Wednesday, November 30, 2022
HomeMiliterAnalisis MiliterPembangunan Kekuatan TNI AL Jaman Orde Baru, Armada Kaleng Kaleng?

Pembangunan Kekuatan TNI AL Jaman Orde Baru, Armada Kaleng Kaleng?

Pada akhir 80-an, Pemerintah orde baru kembali menambah kekuatan TNI AL dengan mendatangkan 6 fregat dari Belanda. Fregat yang kemudian dinamai Ahmad Yani Class ini dilengkapi dengan senjata pemukul utama berupa rudal Harpoon buatan Amerika Serikat. Rudal Harpoon ini ketika masih beroperasi mampu memukul musuh dari jarak lebih dari 120 kilometer.

Belajar mengoperasikan radar langsung dari ahlinya
Belajar mengoperasikan radar kapal langsung dari ahlinya
Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

26 COMMENTS

  1. jaman orde baru tdk ada satu pulaupun yg lepas dari nkri .coba jmn selanjutnya .kekuatan suatu negara tdk hanya tergantung pd alutsista sj tp juga kepemimpinan/prediden sangat berpengaruh.

    • elu ngomong apaan tong?? komentar yg memaksa antara politik dgn militer.
      ya gini ini kalau tutup botol dikasih nyawa, geblegh-nya minta ampyuuuuun

  2. pertanyaanx lebih tangguh mana lbh di segani mana lbh beribawa mana ketika tuan ku bapak H.soehartoe jd presiden di masa orba dengan presiden setelah orba/reformasi,,terutama di bandingkan dng pemimpin rezim saat ini.

  3. Jaman orde Baru / jaman peralihan orla, AL itu gak terlihat peran nya di publik.

    Malahan, Banyak Militer Aktif AL yang masih setia sama soekarno semisal yang paling mencolok gubernur Ali Sadikin.

  4. alat perang jaman trikora warisan orla baru diakui dunia paling besar dibumi belahan selatan.orba berkuasa boro2 mau ngerawat,yang ada malah dipretelin sampe gak bs fungsi lagi.setelah itu mana ada kita kuat dengan daya detern yang tinggi.

    • Kata siapa ?? Mana artikel luar negri yg menyatakan seperti itu ?? Belanda lari dari papua saja karena Usa sdh melakukan deal deal dgn Soekarno yg sekarang jadi Freeport Garsberg.. tanpa di iming imingi itu mustahil belanda angkat kaki dr papua..
      Perjanjian nya : Usa boleh menambang Garsberg sampai habis tapi hanya wilayah garsberg saja, selain dari itu semua milik NKRI.
      Dan rezim soeharto demi menutupi ini (agar nama proklamator tetap harum) membuat cerita seolah militer kita terkuat di bumi selatan.
      Faktanya jika kita cerdas sedikit saja kita bisa membandingkan Kasus perebutan papua dengan perebutan semenanjung malaya, waktu NKRI vs malaysia/inggris.. toh inggris tdk lari sama sekali.. padahal militer kita “katanya” terkuat dibumi selatan.. entah katanya siapa..
      hahaha.

  5. jaman orba tu jaman keemasan Indonesia,gemah ripah loh jinawi,toto titi tentrem kerto raharjo..saya adalah rkyat yg pernah hidup di jaman Pak Harto…semua pulau2 sengketa tak akan prnah lepas dari NKRI..

  6. Top memang era 70-90an…alutsista kri nya mumpuni…sampai sekarangpun masih gahar , kelas pkr kri owa , blm ada penggantinya ,mungkin penggantinya nunggu pkr martadinata komplit persemnjataannya.Jalesveva Jayamahe.

  7. Kan tergantung prioritasnya saat itu. Yang diutamakan “pembangunan ekonomi”, bukan kekuatan militer. Buat apa punya senjata serba wah, dari serba utang lagi, tapi rakyatnya miskin. Duit pampasan perang dibelikan senjata dan dibuatkan proyek mercusuar pencitraan sementara ekonomi morat marit, buat apa? Mau nyontoh Korut? Lagipula saat itu gak ada yang dianggap ancaman besar. Soviet sibuk di Eropa dan Timteng, dan juga saling cakar dengan RRC. RRC yang ekspansionis masih berkutat sendiri di dalam negeri lewat proyek edan revolusi kebudayaan dan main faksi faksian dalam elitnya. Komunisme, pki, sudah 9/10 mampus. Duri dalam daging Timor Portugis masuk kotak tahun 75. Lagipula Orba sibuk konsolidasi ke dalam. Makanya kekuatan militer diminimkan. Pasukan tempur “cukup” 100 batalyon, “sisanya” (mayoritas mlahan) maen di “pembinaan teritorial”. Alutsista juga otomatis ikut minim. Beli apa apa serba ketengan, asal gak ketinggalan jaman saja. Saat itu Minimum Essential Force nya juga ngikutin persepsi ancaman dari luar. Kalo dianggap minim ya ‘force’nya juga ikut minim.

  8. Bismillah nga ada salahnya TNI AL pesan 10 kapal KCR kapal destroyer digalangan PT.PAL dan pindad buat sistem persenjataannya,bisa merangkul rusia,india dan yang penting lahan kerja buat rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

KRI Raden Eddy Martadinata 331

Foto Foto & Spesifikasi Perusak Kawal Rudal SIGMA 10514 Martadinata Class...

0
Untuk memperkuat Angkatan Laut Indonesia, pemerintah memesan 2 kapal Perusak Kawal Rudal (Destroyer Escort, Guided Missile = Fregat) berbasis SIGMA 10514 dari PT PAL...

Recent Comments