Friday, October 30, 2020
Home Militer Kisah Militer Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an – HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun. Dimulai dari serangan Soviet pada Desember 1979 hingga bulan Februari 1989 ketika Soviet menarik mundur tentaranya dari tanah Afganistan.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Gerilyawan Afghanistan yang lebih dikenal secara kolektif sebagai mujahidin, bersama kelompok perlawanan kecil kecil seperti gerilyawan Maoist dukungan China, berperang melawan tentara pendudukan Soviet dan tentara negara boneka Soviet Republik Demokratik Afghanistan yang dibentuk oleh Soviet begitu menguasai ibu kota.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Kolom Kavaleri Soviet di pinggir kota Kabul.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Kolom Kavaleri Soviet di pinggir kota Kabul.

Para mujahidin ini mendapatkan dukungan dari Arab Saudi, Pakistan dan Amerika Serikat. Bantuan dana, personel, pelatihan militer dan senjata kepada gerilyawan Mujahidin dari Amerika Serikat membuat perang ini menjadi perang proxy antara Amerika vs Soviet ditengah perang dingin berlangsung.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Kolom Kavaleri Soviet di pinggir kota Kabul. Regu mortar Soviet di pegunungan Afghanistan.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Regu mortar Soviet di pegunungan Afghanistan.

Diestimasikan oleh para ahli, sekitar 500.000 hingga 2.000.000 penduduk sipil menjadi korban perang ini, dan lebih dari jutaan menjadi pengungsi dinegara orang, terutama Pakistan dan Iran.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Helikopter Mil Mi-8 jatuh di Afghanistan.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Helikopter Mil Mi-8 jatuh di Afghanistan.

Perang ini bermula ketika Partai Komunis Afghanistan melakukan kudeta di tahun 1978. Setelah mengambil alih kekuasaan, Partai Komunis Afghanistan melakukan perombakan besar besaran secara radikal yang dipaksakan terhadap nyaris semua sendi kehidupan rakyat Afghanistan.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. 2 tentara Uni Soviet ditangkap oleh gerilyawan Mujahidin.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. 2 tentara Uni Soviet ditangkap oleh gerilyawan Mujahidin.

Hal ini mengakibatkan keresahan dan ketidakstabilan terutama di daerah pedesaan dan pedalaman yang masih menganut nilai nilai tradisional. Kekejaman rejim baru yang menekan oposisi dengan keras termasuk melakukan eksekusi massal terhadap ribuan tahanan politik, memunculkan banyak gerombolan bersenjata anti pemerintah, dan pada awal 1979, berubah menjadi pemberontakan bersenjata sekala besar.

BACA JUGA :  Rusia Luncurkan Unit Kedua Kapal Selam Kelas Lada

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mil Mi-8 menjadi kuda beban dalam mobilitas udara tentara Uni Soviet.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mil Mi-8 menjadi kuda beban dalam mobilitas udara tentara Uni Soviet.

Di dalam tubuh Partai Komunis Afghanistan sendiri juga terjadi pergolakan internal. Pada bulan September 1979 Presiden Afghanistan  Nur Mohammad Taraki, dibunuh atas perintah Wakil Presiden Hafizullah Amin, yang menjadikan Uni Soviet sebagai negara pelindungnya murka. Alhasil pemerintah Uni Soviet dibawah Leonid Brezhnev, memutuskan untuk mengirim pasukan ke Afghanistan pada 24 Desember 1979. Angkatan Darat ke 40 Uni Soviet tiba di Kabul, membunuh Presiden Hafizullah Amin dan menaikan Babrak Karmal sebagai Presiden Afghanistan yang baru.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Selain mesin perang, Uni Soviet sebenarnya juga mengirim alat alat pembangunan bagi Afghanistan.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Selain mesin perang, Uni Soviet sebenarnya juga mengirim alat alat pembangunan bagi Afghanistan.

Manuver pasukan Uni Soviet ke Afghanistan ini disebut oleh negara negara barat dan media mainstream sebagai invasi dan menimbulkan prostes keras dari negara negara tetangga Afghanistan.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. K9 Uni Soviet.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. K9 Uni Soviet.

Segera, di bulan Januari 1980, menteri luar negeri dari 34 negara anggota Organisasi Konfrensi Islam (OKI) mengeluarkan resolusi yang menuntut penarikan mundur tentara Soviet dengan tanpa syarat dan segera dari Afghanistan, namun Soviet tidak mengacuhkannya.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mi-8 di depan patung Buddha bamiyan. Patung ini saat ini sudah dihancurkan oleh Taliban.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mi-8 di depan patung Buddha bamiyan. Patung ini saat ini sudah dihancurkan oleh Taliban.

Gerilyawan Mujahidin mulai menerima sejumlah besar bantuan dalam bentuk makanan, uang, senjata dan pelatihan di Pakistan dan China yang sebagian besar dibiayai oleh Amerika Serikat dan negara negara teluk.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Presiden Amerika Ronald Reagan mengundang sejumlah pemimpin gerilyawan Mujahidin Afghanistan ke Gedung Putih.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Presiden Amerika Ronald Reagan mengundang sejumlah pemimpin gerilyawan Mujahidin Afghanistan ke Gedung Putih.

Badan Intelijen Amerika (CIA) memainkan peran dengan membiayai operasi operasi militer yang didesain untuk membuat Soviet frustasi atas invasinya ke Afghanistan. Dengan bekerja sama dengan badan intelijen Pakistan, Amerika menyuplai amunisi, perlengkapan, alat komunikasi dan hingga rudal anti pesawat Stinger.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mi-6 pun ikut serta dalam perang Afghanistan ini.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mi-6 pun ikut serta dalam perang Afghanistan ini.

Pada akhirnya, dengan gerilya yang berlangsung, pasukan Uni Soviet hanya menduduki kota kota besar dan jalan penghubung utama, sedangkan gerilyawan mujahidin menguasai daerah pedesaan dan pedalaman Afghanistan.

BACA JUGA :  Klarifikasi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta Atas Penulisan F-16C/D Block 25ID

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Rudal anti pesawat Stinger, game changer perang Afghanistan.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Rudal anti pesawat Stinger, game changer perang Afghanistan.

Uni Soviet banyak mengandalkan kekuatan udara untuk menghadapi gerilyawan. Di Afghanistan inilah pesawat serang darat Sukhoi Su-25 Frogfoot diuji coba secara langsung di medan perang. Begitu juga dengan helikopter serbu Mil Mi-24 Hind. Helikopter ini menjadi tulang pungung Uni Soviet dalam men-deploy tim pasukan khusus Spetnatz ketika memburu gerilyawan ke desa desa.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Sukhoi Su-25 tersengat stinger. Pesawat dan pilot selamat, namun sangat mahal untuk memperbaikinya kembali.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Sukhoi Su-25 tersengat stinger. Pesawat dan pilot selamat, namun sangat mahal untuk memperbaikinya kembali.

Dan dengan firepower besar yang dimilikinya, Uni Soviet juga menggunakan Mil Mi-24 Hind secara efektif untuk menghancurkan desa desa yang melindungi mujahidin, menghancurkan infrastruktur irigasi dan pertanian dan menggelar jutaan ranjau darat dengan tujuan melemahkan perlawanan gerilyawan mujahidin Afghanistan.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Sukhoi Su-25 tersengat stinger. Rocket flame trower. Sangat jahat sekali, napalmnya membakar dengan tidak pandang bulu.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Rocket flame trower. Sangat jahat sekali, napalmnya membakar dengan tidak pandang bulu.

Mulai tahun 1986, CIA mengirimkan sejumlah rudal Stinger ke Pakistan, mengadakan pelatihan operator bagi gerilyawan mujahidin, kemudian dengan bantuan intelijen Pakistan mengirimkannya ke Afghanistan. Dengan adanya rudal anti pesawat di tangan gerilyawan mujahidin Afghanistan, peta pertarungan pun berubah.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Pasukan Uni Soviet berhasil merebut sepucuk rudal stinger. Rudal ini membongkar keterlibatan CIA dalam perang Afghanistan.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Pasukan Uni Soviet berhasil merebut sepucuk rudal stinger. Rudal ini membongkar keterlibatan CIA dalam perang Afghanistan.

Helikopter serbu dan pesawat serang darat Uni Soviet yang sering meluluhlantakkan desa desa pun mulai berjatuhan. Konon, ada data yang menyatakan bahwa stinger di tangan gerilyawan mujahidin memiliki efektifitas diatas 70%, dan mempunyai skor kill sekitar 350 pesawat dari berbagai jenis, utamanya helikopter dan pesawat serang darat yang terbang di ketinggian rendah.

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mil Mi-24 Hind banyak menjadi korban Stinger.
Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an. Mil Mi-24 Hind banyak menjadi korban Stinger.

Namun, menurut catatan resmi pemerintah Uni Soviet sendiri, hanya ada 35 pesawat dan 63 helikopter yang mengalami total lost selama periode 1987 – 1988.

Anak anak ikut bertempur untuk Mujahidin.
Anak anak ikut bertempur untuk Mujahidin.

Di Indonesia, Presiden Suharto sendiri waktu itu memerintahkan Benny Murdani untuk mencari cara membantu para mujahidin Afghanistan sebagai salah satu bentuk solidaritas. Benny Murdani memerintahkan TNI AD mengumpulkan senjata senjata lawas pembelian jaman 60-an. Kebanyakan AK-47 buatan Uni Soviet.

BACA JUGA :  Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Mujahidin dan Duska
Mujahidin dan Duska

Setelah dikumpulkan, disortir, diperbaiki dan dihilangkan nomer seri senjatanya, terkumpullah persenjataan yang cukup untuk mempersenjatai 2 batalyon. Untuk mengirimkannya, diadakanlah operasi Babut Mabur dengan menggunakan Boeing 707 TNI AU.

Mujahidin melakukan sholat di sela sela pertempuran.
Mujahidin melakukan sholat di sela sela pertempuran.

Awalnya Uni Soviet merencanakan melakukan serangan singkat, menghancurkan pemerintahan Afghanistan, mendirikan pemerintahan baru di bawah Babrak Karmal. Setelah menstabilkan keadaan, diharapkan satu bulan kemudian, pasukan Uni Soviet sudah bisa pulang dan hanya meninggalkan sejumlah kecil kontingen saja di Afghanistan.

Tulisan itu berbunyi: Bye Bye Afghanistan
Tulisan itu berbunyi: Bye Bye Afghanistan

Apa daya, ternyata perang Afghanistan ini berlangsung hingga sembilan tahun dan benar benar menghabiskan segala sumber daya Uni Soviet. Ketika Mikhail Gorbachev menjadi pemimpin Uni Soviet, tentara Uni Soviet pun ditarik mundur dan meninggalkan pemerintahan bentukannya bertempur sendirian melawan mujahidin hingga runtuhnya pemerintahan Afghanistan di tahun 1992.

Tulisannya berbunyi: I'm Home, Mama.
Tulisannya berbunyi: I’m Home, Mama.

Perang Afghanistan sering dianggap sebagai Perang Vietnam-nya Uni Soviet. Dua negara besar ini dianggap kalah melawan kekuatan kecil, bahkan aktor non negara (walau ternyata merupakan proxy). Namun bedanya, kekalahan Uni Soviet di perang Afghanistan ini dianggap banyak peneliti sebagai awal yang membawa Uni Soviet kedalam kehancuran dan menyebabkan bubarnya Uni Soviet. Di sisi lain, walaupun dianggap kalah dalam perang Vietnam, Amerika Serikat masih ada hingga sekarang, dan masih asyik mengadakan peperangan di negara negara lain.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain...

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan...

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak??

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak?? - HobbyMiliter.com. Pada awal tahun ini kita menyaksikan muncul dan berkembangnya era baru yaitu perang secara aktif menggunakan...

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua