Sri Lanka Resmikan Operasional Kapal Frigate Hibah Dari China. Tampak Dalam Gambar SLNS Parakramabahu Sebelum Diresmikan Operasionalnya.Sumber : Sri Lanka Navy

HobbyMiliter.com – Sri Lanka Resmikan Operasional Kapal Frigate Hibah Dari China. Angkatan Laut Sri Lanka dikabarkan telah meresmikan operasional kapal perang jenis Frigate hibahan dari pemerintah China. Sebuah acara peresmian dilakukan pada hari Kamis, tanggal 22 Agustus 2019 dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat dan petinggi militer dari Sri Lanka dan China selaku pemberi hibah kapal perang tersebut. Acara peresmian beroperasinya kapal perang tersebut dilaksanakan di Colombo, Sri Lanka. Tidak banyak detail informasi dibuka mengenai berlangsungnya acara ini.

Kapal perang jenis Frigate yang dihibahkan kepada Angkatan Laut Sri Lanka oleh pemerintah China ini merupakan eks kapal perang jenis Frigate kelas Jiangwei I (Type 053 H2G) yang awalnya menyandang nama PLAN Tongling dengan nomor lambung 542. Setelah diserahkan secara hibah kepada Sri Lanka, kapal ini berganti nama menjadi SLNS Parakramabahu dengan nomor lambung P625. Meski awalnya digunakan sebagai Frigate oleh Angkatan Laut Pembebasan Rakyat China atau People’s Liberation Army Navy, kedepannya dalam operasional nya di jajaran armada Angkatan Laut Sri Lanka, Parakramabahu akan digunakan sebagai Offshore Patrol Vessel atau disingkat OPV.

Baca juga :   FC-31, Jet Tempur Siluman Dari China, Murah Tapi Bukan Murahan

Frigate Hibah dari pemerintah China ini telah diserahkan kepada pemerintah Sri Lanka pada bulan Juni 2019 dan kapal tersebut telah tiba di Sri Lanka sebulan kemudian. Kapal perang ini memiliki dimensi ukuran panjang 111,7 meter, lebar total 12,4 meter, dan memiliki bobot benaman 2.286 ton saat dalam kondisi siap tempur. Sayangnya, dalam beberapa foto dan video dokumentasi yang beredar, tampak bahwa kapal perang ini diserahkan tanpa sistem senjata berupa rudal anti kapaldan Close In Weapon System atau CIWS. Sepertinya, memang kapal ini tidak diserahkan kepada Sri Lanka dengan paket sistem senjata berbasis rudal anti kapal dan CIWS yang harusnya terpasang.

Baca juga :   NATO Pensiunkan Unit Kedua Pesawat AWACS E3A

Dalam berbagai foto dan video dokumentasi yang beredar, tampak kapal Frigate hibah dari pemerintah China tersebut masih memiliki sistem senjata meriam utama laras ganda kaliber 100 milimeter dan meriam sekunder Type 76A kaliber 37 milimeter yang terpasang di bagian samping kanan dan kiri kapal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here