluru, sedangkan APS mampu berisi 26 peluru.

1 COMMENT

  1. Salut tapi telat, napa ga reverse enginering ADS, bisa under water ato permukaan tinggal ganti ammo reguler kalo mau di darat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain...

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan...

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak??

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak?? - HobbyMiliter.com. Pada awal tahun ini kita menyaksikan muncul dan berkembangnya era baru yaitu perang secara aktif menggunakan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua