Monday, November 23, 2020
Home Blog Militer India Ambil Pesawat Angkut C17 Globemaster Terakhir

India Ambil Pesawat Angkut C17 Globemaster Terakhir

HobbyMiliter.com – India Ambil Pesawat Angkut C17 Globemaster Terakhir. India memberikan kontrak kepada Boeing, perusahaan industri penerbangan asal Amerika Serikat untuk mengirimkan unit pesawat angkut berat C17 Globemaster III terakhir yang diproduksi oleh Boeing di lini produksi khusus pesawat angkut berat militer C17 yang berada di wilayah Long Beach, negara bagian California. Lini produksi tersebut sejatinya telah ditutup dan produksi pesawat angkut strategis militer tersebut telah dinyatakan berhenti.

Satu pesawat yang dibeli oleh pemerintah India tersebut sejatinya merupakan pesawat angkut strategis yang diproduksi dalam kondisi White Tail alias diproduksi tanpa ada pesanan maupun penandaan khusus dari konsumen atau calon konsumen. Pesawat ini merupakan unit jet angkut strategis C17 Globemaster III yang terakhir diproduksi oleh Boeing sebelum mereka akhirnya menutup lini produksinya pada tahun 2015 lalu. Unit pesawat terakhir yang dibeli oleh India tersebut rencananya akan bergabung dalam Angkatan Udara India pada bulan Agustus tahun depan (2019).

BACA JUGA :  Bantu Pemerintah Militan, Jet Tempur AS Mulai Perangi ISIS di Libya

Kontrak pengadaan pesawat jet angkut strategis militer untuk Angkatan Udara India tersebut dikabarkan bernilai 262 Juta Dollar AS. Dengan hadirnya satu unit pesawat tersebut akan membuat Angkatan Udara India mengoperasikan tidak kurang dari 11 unit pesawat angkut strategis tersebut. C17 Globemaster III merupakan pesawat jet angkut strategis militer yang diproduksi oleh Boeing sejak tahun 1995 hingga tahun 2015. Sebanyak 271 pesawat telah diproduksi oleh Boeing dan sebanyak 223 unit diantaranya merupakan pesanan Angkatan Udara Amerika Serikat atau USAF.

BACA JUGA :  Di Hari Natal, Serangan Pesawat Tempur Israel ke Suriah Terjadi Lagi

Pesawat jet angkut strategis militer buatan Boeing tersebut telah digunakan oleh Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Qatar, Kuwait, dan India. Disamping daftar negara tersebut, pesawat jet angkut strategis militer tersebut juga digunakan oleh 12 negara anggota NATO yang terlibat dalam NATO Strategic Airlift Capability. Dengan daya angkut tidak kurang dari 70 ton kargo, Boeing C17 Globemaster III sanggup membawa satu unit tank tempur M1 Abrams, atau tiga unit ranpur IFV Stryker dalam sekali terbang. Jika digunakan untuk misi penerjunan pasukan secara besar – besaran, pesawat jet tersebut sanggup untuk membawa tidak kurang dari 102 orang pasukan lintas udara atau linud. Dengan kargo kendaraan tempur seberat kurang lebih 70 ton, ia sanggup terbang mencapai jarak jangkau terjauh 4.400 kilometer dan jika membawa pasukan lintas udara saja ia dapat menjangkau jarak hingga 10.000 kilometer dalam sekali terbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua