Wednesday, September 23, 2020
Home Berita Militer Dunia Militer China China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir

China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir

China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir – HobbyMiliter. Pemerintah China beberapa waktu yang lalu menolak sebuah ajakan untuk turut serta dalam pembicaraan mengenai perjanjian pembatasan senjata nuklir dengan pihak Amerika dan Rusia. China secara jelas mengatakan tidak akan ikut dalam pembicaraan tiga pihak tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Jumat lalu mendiskusikan mengenai kemungkinan adanya perjanjian baru yang berkenaan dengan masalah pembatasan senjata nuklir, dimana diharapkan China, sebagai salah satu pemilik senjata nuklir ketiga terbanyak di dunia bisa ikut serta di dalamnya.

BACA JUGA :  Rusia: Latihan Gabungan Dengan Pakistan Bukan Untuk Mengancam India

China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir
China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir

Menteri Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan bahwa kekuatan nuklir yang dimiliki China masih dalam kategori ‘level rendah’ dari yang dibutuhkan oleh postur keamanan negaranya. Dan dengan itu, tidak bisa dibandingkan dengan kekuatan nuklir yang dimiliki Rusia dan Amerika Serikat.

“China menolak upaya setiap negara lain  mengatur China dalam hal pembatasan senjata, dan dengan begitu, tidak akan ikut serta dalam segala pembicaraan perjanjian pengurangan dan pembatasan senjata nuklir trilateral apapun,” sebut Geng Shuang dalam wawancaranya untuk menanggapi pernyataan Donald Trump tersebut.

China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir
China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir

China sendiri, menurut Geng Shuang, selalu mengupayakan usaha usaha pelarangan senjata nuklir secara menyeluruh dan pemusnahan total senjata nuklir dari muka bumi. Namun, selama pihak lain masih memiliki senjata nuklir, China juga harus melindungi keamanan negaranya.

BACA JUGA :  Suriah Hancurkan 1600 Target ISIS Kurang Dari Sebulan

China percaya bahwa negara negara dengan stok senjata nuklir terbesar mempunyai tanggung jawab khusus dalam penghapusan senjata nuklir secara menyeluruh. Dan negara negara tersebut, merujuk ke Rusia dan Amerika Serikat, harus mengurangi jumlah senjata nuklirnya lebih jauh lagi dalam proses yang bisa diverifikasi dan tidak bisa dikembalikan lagi. Hal tersebut akan membuat negara negara nuklir lain, yang jauh lebih kecil kemampuannya seperti China, akan ikut serta. Demikian jelas Geng Shuang.

Perjanjian pengurangan senjata nuklir terbaru antara Rusia dan Amerika, START II yang ditandatangani tahun 2011, yang secara efektif mengurangi persenjataan nuklir strategis yang dimiliki oleh Rusia dan Amerika, tidak bisa mengatur pengurangan senjata nuklir milik negara lain. Perjanjian tersebut akan kadaluarsa pada bulan Februari 2021 nanti, dan bisa diperpanjang 5 tahun lagi jika Rusia dan Amerika Serikat sama sama menyetujuinya.

BACA JUGA :  Sasaran Hari Ini: Reaktor OSIRAK!

China: Kami Tidak Akan Ikut Negosiasi Perjanjian Pengurangan Senjata Nuklir

Dan diharapkan, dalam perjanjian baru setelah 2021 nanti, China bisa ikut serta. Suatu hal yang China masih menolak demi kepentingan keamanan nasional negaranya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua