Wednesday, September 23, 2020
Home Blog Militer Mengenal Rudal Chiron yang Memperkuat Arsenal TNI AU

Mengenal Rudal Chiron yang Memperkuat Arsenal TNI AU

HobbyMiliter.com – Mengenal Rudal Chiron yang Memperkuat Arsenal TNI AU. TNI AU telah menggelar Latihan puncak Angkasa Yudha di tahun 2016 yang lalu. Tak hanya unjuk kemampuan deretan pesawat tempurnya saja, tapi TNI AU juga mempertontonkan beberapa alutsista yang mungkin terbilang baru bagi masyarakat umum.

Satu diantaranya yaitu Chiron, rudal anti pesawat untuk jarak dekat  produksi dari Korea Selatan. Rudal ini mengusung sistem MANPADS (Man Portable Air Defense System) yang telah eksis sejak tahun 2014, sangat cocok bila disandingkan dengan arsenal yang lain seperti kanon anti pesawat caliber 35mm Rheinmetall Skyshield. Jika Skyshield mungkin telah dipertunjukkan dan diuji coba dimana-mana, maka rudal Chiron ini terbilang masih belum populer. TNI AU kebanyakan menggunakan anti pesawat tipe QW-3 produksi Tiongkok dengan kemampuan yang relatif sama.

BACA JUGA :  Rudal Vympel R-27 Andalan Jet Tempur Sukhoi TNI AU

mengenal rudal chiron 2

Chiron pada awalnya digunakan oleh Korea Selatan untuk membentuk sistem pertahanan udara yang mandiri, melalui proyek KP-SAM (Korean Portable Surface to Air Missile) dengan sandi “Shingung” yang artinya busur dewa. Kurang lebih 8 tahun dihabiskan untuk mengembangkan proyek KP-SAM, hingga pada akhirnya diproduksi dalam skala besar dan diberi nama Chiron. LIG Next1 diberi kepercayan untuk memproduksinya, merupaka cabang dari perusahaan LG yang bergerak di bidang pertahanan.

Rudal Chiron dirancang menggunakan sistem launcher post (pos peluncur) yang dilengkapi dengan tripod, grip sebagai pegangan tangan, lalu sistem optik untuk membidik target, dan juga kursi untuk penembaknya. Rudal Chiron mempunyai bobot kurang lebih 24,3 kg pada tabung peluncur beserta rudalnya. Satu set launcher post cukup dioperasikan oleh penembak, loader, dan pengintai target.

BACA JUGA :  Melirik Anggaran MEF Tahap 2 (periode 2015-2019)

mengenal rudal chiron 3

Rudal Chiron mampu meluncur dengan kecepatan mencapai 700 meter/sekon atau Mach 2,4 dengan jarak tembak efektif 7.000 meter untuk target yang berada di udara pada ketinggian 3.500 meter. Pada umumnya Chiron menggunakan system pemandu seperti MANPADS pada jarak dekat, menggunakan sistem Infra-Red yang melacak emisi panas dari target, dilengkapi juga sensor anomali UV (Ultra Violet) untuk keakuratan melacak target. Sistem Interogator IFF (Identification Friend or Foe) juga melengkapi Rudal ini, sehingga mampu membedakan sinyal mana kawan mana lawan.

Chiron hanya membutuhkan waktu 3 detik setelah pelatuknya ditarik, lalu rudal akan melesat setelah kode dari sasaran sudah diterima oleh sistem TDR (Target Data Receiver) pada prosesor yang berada di dalam rudal. Rudal Chiron memakai hulu ledak jenis fragmentasi yang menggunakan sistem sumbu jarak (proximity).

BACA JUGA :  Isi Teks Proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945

Ketika rudal telah mendekati target, maka antena telemetri kecil yang terletak di ujung rudal akan mentransmisikan sinyal agar rudal meledak pada jarak 1,5 meter dari sasaran. Ledakannya akan mengeluarkan 720 fragmen logam panas dan tajam yang memiliki kemampuan untuk menembus kulit pesawat yang berbahan alumunium.

TNI AU mengintegrasikan system Chiron dengan sistem kontrol peluncuran Skymaster yang mengumpulkan informasi target pada sistem Skyshield. Sistem Skymaster yang didukung oleh radar pendeteksi dan penjejak menghasilkan kumpulan informasi target di luar garis cakrawala sehingga tim penembak Chiron mampu mewaspadai target yang terletak di jarak efektif maksimal dari rudal.

3 COMMENTS

  1. HAIL VSHORAD !!!! :p middle range SAM is still long long way to go…..anyway i heard one of F-16 at riau crashed 🙁 poor AURI their planes are downed one by one

  2. Rudal terlalu minim jangkauanya hanya mampu menembak burung karena rata-rata pesawat tempur terbang diatas 10000meter jadi tidak dapat diandalkan buang-buang uang saja.Tolong kalau untuk anti pesawat rudal yang jangkauanya minimal 20 km

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua