Friday, October 16, 2020
Home Alutsista Helikopter Foto Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir?

Foto Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir?

Foto Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir? – HobbyMiliter.com. Tidak diragukan lagi, kiblat dunia untuk helikopter serang untuk marinir saat ini adalah AH-1Z milik USMC. AH-1Z adalah versi terakhir yang paling modern dan sakti dari heli klasik Huey Cobra, pionir heli serang yang dikembangkan pada perang Vietnam.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Dibanding dengan pendahulunya, AH-1Z mempunyai perbedaan signifikan berupa mempunyai 4 bilah rotor sehingga mempunyai daya angkat lebih baik, dan mesin yang lebih mumpuni. AH-1Z mulai beroperasi pada Februari 2011.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Namun, bagi negara negara yang tidak dalam ‘lingkaran dalam’ pertemanan dengan Amerika Serikat, membeli dan mengoperasikan senjata buatan Amerika Serikat tidaklah segampang merogoh uang didalam kantong. Memang kualitas dan ketangguhannya tidak diragukan lagi, selama puluhan tahun terbukti tangguh dalam berbagai medan. Namun, pembeliannya harus membutuhkan ijin dari pemerintah Amerika DAN parlemen Amerika. Contohnya Pakistan, yang sedang apes di embargo dua belah pihak secara bersamaan. Ditolak membeli Pantsir oleh Rusia, sekaligus AH-1Z pesanannya yang sudah jadi dan dibayar tidak diantar oleh Amerika Serikat.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir
Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Khusus untuk helikopter serang yang beroperasi dari kapal, banyak tambahan persyaratan yang harus dipenuhi dan tidak semua produsen heli serang mempunyai produk yang memenuhi syarat syarat tersebut. Diantaranya adalah adanya lapisan anti karat khusus yang bisa melindungi dari karat akibat udara laut yang lembab dan mengandung garam.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Syarat lainnya adalah bilah rotor haruslah bisa dilipat agar bisa menghemat tempat penyimpanan di dalam kapal. Selain AH-1Z, produsen helikopter maritim asal Rusia, Kamov juga menawarkan heli serang marinir Kamov Ka-52 sebagai alternatif AH-1Z.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir
Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Heli serang maritim biasanya beroperasi dari kapal jenis LHA, semacam kapal induk mini. Kapal jenis ini misalnya kapal kelas Mistral yang dibeli Rusia namun akhirnya dioperasikan oleh Mesir dan USS Wasp milik Amerika. Helikopter ini bertugas sebagai kavaleri udara untuk melindungi pasukan pendarat marinir. Helikopter ini dilengkapi dengan berbagai senjata roket dan rudal untuk menggempur perkubuan lawan dan pasukan lapis baja lawan.

BACA JUGA :  Kisah Perang Teluk : Pilot Inggris Jadi Tawanan Irak

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Di Indonesia, berhubung tidak mempunyai kapal kelas LHA maupun LHD, pengoperasiannya bisa dilakukan secara terbatas dari LPD kita. LPD kita ada yang mempunyai heli dek yang cukup untuk melayani pendaratan 3 buah helikopter. Tentu saja, operasional dari heli dek LPD mempunyai banyak keterbatasan.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Antara lain, LPD yang mempunyai heli dek berkapasitas besar justru tidak memiliki hangar untuk perawatan. Dan dengan LPD yang terbesar heli deknya hanya sanggup menampung 3 heli pada saat yang bersamaan, heli serang juga harus berbagi tempat dengan heli serbu dan heli angkut. Belum lagi soal dukungan reload senjata dan bahan bakar yang harus dipikirkan.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Kembali ke Kamov Ka-52. Ka-52 dikembangkan dari helikopter serang Kamov Ka-50. Pada awalnya, analis militer barat menilai bahwa Kamov Ka-50, yang pertama kali muncul di tahun 1980-an,  merupakan heli serang maritim. Hal tersebut disebabkan peran tradisional Kamov sebagai biro desain helikopter untuk Angkatan Laut Uni Soviet. Dengan demikian diperkirakan, angkatan darat Uni Soviet akan mendapatkan heli serang dari Mil Mi-28 dan Angkatan Laut Uni Soviet akan mendapatkan heli serang dari Kamov Ka-50.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir
Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Tapi ternyata, pada kenyataannya baik Kamov Ka-50 maupun Mil Mi-28 sama sama berkompetisi merebutkan proyek pengadaan heli serang di angkatan darat Uni Soviet. Namun, pada masa itu justru keduanya dinilai gagal memenuhi persyaratan yang diminta angkatan darat Uni Soviet.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Terutama dalam hal kemampuan beroperasi di siang dan malam dan terbang di segala cuaca. Hal tersebut dikarenakan sensor dan avioniknya masih kurang mumpuni. Pendek kata, Kamov Ka-50 dan Mil Mi-28 di era 80-an masih jauh lebih inferior dibanding dengan AH-1 Cobra dan AH-64 Apache di era yang sama.

BACA JUGA :  Menlu Turki: F-35 Turki Pertama Akan Dikirim Juni

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Namun dengan segala macam upgrade dan perbaikan yang dilakukan oleh kedua pabrikan, akhirnya baik Ka-52 (yang merupakan Ka-50 dengan tempat duduk tandem) dan Mi-28N sama sama mendapatkan order di beberapa dekade kemudian.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Pada tahun 2011, bersamaan dengan rencana Rusia membeli kapal induk amfibi kelas Mistral dari Perancis (karena Rusia sudah kehilangan kemampuan membangun kapal induk besar bersamaan dengan pisahnya Ukraina dari Uni Soviet yang mewarisi galangan galangan besar Soviet), Rusia mulai melakukan tes kompabilitas Ka-52 versi angkatan darat untuk beroperasi dari kapal perang angkatan lautnya. Dari hasil tes tersebut, data data didapatkan dan dikembangkanlah varian maritim dari Ka-52 ini, yang diberi nama Ka-52K.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir
Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Secara garis besar, Ka-52K tetap mempertahankan layout, bentuk, mesin, sistem kontrol, avionik dan persenjataan yang sama dengan Ka-52 versi daratnya. Bentuk desain rotor koaksialnya ditambah roda pendaratnya yang kokoh sudah cocok dan memenuhi syarat dari sananya untuk dioperasikan di kapal perang.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Namun modifikasi tetap diperlukan. Ka-52K yang diberi nama Katran ini sekarang memiliki bilah rotor yang bisa dilipat agar irit tempat di hangar kapal perang. Kemudian sayap kecil (stub-wing) tempat cantelan senjatanya juga bisa dilipat. Sistem pendukung kehidupan darurat bagi kedua awaknya juga diperbaiki dan ditingkatkan.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Pada bagian bawah helikopter juga ditambahkan sistem pelampung canggih yang bisa mengembang otomatis jika helikopter terpaksa melakukan pendaratan di air. Yang paling penting adalah adanya lapiran anti korosi tambahan untuk semua partsnya, karena udara dan air laut dapat dengan mudah menimbulkan korosi pada Ka-52 versi darat.

BACA JUGA :  Taktik Dogfight Kanon Klasik di Era Jet tempur Modern

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Tambahan lainnya, helikopter ini juga diberikan sistem navigasi baru berbass GLONASS dan instrumen untuk membantu melakukan pendaratan secara aman di dek kapal perang.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Kedepannya, Ka-52K ini juga akan diberikan radar centimeter-wavelenght sejenis yang dimiliki oleh AH-64 Longbow. Dengan sensor baru ini, diharapkan helikopter ini dapat mendeteksi sasaran di laut lepas dari jarak paling tidak 100 kilometer. Dan dengan tambahan radar ini, diperkirakan Kamov akan segera mengintegrasikan rudal anti kapal Kh-35UV ke sistem senjata Ka-52K ini. Kh-35UV ini adalah equivalen dari rudal Harpoon asal Amerika Serikat.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Hingga saat ini, korps marinir TNI AL masih belum punya batalyon kavaleri udara di ketiga pasmar yang dimilikinya. Memang sudah cukup banyak perwira Marinir yang mempunyai brevet terbang dan bertugas di Penerbal. Namun, hingga hari ini pun, Penerbal masih belum memiliki skadron yang bertugas khusus sebagai skadron kavaleri udara.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Dengan memiliki kavaleri udara, Batalyon Tim Pendarat Marinir TNI AL dapat memiliki perlindungan udara dalam operasi amfibinya. Ditambah, dengan adanya helikopter serang yang melakukan misi Combat Air Support, Batalyon Tim Pendarat dapat memperoleh keunggulan dari lawan, baik dari sisi intelijen dengan memanfaatkan berbagai sensor yang terdapat dalam helikopter ini, maupun firepower alias daya gebuk dengan seabreg persenjataan yang dibawanya.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir
Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Batalyon Tim Pendarat Marinir, yang sudah memiliki unsur infantri, kavaleri dan artileri akan makin lengkap dan makin sakti lagi jika memiliki unsur kavaleri udara. Dan tentunya, mengingat bahwa hingga saat ini, Marinir TNI AL yang memiliki doktrin pergelaran mirip marinir blok barat (combined arms pada BTP, mirip MEFnya USMC) namun memiliki persenjataan dari blok timur, maka tidak salah jika siapa tahu, bisa meminang Kamov Ka-52K ini.

Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua